12-11-2016, 03:13 PM
(12-11-2016, 11:16 AM)CC-201-23 Wrote:(10-11-2016, 04:04 PM)stasiunkastephanie Wrote:(10-11-2016, 12:30 PM)BAMBANG EKO Wrote:(09-11-2016, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote: Onboard KA 132A Mutsel BD-ML. Perjalanan lancar seperti biasa, yg unik pas d Ijo, 132A sukses membuat 49 minggir dulu (walaupun sama2 berhenti juga sih)Setelah kembali ke rangkaian asal seperti apa ya JengSekarang masuk GB, tunggu laporan selanjutnya...
> okupansinya
> susunan rangkaiannya
Terima kasih atas pencerahannya
Untuk okupansinya malah rame Pakde, lepas MN hampir gak ada sama sekali bangku kosong hingga JG. Waktu ane liat K2-4 sampe 6, kebanyakan diisi rombongan Kementerian Pertanian atau PTPN atau apalah gitu (soalnya ada logo tanaman di polonya). Kayaknya emang K2 lebih diminati daripada K3 80 seat sekalipun, makanya ane agak kurang setuju aja kalo K2 dihapus, begitu2 jadi lumbung uang buat PT Sepur loh...
Itu kan kalau ada rombongan makanya rame, kalau sepi gimana? lebih mahal mana biaya bahan bakar untuk gensetnya antara 6 AC split dengan 2 AC sentral?
Mutsel itu mau di low season, mau di peak season, tetep rame koq. Alesannya ada macem2:
1. Harga yg dipatok Mutsel jelas lebih murah ketimbang Golis atau Turangga. Apalagi di saat kondisi ekonomi sedang sulit akibat daya beli masyarakat yg rendah, orang lebih memilih yg murah2 ketimbang fasilitas terbaik. Malah di hari biasa pun, Golis sama Turangga malah lebih banyak jual subkelas A ketimbang HIJ, makanya orang lebih memilih Mutsel.
2. Mutsel melewati jalur yg okupansinya tergolong gemuk. Ane pernah baca salah satu survei (lupa sumbernya), kalo rute SGU-YK/LPN itu tingkat okupansinya tergemuk kedua setelah GMR/PSE-YK/LPN, itu jadi nilai lebih Mutsel sendiri.
3. Banyaknya tarip khusus parsial yg ditawarkan pada Mutsel. Ada ML-SGU 40000, ada SGU-MN 50000, ada MN-YK 60000, ada BJR-BD 60000. Tarip2 khusus parsial inilah yg menolong okupansi Mutsel di saat jarang ada yg ngambil rute2 jauh (terutama SGU-MN ma BJR-BD yg paling banyak).
Silakan dikomentari...

PS: @BAMBANG EKO: terima kasih cendolnya Pakde...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie


Sekarang masuk GB, tunggu laporan selanjutnya...