28-04-2015, 06:41 AM
(23-04-2015, 05:42 PM)CC20606 Wrote:Untung gak seperti di Cilejit yah... Sampe pr warganya nimpukin KRL pake batu dan dobrak meja entah KS apa PPKA gitu...(23-04-2015, 04:46 PM)Batpod Wrote: Menurut pendapat saya kecepatan di petak CTA-CBN-NMO memang tidak bisa terlalu kencang, jalurnya agak sedikit naik turun, sepenglihatan saya kalau olahraga pagi menyusuri rel. Lalu masih banyak perlintasan liar (cukup banyak untuk jalur ini) ditambah masih banyak warga yang masih suka berjalan/bermain di sekitar rel sehingga mau tidak mau KRL harus membatasi kecepatan. Pada hari ke-2 (2 April 2015) pengoperasian jalur ini saja sudah memakan korban jiwa, pengendara motor tertabrak krl setelah wesel stasiun CTA.yang ditabrak motor itu hari ketiga om(3 April 2015)
Memang stasiun Cibinong dan Nambo belum steril dari warga yg ingin melihat KA, kadang warga apalagi anak kecil suka bermain di peron saat KA datang. Aneh menurut saya, tapi cukup unik dan menyenangkan. Warga/anak2 pun tidak berani sembarangan masuk KRL karena sudah di-wanti-wanti sama petugas PPKA kalau tidak bawa tiket kena denda 50.000. Warga pun yg ingin naik KRL pun tertib membeli tiket dan tap di-gate in dan gate-out, walaupun sebenarnya ada celah untuk jadi 'kambing'. Kadang saya pun berpikiran jelek untuk 'ngambing', karena saya cukup tahu celah2nya. Tapi saya pikir sebaiknya saya jujur![]()
Jalur ini, it's really awesome, pas buat yg ingin sekedar jalan2 santai di sore hari naik KRL.
waktu itu KA 1838 DU-NMO berangkat CTA jam 15.50(seharusnya 15.14),baru dua menit jalan melewati wesel menuju CBN-NMO,di perlintasan sebidang pertama langsung deh kejadian,krl berhenti untuk evakuasi korban & motor selama hampir 30 menit & baru berangkat 16.20.
*Kejadian itu berakibat terjadi antrian krl lintas Bogor hingga stasiun Cilebut(CLT) karena saat itu posisi krl NMO belum lewat batas aman wesel.
Sampai CBN 16.28 dengan keadaan ramai bukan oleh penumpang,di sini juga banyak yang turun & sampai NMO 16.38.
Sudah hampir 1 jam di NMO,CL tujuan DU belum juga berangkat,kabar dari announcer sih tunggu aman CTA(efek antrian mungkin) penumoang pun bebas keluar masuk.Sekitar pukul 5 lewat announcer NMO bilang kereta siap berangkat,namun ada yang menarik & cukup menggelitik,apa itu? Itu adalah celetukandari announcer seperti ini:
“Persiapan jalur 1 bla…bla…bla… penumpang yang masih berada di luar STASIUN kami persilahkan segera naik bla…bla…bla…â€
Sampe segitunyanya
Apesnya ketika sinyal telah hijau & PPKA NMO sudah mengangkat tongkat hijau baru berjalan sampe ujung peron,di stasiun NMO terjadi gangguan LAA…
Begitu berat & bertubi-tubi cobaan pengaktifan krl lintas CTA-NMO itu ya,dari wesel sampai LAA & rintang jalan tergambarkan dalam satu hari itu.
Akhirnya Krl NMO-DU diberangkatkan pada pukul 18.20 dari NMO dengan tujuan akhir dipotong sampai DP saja,selanjutnya menunggu CL dari DU yang mengangkut penumpang tujuan CBN-NMO.CL tiba di CTA pukul 18.55.
Begitulah sedikit cerita saya tentang petualangan di Jalur yang mati suri ini yang sungguh berkesan & sempat tegang juga,apalagi akses dari NMO ke BOO itu susah bener
Sekian
Warga terlalu emosional di situ....





dari announcer seperti ini:
