Field Report
KA 31/Gajayana. Malang - Gambir
Jumat, 11 April 2014
KA 31/Gajayana. Malang - Gambir
Jumat, 11 April 2014
Quote:Gak kerasa semingguan di Malang serasa sehari saja. Padahal macam2 kuliner masih belum sempat dicobain semua. Baru nyobain Bakso Damas, Bakso Horeg, Pecel Kawi, Angsle, dll. Meski beberapa target kuliner meleset, tapi tak ada rasa sesal di hati, sedapnya bakso horeg, manisnya angsle masih merasuk di kalbu #ceileh..
Kali ini pulang balik dari rumah ke stasiun tak perlu dilakukan dengan terburu-buru. Maklum untuk menuju ke stasiun cukup menempuh jarak 1,5km tanpa dilalui kemacet. Tersedia beberapa pilihan moda transportasi menuju kesana seperti becak(Rp 20.000,00), taksi(Rp 30.000,00, tarif taksi flat kalau di Malang, tapi bisa diisi hingga 4-5 orang), atau mikrolet(Rp 3.000,00 tapi mesti jalan kaki dulu untuk nyegat sejauh 400an meter).
Keberangkatan KA 31 sendiri sesuai jadwal pkl 15.00wib. Pkl 13.50wib saya sudah bersiap berangkat menuju stasiun ditemani sanak keluarga. Kondisi cuaca pada siang hari itu sangat cerah, kondisi udara sedikit sejuk dan tidak sepanas Jakarta atau Surabaya. Akhirnya setelah perjalanan yang singkat, tiba juga di stasiun pada pkl 14.00wib. Kondisi pada saat itu ruang tunggu KA ekse full dengan persiapan penumpang yang akan menaiki beberapa KA. KA 31 sendiri sekitar pkl 14.00an wib dilangsir di jalur 1.
Di jalur 2 terdapat KA Tawang Alun yang hendak diberangkatkan ke Stasiun MLK, untuk kemudian balik lagi dan diberangkat dari Stasiun ML pkl 14.45wib menuju Stasiun Banyuwangi. Sementara beberapa puluh meter disebelah timur tersedia KA Matarmaja yang membawa rangkaian K3 yang beraneka ragam(nutrisari, oranye-biru dan K3AC nya Penataran Ekspress). KA Bima sendiri langsir di jalur 3 dan diberangkatkan dari stasiun ML tepat waktu pkl 14.25wib
[spoiler=K1 Bima Batch 82]
[/spoiler]
[spoiler=K3 Matarmaja]
[/spoiler]
[spoiler=KMPTawangAlun]
[/spoiler]
Transformasi KA 31 pada waktu itu membawa sekitar 6K1 kaca jendela pesawat batch 2009 serta 1 kaca lebar(gak nyatat nomor dan batchnya gak gak tanya apakah digunakan untuk aling2 atau tidak coz lihat di ketersediaan tiket KA untuk keberangkatan KA 31 pada hari Jumat dari Malang memang masih menyisakan tempat duduk kosong, berbeda KA 32 yang sering FULL okupansinya ketika weekend). KA 31 juga menarik KM1 motif batik berwarna hijau kuning. Saya sendiri naik di K1-2 dengan nomor kereta K1 0 09 11 ML. Posisi K1-1 berada didepan(sama dengan posisi ketika saya naik KA 32 pada tanggal 3 April 2014). Posisi Kereta Makan sendiri berada dibelakang K1-2 atau didepan K1-3.
Fyi, saya memesan tiket pada tanggal 25 Februari 2014, dibuka 3 subclass(A,H,I). Harga subclass terendah(I) pada saat itu masih Rp 405.000,00. Namun hingga tanggal 2 April 2014 masih tersedia seratus tiket. Yang bikin kaget alamakkk dibuka penjualan subclass terendah (J) dengan harga tiket Rp 380.000,00
Kembali ke trip report. Karena KA 31 baru berangkat pkl 15.00wib maka para penumpang KA tersebut harus sabar menunggu hingga hampir sejam lamanya. Meski demikian pemandangan diluar sebenarnya tak membosankan. Kondisi stasiun relatif ramai. Di peron 3 stasiun ML terdapat para penumpang KA Bima 33L. KA ini diberangkatkan tepat waktu pada pkl 14.25 dengan rangkaian kereta sebagian besar membawa kereta jendela lebar dan kursi yang didominasi warna biru.
KA 31 berangkat tepat waktu pada pkl 15.00wib. Kondisi K1-2 bernomor K1 0 09 11 yang saya naiki masih terawat baik. TV berlayar datar tersebut masih menghasilkan suara yang menggelegar dari speakernya. Nyaris tak ada cacat pada tampilan layarnya. Bagasi kereta batch 2009 tersebut berfungsi dengan baik(Bisa dikunci/dikaitkan dengan rapi). Demikian pula dengan kursi beserta sandarannya, foot rest, dll. Kebersihan didalam kereta beserta toilet masih baik. Didalam toilet tersedia tisu, sabun pewangi dan air yang mengalir lancar. Suhu ruangan sendiri cukup dingin, cukup untuk membuat saya segera memakai sweater ketika pertama kali masih kedalam KA. Didepan kursi penumpang juga diletakkan majalah kereta api merk Rel dan Train Setter. Mengenai kondisi okupansi KA, untuk K1-2 dari ML baru terisi sekitar 20% saja
Perjalanan dari petak ML ke MLK dilalui dengan 'datar-datar saja'. KA 31 mestinya berjalan langsung di Stasiun Malang Kota Lama. Namun di stasiun ini KA 31 terpaksa berhenti menunggu silang dengan KA Penataran Ekspress tujuan Blitar yang tiba terlambat. Selepas silang dengan rangkaian Peneks, KA 31 dijalankan kembali menuju pemberhentian pertama, Stasiun Kepanjen.
