21-05-2009, 09:46 AM
kalo nurut aku emang harus dilihat dari sisi bisnisnya juga, karena keeta kelas argo (lawu dan dwipangga) juga berhenti di PWT, kelas satwa juga ada (taksaka), trus purwojaya en sawunggalih juga ada kereta eksenya...kasian PT. KA kalo harus menanggung biaya operasionalnya kalo ternyata tingkat okupansinya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ujung2nya kesejahteraan pegawainya (termasuk mass dan ass mass) jadi berkurang..

