01-12-2014, 05:42 PM
(30-09-2013, 07:13 PM)yusirwan Wrote: Inilah perbedaan perkereta apian kota dgn daerah, kalo di jakarta semua pihak sibuk mengatur orng2 yg naik kereta api, tapi di daerah justru semua pihak bekerja keras agar orng2 naik kereta api. Berbagai upaya di tempuh agar org2 mau naik kereta api.
Sebenarnya perkereta apian di daerah khususnya di daerah sumbar selain menyuguhkan pemandangan yg sangat indah, juga kaya dengan sejarah. Seperti sejarah perkereta apian pada masa kolonial belanda (masa lokomotif uap), perekreta apian pada masa tambang Ombilin sawahlunto masih aktif.
Selain pengembangannya utk transportasi reguler, mungkin pengembangkan perkeretaapian di daerah ini bisa dilakukan dengan cara menjadikannya satu paket dgn event2 parawisata di daerah ini. Sperti event Tour de Singkarak, pesta Tabuik Pariaman, dll, pihak operator kereta api bisa bekerja sama dgn penyelengara seperti menyediakan kereta khusus, lengkap dengan fasilitas yg memadai (seperti gerbong nusantara, toraja, dll). Disini memang perlu pembenahan prasarana jalan KA di daerah antara Lubuk Alung dgn Padang panjang, dimana di daerah ini lah tersedia pemandangan yg sangat indah (jalan menuju danau singkarak).
sumber:
http://www.klikpositif.com/news/read/143...-2015.html
Jalur Kereta Api Padang - Padangpanjang - Solok Dibuka pada 2015
Kamis, 27 November 2014 | 12:54 WIB
KLIKPOSITIF - Direktorat Jendral Kementerian Perhubungan Informasi dan Inforamatika dan Dinhubkominfo Sumbar telah menetapkan reaktivasi jalur kereta api tujuan Kota Solok melalui Padang Panjang - Danau singkarak dari Kota Padang.
Hal tersebut disampaikan berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia terkait pembangunan jalur Trans Sumatera. Oleh karena itu pihak Kemenhubkominfo memilih jalur ini karna dianggap masih prima untuk melayani akses kereta api dari padang hingga ke kota solok.
"Saat ini kondisi rel tersebut sudah baik dan kondisinya masih prima meskipun jarang dilewati kereta api selama bertahun-tahun," Kata Dirjen Kemehubkominfo, Hermanto dwiatmoko.
Selain jalur tersebut, pihaknya juga melakukan optimalisasi pembangunan jalur kereta api komuter untuk akses dari Kota Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau.
"Sekarang sudah hampir rampung, di beberapa titik juga sudah dilakukan perbaikan bantalan rel sepanjang jalur yang akan dibuka pada tahun 2015 mendatang, salah satunya untuk jalur Padang hingga ke BIM," ujarnya.
Selain dua jalur tersebut, pihaknya juga merencanakan pembangunan 5 tahun untuk jalur kereta api antar provinsi, antara lain dari provinsi Sumbar ke Riau, Provinsi Jambi, dan Bengkulu.
"Namun ini rencana panjang 5 tahun, kami masih koordinasikan dengan pemerintah setempat terkait lahan dan reaktivasinya. Yang pasti untuk sumbar dua jalur itu yang dapat dipastikan aktif kembali untuk tahun 2015," tukas Hermanto.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
