22-11-2014, 09:49 AM
(21-11-2014, 11:20 AM)dtRAiNeR Wrote: Pengalaman ketinggalan kereta... pernah sih sekali ketinggalan kereta, tapi untungnya waktu itu tiket belum dibeli, jadi (hampir) nggak ada kerugian yang timbul (kecuali ketinggalan kereta dan harus naik moda transportasi lain)...
semua bermula waktu tanggal 05 Maret 2014 yg lalu, saya iseng-iseng joyride sendirian ke Jakarta naik KA 7135 (GoPar rangkaian Turangga) demi nyegat rangkaian JR 205 yg hari itu mulai resmi beroperasi di lintas BOO-JAKK. setelah mendapat jadwal rangkaian tsb., saya langsung berangkat ke BD dgn harapan bisa naik KA 21, tapi karena baru nyampe jam 07:50, alhasil harus naik KA 7135...
semua berjalan dengan "mulus" hingga saya tiba di Jakarta, di mana kereta ternyata bablas di JNG dan saya ditemani seorang penumpang lainnya "dipaksa" turun saat kereta sedang tertahan sinyal masuk JNG. begitu naik ComLine BKS-JAKK, turun di CKI, saya terus menunggu di peron arah BOO, tapi rangkaian JR 205 tak kunjung datang. waktu akhirnya menunjukkan pukul 11:05 dan akhirnya saya terpaksa meninggalkan CKI menuju GMR naik taksi, dgn harapan masih bisa ngejer KA 7136...
tapi kondisi jalan Cik Ditiro (dan terusannya yg berujung di dekat Tugu Tani, apa ya nama jalannya?) siang itu sangat tidak bersahabat. alhasil, begitu taksi baru akan masuk gerbang luar GMR, terdengardan KA 7136, perlahan tapi pasti, meninggalkan saya. dgn berat hati, saya harus bergeser ke pool Cipaganti di Cikini Raya karena saya harus tiba di Bandung sebelum jam 4 sore, sedangkan kalo nunggu GoPar berikutnya, pasti baru tiba di Bandung jam 4 lewat...Â
tambahan cerita lain, saya juga pernah hampir ketinggalan kereta dan nyaris ketinggalan kereta...
cerita yang pertama terjadi di tanggal 26 September 2013. waktu itu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lagi berbaik hati mengeluarkan promo Rp. 20-100 ribu untuk KA komersial. tanggal tersebut juga bertepatan dgn digelarnya pameran Indonesia International Motor Show 2013. alhasil, saya mengajak seorang teman kampus untuk melihat pameran tersebut...
rencana semula, kami akan pergi naik KA 21, lalu pulang dgn travel Day Trans yg menjadi salah satu sponsor IIMS. bahkan, untuk perginya, kami berhasil mendapatkan tiket promo (pertama dan - sejauh ini - terakhir kalinya sukses mencicipi program tiket promo). semua berjalan dgn lancar hingga akhirnya kami tiba di (bekas) Bandara Internasional Kemayoran. di sana, kami mendapatkan info bahwa tiket travel untuks ekali jalan dibanderol seharga Rp. 120.000,-. buset, ternyata jauh lebih mahal dibanding tiket kereta ataupun travel reguler. akhirnya, kami memutuskan untuk pulang menggunakan kereta. setelah mengecek jadwal shuttle bus yg (menurut saya) paling mudah untuk menyambung Transjakarta ke GMR, yaitu tujuan Cempaka Putih, akhirnya kami menikmati pameran mobil sampai dengan 30 menit sebelum keberangkatan shuttle bus...
tapi, begitu meninggalkan Kemayoran, bus yang kami tumpangi tertahan macet dari ujung Jl. Benyamin Sueb hingga Carrefour Cempaka Putih. walhasil, begitu turun dari bus, kami langsung berlari menuju halte TJ terdekat. perjalanan sempat tersendat begitu tiba di persimpangan Senen, dan akhirnya baru tiba di GMR 10 menit sebelum waktu keberangkatan KA 28. begitu tiba di loket, petugas sempat bertanya "yakin nih masih sempet naik?", dan saya dgn yakin menjawab "masih sempet kok, mas." begitu kami duduk di Eksekutif 2, saat itu juga kereta diberangkatkan menuju Bandung. hampir saja ketinggalan kereta...
