18-02-2015, 06:03 PM
(20-03-2009, 11:02 PM)sonyazis Wrote: Nah om2 mua, bedanya HSD ma solar biasa apa ya?
Kalau saya lihat di websitenya Pertamina Patra Niaga, PT AKR, dll sih sama saja tidak ada beda cuma PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membeli dengan harga nonsubsidi. Sebetulnya semakin besar mesin dieselnya semakin pelan rpm nya dan biasanya mesin diesel ini digunakan untuk penggerak kapal kapal besar / raksasa seperti kapal tanker, kapal pesiar, dll. Dan karena putaran mesinnya rendah ( 200 rpm an) dan ukurannya besar maka pakai bahan bakar diesel kualitas rendah seperti minyak bakar / residu / MFO. Kalau untuk Lokomotif diesel cc201, 203, 204, 206 mempunyai putaran sedang ke tinggi ( rpm 400 -1050 ) jadi pakai bahan bakar diesel putaran sedang - tinggi. Jadi minyak solar / HSD yang paling memenuhi persyaratan ini. Mesin diesel lok cc201, 203, 204 dan 206 mungkin adalah mesin transportasi 4 tak terbesar di darat dan di Indonesia. Tolong dikoreksi kalau saya salah.
