06-10-2008, 03:21 PM
Harus dilihat dulu penjualan tiket kereta executive, apakah supply dan demand nya masih bisa ditoleransi oleh rangkaian Purwojaya atau rangkaian K1 lainnya (BIMA, TAKSAKA, LAWU, dll). Selain itu, penambahan jadual baru akan merubah perka keseluruhan.
Di sisi lain, jika DAOP V memaksakan membuat rangkaian satwa atau argo sekalipun, artinya sudah mulai menanggung beban biaya untuk rangkaian tersebut, yang harus dapat ditutupi dari penjualan tiket, makanan dan kaos dekoppel... wakakakakak.
Saya pribadi sih melihat, DAOP V masih belum mau mengikuti DAOP IV dengan CIREK/ARGO JATI karena para penumpangnya masih bisa diangkut kereta-kereta milik DAOP lainnya.
Setahu saya di PTKA, Stasion akan menerima revenue dari penjualan tiket di tempatnya dan disetorkan ke DAOPnya. Jadi DAOP V menerima pendapatan dari penjualan tiket kereta api milik DAOP lainnya.
Di sisi lain, jika DAOP V memaksakan membuat rangkaian satwa atau argo sekalipun, artinya sudah mulai menanggung beban biaya untuk rangkaian tersebut, yang harus dapat ditutupi dari penjualan tiket, makanan dan kaos dekoppel... wakakakakak.
Saya pribadi sih melihat, DAOP V masih belum mau mengikuti DAOP IV dengan CIREK/ARGO JATI karena para penumpangnya masih bisa diangkut kereta-kereta milik DAOP lainnya.
Setahu saya di PTKA, Stasion akan menerima revenue dari penjualan tiket di tempatnya dan disetorkan ke DAOPnya. Jadi DAOP V menerima pendapatan dari penjualan tiket kereta api milik DAOP lainnya.