cerita yg kedua kondisinya lebih parah dari kejadian tahun 2013. tanggal 10 November 2014 yg lalu, saya mengikuti kegiatan study tour mengunjungi Kementerian Luar Negeri. dari awal, saya sudah berencana untuk berpisah dari rombongan setelah kegiatan di Kemlu dan pulang naik KA 30 dari GMR, yg berjarak hanya satu halte Transjakarta. singkat cerita, seluruh acara selesai sekitar pukul 17:15. saya langsung melapor ke panitia supaya nggak perlu dicari-cari lagi di antara rombongan. tepat pukul 17:20, saya sudah berada di halte Transjakarta Deplu...
bus pertama yang datang sekitar pukul 17:25 adalah bus gandeng, dan hanya bisa mengangkut 5 penumpang yg sudah menunggu lebih awal. bus berikutnya baru datang 10 menit kemudian. bahkan sebelum pintu bus terbuka penuh, petugas yg berada di dalamnya langsung mencegah penumpang yg akan masuk karena bus sudah sangat penuh. saat itu saya langsung berpikir, kalo sampai jam 17:45 tidak ada bus yg datang, saya akan langsung meninggalkan halte dan naik bajaj/taksi, masa bodoh dgn ongkos, daripada ketinggalan kereta...
tepat pukul 17:45, bus ketiga datang dan saya berhasil menyusup ke dalamnya. begitu tiba di halte Gambir, saya langsung berlari menuju loket selatan. dari tiga loket yg dibuka, semuanya dipenuhi calon penumpang. saya baru berhasil tiba di loket sekitar 5 menit sebelum jadwal keberangkatan pukul 18:05. di boarding counter, petugas masih sempatnya memeriksa tiket saya terlebih dahulu, padahal saya sudah bilang kalo saya mau naik GoPar ke Bandung. tapi ya namanya peraturan harus diperiksa, ya "terpaksa" harus kembali tertahan di saat-saat injury time...
selagi saya berlari naik, PAP sudah mengucapkan "kalimat sakti" berikut:
"KPKA 30, semboyan 40 telah diberikan, silakan berikan semboyan 41"
"kalimat sakti" itu langsung disusul suara peluit kondektur yang dibalas klakson lokomotif. saya langsung terpikir, begitu tiba di peron, saya akan langsung menyusup ke dalam M1 yg, dalam pikiran saya, pasti masih terbuka untuk kondektur. begitu tiba di peron, rangkaian KA 30 sudah mulai bergerak, dan pintu geser M1 hanya terbuka sedikit. beruntung sekali, saat itu KP baru saja masuk ke dalam Eksekutif 2, dan begitu melihat saya, langsung menyuruh saya naik lewat satu-satunya pintu yang terbuka lebar itu. entah kenapa, saat itu saya langsung bergerak otomatis menuju Eksekutif 3, padahal ternyata tiket saya tercatat di Eksekutif 1. begitu pemeriksaan tiket, kondektur yg sama mengatakan soal kesalahan tempat duduk itu, tapi dia memperbolehkan saya tetap berada di Eksekutif 3 selama kursi itu kosong. terima kasih banyak pak KP...
tapi, biarpun sudah "diizinkan", begitu saya selesai menikmati santap malam (waktu pemeriksaan tiket saya sedang makan) saya langsung berpindah ke tempat saya yg seharusnya...
begitulah kurang lebih beberapa pengalaman saya, mulai dari hampir ketinggalan kereta, nyaris ketinggalan kereta, hingga benar-benar ketinggalan kereta...
Lah, beli tiket Go-show masih dapet kereta 1 toh? :o
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Facebook BB: 55FFFBE5

dan KA 7136, perlahan tapi pasti, meninggalkan saya. dgn berat hati, saya harus bergeser ke pool Cipaganti di Cikini Raya karena saya harus tiba di Bandung sebelum jam 4 sore, sedangkan kalo nunggu GoPar berikutnya, pasti baru tiba di Bandung jam 4 lewat... 



