kutipan dari tempointeraktif :
Quote:PT Kereta Indonesia Berencana Aktifkan Rel Mati
Kamis, 11 Juni 2009 | 15:20 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Sepanjang 159,855 kilometer rel kereta api milik PT Kereta Api (persero) daerah Operasi VI merupakan rel mati. Pihak PT Kereta Api sedang melakukan studi rencana merevitalisasi rel tersebut untuk diaktifkan kembali. Rel-rel tersebut merupakan rel ketera api peninggalan Belanda yang digunakan sebagai rel kereta api transportasi darat pengangkutan tebu dan penumpang.
“Kami masih menghitung untung dan ruginya jika rel-rel mati tersebut direvitalisasi, studi sedang dilakukan para akademisi dan pemerintah daerah yang dilewati,†kata Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI, Eko Budiyanto, Kamis (11/6).
Data di Unit Properti PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta, ada 159, 855 yang sudah tidak difugsikan yaitu Yogyakarta-Ambarawa yang (70 kilometer), Yogyakarta –Secang (38 kilometer) Secang-Parakan (27,400 kilometer), Yogyakarta-Palbapang (15,700 Km), Gembulu-Kartosuro (14 kilometer), Purwosari-Boyolali (22 kilometer), Wonogiri-Baturetno (17 kilometer) dan Kartasura-Wonosari (18 kilometer).
Menurut Eko, di wilayah Daerah operasi VI ada beberapa jalur rel KA yang sudah mati berpotensi dihidupkan lagi karena kondisinya masih memungkinkan. Berdasarkan survei ada tiga rute yakni Yogyakarta-Palpabang (Bantul), Kartasura-Wonosari dan Yogyakarta-Secang. Namun banyak juga yang sudah sulit dihidupkan lagi misalnya di atas rel tersebut sudah dibangun permukiman warga dan lainnya.
Menurut kepala bagian Humas PT Kereta Api (persero) Adi Suryatmini mengakui, memang ada rencana untuk menghidupkan kembali jalur kereta api yang sudah tidak difungsikan. Wacana tersebut untuk menggerakkan roda perekonomian di daerah yang dilintasi rel.
“Studi untuk memfungsikan kembali rel mati itu butuh waktu lama, saat ini masih dilakukan kajian-kajiannya,†kata dia.
Studi tersebut, kata Adi Suryatmini untuk menyesuaikan kereta api jenis apa yang layak melintasi di jalur rel yang akan dihidupkan itu, termasuk tarifnya. Dari hasil survei memang menunjukkan ada beberapa rute kereta yang akan dihidupkan lagi seperti di daerah Wonosobo, Solo dan Magelang.
"Kami berharap semua pihak mendukung, baik dari BUMN (badan usaha milik negara) atau pemerintah daerah yang dilintasi rel. Sejauh ini, pemerintah daerah mendukung karena pembukaan jalur rel kereta api tersebut sangat menguntungkan," kata dia.
Sementara itu, PT Kereta Api (persero) akan menurunkan tarif kereta api kelas eksekutif Rp 20 ribu-Rp 50 ribu mulai 1 Agustus 2009 mendatang. namun para penumpang tidak mendapatkan fasilitas makan dan minum seperti biasanya.
“Penumpang tidak diberi jatah makan dan minum, namun kami mengoptomalkan restorasi kereta api, penumpang bisa sesukanya memilih menu,†kata Adi Suryatmini.
Sebab, tambah dia, dengan mengurangi jatah makan dan minum, pihak Kertea Api bisa mengurangi biaya operasional dan justru akan menambah variasi menu restorarasi di kereta.
MUH SYAIFULLAH
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"

