07-07-2014, 09:36 PM
Quote:
KA Serayu Nyaris Celaka
Akibat Batu di Rel
[spoiler]
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOKERTO -
Pengganjalan rel Kereta Api (KA)
dengan batu oleh orang tidak
bertanggung jawab kembali terjadi di
lintasan jalur selatan. Beruntung, tidak
ada korban jiwa atas sabotase ini. Atas
kejadian ini PT Kereta Api Indonesia
(KAI) Daop V Purwokerto telah
melaporkannya ke pihak yang berwajib.
Manager humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP V
Purwokerto, Surono mengatakan,
pengganjalan tersebut diketahui
tepatnya di km 342 + 700 antara
Sidareja-Cipari, Minggu (6/7/2014)
sekitar pukul 18.37. Lokasi tersebut
masuk wilayah Desa Kunci, Kecamatan
Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa
Tengah.
"Yang menjadi korban pengganjalan
saat itu adalah KA ekonomi Serayu
Malam jurusan Purwokerto-Jakarta
lewat Bandung yang sedang melintas di
lokasi kejadian. Beruntung hal ini tidak
sampai menimbulkan kecelakaan
terhadap KA Serayu, meskipun rantai
pengaman lokomotif sempat terlepas
karena terbentur batu tersebut," jelas
Surono dalam siaran persnya, Senin
(7/7/2014).
Saat itu KA Serayu yang ditarik
lokomotif CC 20143 dan dilayani oleh
Masinis Listiyo serta Asisten Masinis
Adistya sedang dalam perjalanan
antara stasiun Sidareja-Cipari. Tiba-
tiba beberapa puluh meter sebelum
lokasi masinis melihat ada sebongkah
batu yang diletakkan di atas rel.
Karena jaraknya sudah cukup dekat
kereta api tidak sempat dihentikan.
"Diduga batu dengan diameter sekitar
15 cm yang dipasang diatas rel
tersebut terhantam cowhanger
lokomotif sehingga mencelat dan
menghantam rantai pengaman hingga
lepas. Akhirnya sekitar 200 meter dari
lokasi kejadian KA Serayu berhenti
sekitar 6 menit untuk memeriksa
kerusakan lokomotif," lanjutnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan
perbaikan rantai lokomotif yang
terlepas oleh petugas kereta api, KA
yang membawa rangkaian 8 kereta
ekonomi dengan jumlah penumpang
sekitar 600 orang tersebut kembali
melanjutkan perjalanannya ke arah
Bandung.
"Kami sudah melaporkan kejadian yang
termasuk tindakan sabotase ini ke
aparat keamanan setempat. Seperti
diberitakan sebelumnya, insiden
pemasangan batu atau kayu di jalur KA
wilayah Daop V Purwokerto ini sudah
terjadi beberapa kali di beberapa
tempat. Sampai saat ini aparat masih
belum berhasil mengungkap motif dan
pelaku pengganjalan rel KA tersebut,"
kata Surono lagi.
Pengganjalan rel KA termasuk tindakan
sabotase karena dapat mengakibatkan
terjadinya kecelakaan KA dengan
potensi korban cukup besar. "Bisa
mengakibatkan kereta api anjlok dari
rel atau bahkan terguling. Dan jika
yang mengalami kecelakaan tersebut
adalah KA penumpang, potensi jatuhnya
korban bisa besar. Karena setiap KA
mengangkut antara 350-1000
penumpang," pungkasnya.
(Tribunjogja.com)[/spoiler]
http://jogja.tribunnews.com/2014/07/07/k...tu-di-rel/