[spoiler=Buk Gluduk Malang]
[/spoiler]
Berikut grafik perjalanan KA 31 untuk keberangkatan tgl 11 April 2013 tersebut :
15.00 Malang
15.40-15.43 Kepanjen
16.33 - 16.35 Wlingi
17.03 - 17.09 Blitar
17.47 - 17.50 Tulungagung
18.25 - 18.28 Kediri
19.18 - 19.24 Nganjuk
20.04 - 21.11 Madiun
(selanjutnya molor/tidur didalam KA)
04.15 - 04.20 Cirebon
07.02 Jatinegara(disini turun untuk melanjutkan perjalanan pulang menggunakan bus ke kantor di Cikarang)
Dari grafik tersebut terlihat terjadi pemberhentian di Stasiun Madiun dalam waktu yang cukup lama(sejam lebih). Hal ini terjadi karena KA 31 mengalami patah per di K1-5(kereta dengan jendela kaca pesawat). Awalnya para penumpang di K1-5 akan dipindahkan ke kereta lain. Namun selang tidak berapa lama diputuskan bahwa penumpang tak jadi dipindah, sebaliknya diputuskan dilakukan penyambungan per yang putus. Proses perbaikan ini memakan waktu hampir 1 jam. Selama proses perbaikan tersebut KA 31 harus rela disusul KA 33 yang datang sekitar pkl setengah sembilan malam. KA 31 sendiri akhirnya diberangkatkan kembali tak sampai 30 menit setelah keberangkatan KA Bima 33 menuju Jakarta
[spoiler=KA 31 BLB di Stasiun Madiun]
[/spoiler]
[spoiler=KA 33 tiba di Stasiun Madiun]
[/spoiler]
Kondisi suhu ruangan yang dingin senyap serta tak banyak pemandangan malam yang bisa dilihat membuat saya memutuskan tidur tak lama setelah KA berangkat dari Madiun. Sempat bangun kembali ketika KA memasuki Cirebon. Dari sini saya baru menyadari jika okupansi KA 31 bertambah sekitar 80% dari kapasitas K1-2 yang berjumlah 50 penumpang tersebut. Sebelumnya sejak dari Stasiun Blitar, Tulungagung, Kediri jumlah penumpang di kereta ini terus bertambah banyak.
Dari Cirebon hingga Jatinegara kereta berjalan cepat. Sebelum tiba di Stasiun JNG, KA 31 sempat ditahan sinyal masuk selama 10 menitan hingga akhirnya tiba pada pkl 07.02.
Beberapa catatan tambahan saya selama menikmati rangkaian perjalanan KA 31 kali ini :
1. KA 31 mengalami keterlambatan selama 1 jam. Namun jika dilihat dari grafik diatas sebenarnya wajar karena KA sempat mengalami PLB selama 1 jam di Madiun. Perjalanan KA dari petak MLK-MN serta MN-JNG sebenarnya sangat lancar.
2. Bilamana ada petugas KA(OTC, prama, dll) yang menegur/menyarankan para penumpang agar menggunakan toilet ketika KA berjalan tolong dipatuhi. Hal ini bukan saja menjaga kondisi stasiun agar tetap bersih dari limbah buangan manusia yang berasal dari toilet. Sebab musabab lainnya saya melihat jendela kaca toilet menggunakan kaca yang bening dan didalam toilet KA tersebut terdapat cermin. Dari luar kita bisa menyaksikan aktifitas yang dilakukan para penumpang didalam toilet bilamana penumpang tersebut menggunakannya ketika KA sedang berhenti. Karena saya membuktikan sendiri dari luar seseorang bisa melihat aktifitas penumpang didalam toilet KA. Kalau yang ada didalam hanya anak balita yang beraktifitas sih saya no problem, tapi lain cerita kalau didalam malah orang dewasa, apalagi kaum hawa. Karena itu saya memilih berjaga2 di salah satu pintu toilet ketika KA sedang berhenti lama dan ketika kebetulan lagi ngebordes. Ada ibu-ibu setengah baya yang ingin pipis terpaksa saya larang, dan jelaskan agar alangkah baiknya untuk menggunakannya ketika KA sedang berjalan saja(daripada ada yang iseng ngintip bu)
3. Sepanjang perjalanan KA dan berhenti di stasiun-stasiun singgah tak ada satupun pedagang(diluar prama/prami reska) yang berjualan didalam bordes kereta maupun stasiun. Salut bagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk penegakan aturannya(semoga diikuti di stasiun2 kecil dan KA lokalan).
Beberapa foto lainnya dari kondisi interior/eksterior KA 31 - K1 0 009 11 ML untuk perjalanan tanggal 11 April 2014 tersebut. Karena jumlah image diatas sudah mencapai 6(maksimum) maka saya lanjutkan pada postingan ini.
Fyi, hati2 BWK.
[spoiler=Kereta Makan Batik KA 31]
[/spoiler][spoiler=K1 0 09 11 ML]
[/spoiler][spoiler=K1 0 09 11 ML]
[/spoiler][spoiler=Interior K1 0 09 11 ML]
[/spoiler]


[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]