20-09-2008, 10:12 AM
Ikut nyumbang gambar dan laporane yah...
Klik gtambar untuk memperbesar...
Bravo Perkeretaapian Indonesia..
Majulah karya anak bangsa...
Quote:
Poto oleh : Fajar Arifianto (bb30003@......)
Quote:
Salam
Peresmian pengoperasian KRDI Banyubiru, bertempat di Stasiun Semarang Tawang, 08.00-10.00 19 September 2008
Awalnya akan diresmikan oleh Menhub, namun karena ada Menko Ekuin, Sri Mulyani, akhirnya beliau yang meresmikan. Sambutan dari Dirut INKA, PTKA, Gubernur, dan Menko Ekuin.
KRDI ini merupakan bagian ke-1 dari 2 set yang dipesan dari INKA, senilai Rp. 59,4 milyar. Rencana set ke-2 akan hadir akhir tahun ini.
Produksi INKA, secara nilai uang mencakup 40% lokal, secara fisik mencapai 90%. Telah melalui tahap rancang bangun, fabrikasi, test statis-dinamis. Fabrikasi memakan waktu sekitar 1 tahun.
Menggunakan transmisi hidrolik. Tanpa kereta pembangkit (BP). Bogie bolsterless. Dua kereta bermesin (2 kabin) kapasitas 130 orang, dua kereta ikutan kapasitas 174 orang. Total 4 kereta kapasitas 608 penumpang.
Dari tiga nama yang diajukan PTKA, Tugu Muda Ekspress, Lawang Sewu Ekspress, Banyubiru Ekspress, Gubernur memilih nama Banyubiru. Namun di kereta disamping logo Banyubiru, dipasang juga gambar Lawang Sewu dan Tugumuda.
Pemilihan lintasan dan kelas ekonomi, dengan alasan cukup besarnya peminat terutama dari kalangan ekonomis, serta kapasitas jalur Semarang Sragen masih memungkinkan.
Belum ada penjelasan mengapa hanya jalan 1 kali PP. Kemungkinan jika set ke-2 sudah datang, akan ada penyesuaian jadwal baik Banyubiru maupun Pandanwangi.
sumber: pidato sambutan dan wawancara beberapa narasumber.
Sesuai rencana, KRDI Banyubiru ini bersifat PATAS. Pemberhentian hanya di St. Sm.Tawang, St. Gundih, St. Salem, St. Solo Balapan, St. Solo Jebres, dan St. Sragen.
Saat peresmian, diberangkatkan dari Sm.Tawang jam 10an, masuk Gundih 11.22, Salem 11.53, Solo Balapan 12.26, masuk Sragen 13.40.
Di Sragen ada seremonial juga, oleh Bupati dan jajaran Kab. Sragen.
Pukul 14.00 kembali meluncur ke Timur. Karena track bagus, Sragen-Jebres dikebut 16 menitan. Lepas Solo Balapan jam 14.48, sempat "masuk angin" sekitar 12 menit. Beres lanjut lagi, masuk Salem 15.21. Kembali ke Gundih jam 15.46. Masuk Alastuwa jam 17.16, sempat tertahan disini mungkin karena dampak anjlokan Argo Anggrek. Masuk Tawang 17.40, Argo Anggrek belum berangkat.
Seperti halnya Pandanwangi, kecepatan di lintasan bervariasi. Jika track yang sudah bagus (beton) bisa 60km/jam lebih. Namun untuk lintasan buruk yang masih bantalan kayu, berjalan 35-40 km/jam.
Lintas Brumbung-Kedungjati pemandangannya full kebun tembakau. Memandang ijo-ijo, sambil ngerokok (bagi yang merokok)..
Lintas Kedungjati Gundih pemandangan hutan jati, tapi kalau kemarau gersang. Luar dalam panas, gerah..
Lintas Sumberlawang- Salem, adu balapan dengan mobil..
Lintas Palur-Masaran, full ijo-ijo. Mantap untuk foto dari dalam maupun luar (Mas Zudi kapan...?)
Sampai 2 minggu pasca lebaran, KRDI ini akan terus dimonitor dari tim INKA. Salah seorang tim INKA sepertinya orang milist. Kasihan capek, kurang tidur, lembur terus mempersiapkan pengoperasian perdana.
Rencananya, Banyubiru ini selama operasional akan ada pengawalan petugas.
Sepanjang perjalanan, karena KA baru, jadi tontonan orang. Mulai dari penduduk lokal, JPJ, pekerja track, sampai orang-orang stasiun. Saat tertahan di ATA, jadi tontonan masyarakat yang sedang ngabuburit
Laporan dan Poto oleh : Kang Bas (baskoro@......)
Klik gtambar untuk memperbesar...
Bravo Perkeretaapian Indonesia..
Majulah karya anak bangsa...
![[Image: spammingsj0.gif]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/spammingsj0.gif)
