18-07-2009, 03:41 PM
NUANSA GAIB LOKASI TABRAKAN KA DI GROBOGAN, Tabrakan Terjadi di Lintasan ’KA Hantu’
AKHIR Desember 2002, masyarakat Kabupaten Grobogan dan sekitarnya pernah dihebohkan adanya ‘kereta api (KA) Hantu’ yang menggoda masinis KA penumpang BB 20029 jurusan Cepu-Semarang di tengah perjalanan.
Ceritanya, saat itu KA penumpang BB 20029 siap berangkat dari Stasiun Sedadi menuju Stasiun Karangjati. Ketika kereta sudah mendapat ‘lampu hijau’ dari KS Stasiun Sedadi, masinis Mashuri yang memegang kemudi KA penumpang BB 20029 pun segera memberangkatkan rangkaian keretanya yang terdiri satu lokomotif dan tujuh gerbong.
Tapi apa yang terjadi kemudian?
Beberapa saat setelah kereta penumpang itu meninggalkan Stasiun Sedadi, di kejauhan Mashuri melihat ada kereta yang datang dari arah berlawanan. Tepatnya terjadi di KM 51+3/2. Kereta dari arah berlawanan itu memberi kode lampu agar kereta yang dijalankan Mashuri berhenti dan dimundurkan menuju Stasiun Sedadi.
Terang saja Mashuri jondhil melihat hal itu. Pasalnya, kereta yang dikemudikannya sudah melaju dalam kecepatan tinggi. Kalau kereta tidak segera direm, dalam beberapa menit lagi tentu akan terjadi tabrakan hebat!
Untung tak terjadi shock berat pada diri masinis Mashuri! Dengan sisa-sisa kesadarannya, Mashuri lalu menarik rem darurat agar keretanya berhenti. Sementara kereta dari arah barat itu terus melaju menghampirinya.
Kejadian yang berlangsung pada pukul 08.34 itu membuat kaget dan panik sekitar 350 penumpang yang berada di dalam 6 gerbong. Tak sedikit yang berjatuhan di dalam kereta, juga membuat berantakan segala yang berada di salah satu gerbong barang yang ditarik lokomotifnya di bagian paling belakang.
Di antara kepanikan penumpang tampak puluhan orang berloncatan keluar dari dalam kereta untuk menyelamatkan diri.
“Awas sepure arep nabrak!!†teriak seorang penumpang saat itu.
Mashuri bersama asisten masinis Kasmuri langsung menenangkan penumpang dan kemudian dia turun dan cepat-cepat memotong daun pisang, lalu melambai-lambaikan daun itu agar KA yang datang dari arah berlawanan itu berhenti.
Setelah kereta dari arah berlawanan itu berhenti, Mashuri naik kembali dengan maksud akan membawa KA yang dijalankannya balik ke Stasiun Sedadi dengan cara berjalan mundur.
Namun ketika akan mundur, tiba-tiba KA dari arah berlawanan yang selalu menyalakan lampu itu hilang dari pandangannya. Mashuri lalu menghubungi ke petugas Stasiun Karangjati dengan radio loko untuk mencari tahu KA apa yang akan lewat di jalur tersebut.
Karena tidak ada jawaban dan Mashuri tidak mau berspekulasi, kala itu ia tetap memutuskan untuk mundur dan kembali ke Stasiun Sedadi.
Lalu apakah kecelakaan antara KA Ekonomi Kerta Jaya dengan KA Eksekutif Sembrani jurusan Jakarta-Surabaya di Stasun Gubug, Minggu dini hari lalu juga karena ulah ‘KA Hantu’?
Tidak ada seorangpun yang bisa memastikan kebenarannya, karena satu-satunya saksi kunci, yakni masinis KA Kerta Jaya sudah tewas saat tabrakan Sabtu dini hari lalu. Lebih jauh dengan nuansa gaib di lokasi itu, silakan baca Merapi besok.
Diambil dari cerita Jagading Lelembut.com
AKHIR Desember 2002, masyarakat Kabupaten Grobogan dan sekitarnya pernah dihebohkan adanya ‘kereta api (KA) Hantu’ yang menggoda masinis KA penumpang BB 20029 jurusan Cepu-Semarang di tengah perjalanan.
Ceritanya, saat itu KA penumpang BB 20029 siap berangkat dari Stasiun Sedadi menuju Stasiun Karangjati. Ketika kereta sudah mendapat ‘lampu hijau’ dari KS Stasiun Sedadi, masinis Mashuri yang memegang kemudi KA penumpang BB 20029 pun segera memberangkatkan rangkaian keretanya yang terdiri satu lokomotif dan tujuh gerbong.
Tapi apa yang terjadi kemudian?
Beberapa saat setelah kereta penumpang itu meninggalkan Stasiun Sedadi, di kejauhan Mashuri melihat ada kereta yang datang dari arah berlawanan. Tepatnya terjadi di KM 51+3/2. Kereta dari arah berlawanan itu memberi kode lampu agar kereta yang dijalankan Mashuri berhenti dan dimundurkan menuju Stasiun Sedadi.
Terang saja Mashuri jondhil melihat hal itu. Pasalnya, kereta yang dikemudikannya sudah melaju dalam kecepatan tinggi. Kalau kereta tidak segera direm, dalam beberapa menit lagi tentu akan terjadi tabrakan hebat!
Untung tak terjadi shock berat pada diri masinis Mashuri! Dengan sisa-sisa kesadarannya, Mashuri lalu menarik rem darurat agar keretanya berhenti. Sementara kereta dari arah barat itu terus melaju menghampirinya.
Kejadian yang berlangsung pada pukul 08.34 itu membuat kaget dan panik sekitar 350 penumpang yang berada di dalam 6 gerbong. Tak sedikit yang berjatuhan di dalam kereta, juga membuat berantakan segala yang berada di salah satu gerbong barang yang ditarik lokomotifnya di bagian paling belakang.
Di antara kepanikan penumpang tampak puluhan orang berloncatan keluar dari dalam kereta untuk menyelamatkan diri.
“Awas sepure arep nabrak!!†teriak seorang penumpang saat itu.
Mashuri bersama asisten masinis Kasmuri langsung menenangkan penumpang dan kemudian dia turun dan cepat-cepat memotong daun pisang, lalu melambai-lambaikan daun itu agar KA yang datang dari arah berlawanan itu berhenti.
Setelah kereta dari arah berlawanan itu berhenti, Mashuri naik kembali dengan maksud akan membawa KA yang dijalankannya balik ke Stasiun Sedadi dengan cara berjalan mundur.
Namun ketika akan mundur, tiba-tiba KA dari arah berlawanan yang selalu menyalakan lampu itu hilang dari pandangannya. Mashuri lalu menghubungi ke petugas Stasiun Karangjati dengan radio loko untuk mencari tahu KA apa yang akan lewat di jalur tersebut.
Karena tidak ada jawaban dan Mashuri tidak mau berspekulasi, kala itu ia tetap memutuskan untuk mundur dan kembali ke Stasiun Sedadi.
Lalu apakah kecelakaan antara KA Ekonomi Kerta Jaya dengan KA Eksekutif Sembrani jurusan Jakarta-Surabaya di Stasun Gubug, Minggu dini hari lalu juga karena ulah ‘KA Hantu’?
Tidak ada seorangpun yang bisa memastikan kebenarannya, karena satu-satunya saksi kunci, yakni masinis KA Kerta Jaya sudah tewas saat tabrakan Sabtu dini hari lalu. Lebih jauh dengan nuansa gaib di lokasi itu, silakan baca Merapi besok.
Diambil dari cerita Jagading Lelembut.com
