31-01-2016, 04:34 PM
Sekarang populasi lokomotif diesel hidrolik semakin menurun semenjak kedatangan CC 201.
BB 301 35 (BB 301 65 10) ->Kalau gak bersalah beroperasi sebagai lokomotif langsiran di Stasun Bantuwangi
BB 303 38 (BB 303 78 01) ->Sebagai lokomotif langsiran di Stasiun Jember
BB 304 23R (BB 304 84 07R) -> Lokomotif diesel hidrolik satu-satunya yang masih sehat dan berfungsi sebagai lokomotif dinasan. Sesekali dipakai KA Pandanwangi. Sering juga dipakai untuk KLB.
BB 304 02 dan BB 304 03 sudah pindah ke Surabaya. BB 304 02 sering dipakai sebagai lokomotif langsiran di Balai Yasa Gubeng (penggnati lokomotif D 301 yang sudah pensiun). BB 304 03 katanya sering dipakai untuk langsiran di Stasiun Surabaya Kota atau Dipo Induk Sidotopo, tapi nasibnya tidak jelas. Entah sejak kapan kedua lokomotif ini dipindah ke Surabaya.
Kini backbone perkeretaapian DAOP IX Jember dipegang oleh CC 201. Baik CC 201 92 01, CC 201 92 02, dan CC 201 92 11 dipakai bergantian untuk KA Pandanwangi, KA Probowangi (back up dengan lokomotif CC 201 SDT), dan KA Tawang Alun. Sesekali juga dipakai KA Sri Tanjung. KA Mutiara Timur lebih sering menggunakan CC 203 SDT atau CC 206 SDT
BB 301 35 (BB 301 65 10) ->Kalau gak bersalah beroperasi sebagai lokomotif langsiran di Stasun Bantuwangi
BB 303 38 (BB 303 78 01) ->Sebagai lokomotif langsiran di Stasiun Jember
BB 304 23R (BB 304 84 07R) -> Lokomotif diesel hidrolik satu-satunya yang masih sehat dan berfungsi sebagai lokomotif dinasan. Sesekali dipakai KA Pandanwangi. Sering juga dipakai untuk KLB.
BB 304 02 dan BB 304 03 sudah pindah ke Surabaya. BB 304 02 sering dipakai sebagai lokomotif langsiran di Balai Yasa Gubeng (penggnati lokomotif D 301 yang sudah pensiun). BB 304 03 katanya sering dipakai untuk langsiran di Stasiun Surabaya Kota atau Dipo Induk Sidotopo, tapi nasibnya tidak jelas. Entah sejak kapan kedua lokomotif ini dipindah ke Surabaya.
Kini backbone perkeretaapian DAOP IX Jember dipegang oleh CC 201. Baik CC 201 92 01, CC 201 92 02, dan CC 201 92 11 dipakai bergantian untuk KA Pandanwangi, KA Probowangi (back up dengan lokomotif CC 201 SDT), dan KA Tawang Alun. Sesekali juga dipakai KA Sri Tanjung. KA Mutiara Timur lebih sering menggunakan CC 203 SDT atau CC 206 SDT
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .

