21-08-2009, 06:12 PM
informasi ini mungkin bisa membantu:
perkembangan KRDI di NAD memang masih berjalan tersendat2. hal ini terkait dengan kondisi keuangan, prioritas pemerintah dan juga ketersediaan tenaga yang handal. sejauh ini, jalurnya baru terbangun 16 km dari Krueng Maneh ke Krueng Geukeuh di lintas Banda Aceh - Kuala Simpang (detailnya ada di tulisan saya tentang KA di NAD). akhir lebaran akan dilanjutkan kembali pengerjaannya oleh Satker NAD Dephub.
soal KRDI, ada beberapa fakta menarik:
-memang benar banyak yang tidak berminat (atau menolak?) untuk ditugaskan ke sana karena beberapa alasan selain yang disebutkan di post sebelumnya, seperti masih belum jelasnya pengelolaan perkeretaapian disana, apakah dioperasikan oleh Dishub yang notabene perpanjangan tangan pemda NAD (karena memang usulan revitalisasi datang dari gubernur NAD), swasta murni, atau PT. Kereta Api (Persero), lalu faktor "ketakutan" mengenai kondisi NAD yang masih mencitrakan nuansa seram khususnya (maaf) bagi suku jawa. tapi syukurlah kini sudah ada (meskipun tidak banyak) kawan2 dari Divre III yang beraksi disana.
-KRDI tersebut di parkir di rel seperti apa adanya. tetapi yang menarik disini ternyata kereta tersebut aman2 saja. selain karena ketidak tahuan warga lokal (khususnya), juga karena ketidak pedulian mereka. yang lebih seru lagi adalah mengenai penolakan warga NAD. mereka awalnya menolak keras, tetapi dengan pendekatan persuasif, akhirnya keadaan bisa di minimalisr. dan bahkan saat uji coba pertama kalinya, banyak orang berduyun2 menonton di sepanjang jalur dan saat kereta berhenti orang2 menyalami rombongan (masinis, teknisi, orang2 Dephub) yang turun dari KRDI tsb. mereka (umumnya memang generasi tua) berterimakasih dan sangat mengharapkan agar proyek ini rampung secepanya. nostalgia indah mereka akan geliat kehidupan perkeretaapian di NAD kembali menyala
dan nantinya jikalau memungkinkan saya hendak meminta dokumentasi dari rekan2 yang akan melanjutkan pekerjaannya di sana selepas lebaran dan insyaallah akan saya posting disini.
perkembangan KRDI di NAD memang masih berjalan tersendat2. hal ini terkait dengan kondisi keuangan, prioritas pemerintah dan juga ketersediaan tenaga yang handal. sejauh ini, jalurnya baru terbangun 16 km dari Krueng Maneh ke Krueng Geukeuh di lintas Banda Aceh - Kuala Simpang (detailnya ada di tulisan saya tentang KA di NAD). akhir lebaran akan dilanjutkan kembali pengerjaannya oleh Satker NAD Dephub.
soal KRDI, ada beberapa fakta menarik:
-memang benar banyak yang tidak berminat (atau menolak?) untuk ditugaskan ke sana karena beberapa alasan selain yang disebutkan di post sebelumnya, seperti masih belum jelasnya pengelolaan perkeretaapian disana, apakah dioperasikan oleh Dishub yang notabene perpanjangan tangan pemda NAD (karena memang usulan revitalisasi datang dari gubernur NAD), swasta murni, atau PT. Kereta Api (Persero), lalu faktor "ketakutan" mengenai kondisi NAD yang masih mencitrakan nuansa seram khususnya (maaf) bagi suku jawa. tapi syukurlah kini sudah ada (meskipun tidak banyak) kawan2 dari Divre III yang beraksi disana.
-KRDI tersebut di parkir di rel seperti apa adanya. tetapi yang menarik disini ternyata kereta tersebut aman2 saja. selain karena ketidak tahuan warga lokal (khususnya), juga karena ketidak pedulian mereka. yang lebih seru lagi adalah mengenai penolakan warga NAD. mereka awalnya menolak keras, tetapi dengan pendekatan persuasif, akhirnya keadaan bisa di minimalisr. dan bahkan saat uji coba pertama kalinya, banyak orang berduyun2 menonton di sepanjang jalur dan saat kereta berhenti orang2 menyalami rombongan (masinis, teknisi, orang2 Dephub) yang turun dari KRDI tsb. mereka (umumnya memang generasi tua) berterimakasih dan sangat mengharapkan agar proyek ini rampung secepanya. nostalgia indah mereka akan geliat kehidupan perkeretaapian di NAD kembali menyala
dan nantinya jikalau memungkinkan saya hendak meminta dokumentasi dari rekan2 yang akan melanjutkan pekerjaannya di sana selepas lebaran dan insyaallah akan saya posting disini.
