08-10-2008, 09:36 PM
mungkin tambahan ya ... tapi gambar elektro magnet di rel qu blm bisa upload ....
di rel yg sdh pake persinyalan elektrik memang ada aliran listrik searah (DC) 3V ... gunanya untuk mendeteksi lokasi sarana yg berjalan di atas rel .... waktu nggak ada KA antara 2 stasiun maka aliran tsb diterima peralatan di kedua stasiun ... namun jika ada KA (roda dan as dari besi atw sejenis yg dpt menghantarkan listrik) maka terjadi aliran arus pendek (teori listrik akan mengambil jalan terpendek) yaitu melalui roda sehingga arus listrik tidak akan diterima oleh kedua stasiun sehingga di panel pelayanan wilayah yg ada KA nya menjadi berwarna merah ... arus listrik yang berputar-putar di sekitar roda KA menimbulkan induksi elektromagnetis ... namun area yang dipengaruhi induksi tersebut tidak jauh (sekitar 25 meter) ....
jadi betul kalo di atas rel yang sedang dipakai oleh KA terjadi induksi gelombang elektromagnetis .... tapi apakah itu berpengaruh pada proses kelistrikan pada kendaraan lain belum dapat dibuktikan .... tapi mungkin bisa terjadi jika pengapian kendaraan lain tsb menggunakan kontrol elektromagnet juga .... misalnya CDI ...
jika terjadi mobil tiba-tiba mogok di perlintasan KA sewaktu tidak ada KA maka mogok tsb diakibatkan gangguan murni dari mobil ybs (tp mungkin juga diganggu setan/jurik/jin penunggu pintu lintasan ... heheheheheh ...) karena saat itu tidak ada induksi elektromagnetik ...
jika terjadi mobil tiba-tiba mogok di perlintasan KA namun KA yg akan lewat masih jauh (> 25 m) maka dipastikan sopir panik karena melihat ada KA mau lewat ... yg seharusnya nginjek gas malah nginjek rem tanpa nginjek kopling ..... atw nginjek gas nya terlalu dalem padahal persneling di posisi tinggi ... (overspeed ya ?) ...
jika terjadi mobil tiba-tiba mogok di perlintasan KA namun KA yg akan lewat sudah dekat (< 25 m) maka bisa diduga terjadi akibat induksi elektromagnetis yang ditimbulkan seperti yang qu uraikan di atas ...
kurang lebihnya mohon maklum ..... kekekekekekekek .......
di rel yg sdh pake persinyalan elektrik memang ada aliran listrik searah (DC) 3V ... gunanya untuk mendeteksi lokasi sarana yg berjalan di atas rel .... waktu nggak ada KA antara 2 stasiun maka aliran tsb diterima peralatan di kedua stasiun ... namun jika ada KA (roda dan as dari besi atw sejenis yg dpt menghantarkan listrik) maka terjadi aliran arus pendek (teori listrik akan mengambil jalan terpendek) yaitu melalui roda sehingga arus listrik tidak akan diterima oleh kedua stasiun sehingga di panel pelayanan wilayah yg ada KA nya menjadi berwarna merah ... arus listrik yang berputar-putar di sekitar roda KA menimbulkan induksi elektromagnetis ... namun area yang dipengaruhi induksi tersebut tidak jauh (sekitar 25 meter) ....
jadi betul kalo di atas rel yang sedang dipakai oleh KA terjadi induksi gelombang elektromagnetis .... tapi apakah itu berpengaruh pada proses kelistrikan pada kendaraan lain belum dapat dibuktikan .... tapi mungkin bisa terjadi jika pengapian kendaraan lain tsb menggunakan kontrol elektromagnet juga .... misalnya CDI ...
jika terjadi mobil tiba-tiba mogok di perlintasan KA sewaktu tidak ada KA maka mogok tsb diakibatkan gangguan murni dari mobil ybs (tp mungkin juga diganggu setan/jurik/jin penunggu pintu lintasan ... heheheheheh ...) karena saat itu tidak ada induksi elektromagnetik ...
jika terjadi mobil tiba-tiba mogok di perlintasan KA namun KA yg akan lewat masih jauh (> 25 m) maka dipastikan sopir panik karena melihat ada KA mau lewat ... yg seharusnya nginjek gas malah nginjek rem tanpa nginjek kopling ..... atw nginjek gas nya terlalu dalem padahal persneling di posisi tinggi ... (overspeed ya ?) ...
jika terjadi mobil tiba-tiba mogok di perlintasan KA namun KA yg akan lewat sudah dekat (< 25 m) maka bisa diduga terjadi akibat induksi elektromagnetis yang ditimbulkan seperti yang qu uraikan di atas ...
kurang lebihnya mohon maklum ..... kekekekekekekek .......

![[Image: saveourearth_01.png]](https://www.semboyan35.com/images/saveourearth_01.png)