mumpung ada waktu sedikit, izin melanjutkan lagi TRnya.. 
hemmh, benar gak ya??? kita lihat aja deh faktanya spt apa..
setelah keluar dri terowongan, kami kemudian berhenti di suatu titik yg ternyata itu sebuah stasiun kecil bernama ijo.. "oh berarti yg tadi tuh terowongan ijo" tebak sya kala itu..
*wah berarti mas @yogi benar nih.. :p
[spoiler]
[/spoiler]
saat kami menunggu KA kutut siang itu di stasiun ijo
ada satu cerita menarik saat KA berno perka 171 tsb melintasi stasiun ini..ternyata si doi berhenti juga di sini.. mendapati keadaan begitu, 2 orang penumpang laki2 dan perempuan plus seorang anak kecil (mereka kayanya satu keluarga) sya lihat terheran2 kenapa KA yg dinaikinya berhenti di stasiun ini.. "lho, koq berhenti di ijo? biasanya kan nggak pernah." begitu ucapan yg terdengar dari mereka.. setelah itu, (kalau gak salah) salah satu dari mereka sempat bertanya ke sya: "bisa gak ya sya turun di sini? soalnya rumah sya lebih dekat dari stasiun ini". terus kemudian sya jawab: "emang si mas biasanya turun di mana?". lalu kemudian dia menjawab: "biasanya sih turun di Gombong". "oh gitu. ya udah jika si mas mau turun di sini, turun aja. mumpung keretanya masih berhenti. tapi awas hati2 turunnya, soalnya di bawah gak ada peronnya" begitu jawaban sya terakhir ke dia yg sekaligus mengakhiri dialog sya dengannya..
*kita bisa kebetulan ngobrol karna mereka keluar KA nya melalui pintu yg mana pintu tsb bersebrangan dngn pintu kereta sya..dan ketika PasLeb berhenti di ijo siang itu, sya jga kebetulan keluar kereta walau gak turn ke bawahnya alias cuma di sekitaran pintu bordes aja..
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
rangkaian kutut yg berhenti di ijo hari itu
dan berikut ini video kedatangan KA kutojaya utara genap di stasiun ijo siang itu:
oops, lupa ngasih info: di ijo kami berhenti dari jam 13:07 sampai dngn jam 13:16 atau hanya 9 menit saja..
tapi baru saja kami beranjak, 6 menit kemudian kami lagi2 harus kembali menepi di sebuah stasiun kecil yg ternyata adalah stasiun Tambak. dan samar2 sya dengar dari
stasiun ini, bahwa kami disuruh "minggir" dulu buat mempersilahkan KA gajah wong genap melintas langsung di stasiun ini.. 
[spoiler]
[/spoiler]
cuma gambar inilah, yg sempat sya abadikan saat kami berhenti di stasiun tambak hari itu
dan inilah, moment saat dimana mas GaWong mengangkangi kami di stasiun ini:
oh ya ada satu hal menarik yg sya dapati ketika mentake video ini. karna jaraknya yg dekat antara sya dngn body kereta (yg lewat) ini, membuat sya saat itu nyaris terpelanting kena gibasan angin yg berhembus dri laju kereta tsb (GaWong). untungnya badan sya tahan banting dan sanggup menahan kesimbangan yg terjadi akibat dri hembusan angin tsb..
[spoiler]untuk sementara segitu dulu.. nanti kalau ada waktu luang lagi, sya pasti lanjutkan lagi..
[/spoiler]

(09-09-2014, 09:35 AM)yogisuryawan Wrote: Terowongan Ijo mas.. antara stasiun Gombong dan Stasiun Ijo.
hemmh, benar gak ya??? kita lihat aja deh faktanya spt apa..

setelah keluar dri terowongan, kami kemudian berhenti di suatu titik yg ternyata itu sebuah stasiun kecil bernama ijo.. "oh berarti yg tadi tuh terowongan ijo" tebak sya kala itu..

*wah berarti mas @yogi benar nih.. :p

[spoiler]
[/spoiler]saat kami menunggu KA kutut siang itu di stasiun ijo
ada satu cerita menarik saat KA berno perka 171 tsb melintasi stasiun ini..ternyata si doi berhenti juga di sini.. mendapati keadaan begitu, 2 orang penumpang laki2 dan perempuan plus seorang anak kecil (mereka kayanya satu keluarga) sya lihat terheran2 kenapa KA yg dinaikinya berhenti di stasiun ini.. "lho, koq berhenti di ijo? biasanya kan nggak pernah." begitu ucapan yg terdengar dari mereka.. setelah itu, (kalau gak salah) salah satu dari mereka sempat bertanya ke sya: "bisa gak ya sya turun di sini? soalnya rumah sya lebih dekat dari stasiun ini". terus kemudian sya jawab: "emang si mas biasanya turun di mana?". lalu kemudian dia menjawab: "biasanya sih turun di Gombong". "oh gitu. ya udah jika si mas mau turun di sini, turun aja. mumpung keretanya masih berhenti. tapi awas hati2 turunnya, soalnya di bawah gak ada peronnya" begitu jawaban sya terakhir ke dia yg sekaligus mengakhiri dialog sya dengannya..

*kita bisa kebetulan ngobrol karna mereka keluar KA nya melalui pintu yg mana pintu tsb bersebrangan dngn pintu kereta sya..dan ketika PasLeb berhenti di ijo siang itu, sya jga kebetulan keluar kereta walau gak turn ke bawahnya alias cuma di sekitaran pintu bordes aja..
[spoiler]
[/spoiler][spoiler]
[/spoiler]rangkaian kutut yg berhenti di ijo hari itu
dan berikut ini video kedatangan KA kutojaya utara genap di stasiun ijo siang itu:
oops, lupa ngasih info: di ijo kami berhenti dari jam 13:07 sampai dngn jam 13:16 atau hanya 9 menit saja..
tapi baru saja kami beranjak, 6 menit kemudian kami lagi2 harus kembali menepi di sebuah stasiun kecil yg ternyata adalah stasiun Tambak. dan samar2 sya dengar dari
stasiun ini, bahwa kami disuruh "minggir" dulu buat mempersilahkan KA gajah wong genap melintas langsung di stasiun ini.. 
[spoiler]
[/spoiler]cuma gambar inilah, yg sempat sya abadikan saat kami berhenti di stasiun tambak hari itu
dan inilah, moment saat dimana mas GaWong mengangkangi kami di stasiun ini:
oh ya ada satu hal menarik yg sya dapati ketika mentake video ini. karna jaraknya yg dekat antara sya dngn body kereta (yg lewat) ini, membuat sya saat itu nyaris terpelanting kena gibasan angin yg berhembus dri laju kereta tsb (GaWong). untungnya badan sya tahan banting dan sanggup menahan kesimbangan yg terjadi akibat dri hembusan angin tsb..

[spoiler]untuk sementara segitu dulu.. nanti kalau ada waktu luang lagi, sya pasti lanjutkan lagi..

[/spoiler]

