13-10-2008, 05:08 PM
memang untuk masalah kesejahteraan khusunya di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) banyak dikeluhkan oleh para "abdi dalemnya"... kebetulan saja kadang ada beberapa "abdi dalem" yang sering curhat mengenai kesejahteraan dan memang rada miris dan sedih juga dengerinnya.
tapi saya tidak dapat berbuat banyak... I'm not GodFather.. saya cuma bisa kasih masukan bahwa SEGALA SESUATU HARUS DISYUKURI , BAIK SENANG MAUPUN SUSAH karena itu berarti GUSTI ALLOH SWT masih sayang dan mengasihi serta dekat dengan kita....
khusus untuk para "raja" serta "patih" di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kiranya lebih arif dan bijaksana serta memahami (dalam hal ini kesejahteraan "abdi dalem") paling tidak usaha untuk berusaha dan terus berusaha untuk dapat menjadikan para "abdi dalem" ini sejahtera.... perbaiki management dan jenjang karir sesuai kemampuan... ada beberapa dan salah satunya adalah "posisi strategis" yang memang harus dikuasi oleh golongan para sarjana tapi tidak semuanya, karena saat ini yang sangat dikhawatirkan adalah masa depan karir yang tidak "jelas" , kemudian masalah aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang sangat "bejibun bin tajir" banget saat ini dibiarkan terlena dengan dikuasai "kurawa" sehingga merepotkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri contoh : kasus lintas JAKK TPK, bebarapa prasarana yang sia-sia (rumah dinas di sekitar sts CKG dan sts PDK), pembangunan beberapa sts yang kurang strategis sehingga mubazir serta masih banyak lagi lainnya.
sekedar pameo saja bahwa kalaw di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk karir dan jabatan itu ada istilah BERDIRI dan DUDUK... BERDIRI itu dkiaskan dengan "mencari muka" meskipun "kemampuan" pas-pasan atau bahkan "nol" akan mendapatkan "kursi lumayan empuk" (belum empuk benar) atau DUDUK yang berarti akan menjadi "abdi dalem" abadi kelas "kawilo alit" meskipun dia mempunyai kemampuan yang lebih diatas rata-rata.
kiranya demikian pendapat saya... mohon maaf kalaw ada kesalahan sekedar karena cinta dan kasih sayang saya saja kepada Kereta Api agar tetap terus ada dan ada sampai kapanpun....
tapi saya tidak dapat berbuat banyak... I'm not GodFather.. saya cuma bisa kasih masukan bahwa SEGALA SESUATU HARUS DISYUKURI , BAIK SENANG MAUPUN SUSAH karena itu berarti GUSTI ALLOH SWT masih sayang dan mengasihi serta dekat dengan kita....
khusus untuk para "raja" serta "patih" di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kiranya lebih arif dan bijaksana serta memahami (dalam hal ini kesejahteraan "abdi dalem") paling tidak usaha untuk berusaha dan terus berusaha untuk dapat menjadikan para "abdi dalem" ini sejahtera.... perbaiki management dan jenjang karir sesuai kemampuan... ada beberapa dan salah satunya adalah "posisi strategis" yang memang harus dikuasi oleh golongan para sarjana tapi tidak semuanya, karena saat ini yang sangat dikhawatirkan adalah masa depan karir yang tidak "jelas" , kemudian masalah aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang sangat "bejibun bin tajir" banget saat ini dibiarkan terlena dengan dikuasai "kurawa" sehingga merepotkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri contoh : kasus lintas JAKK TPK, bebarapa prasarana yang sia-sia (rumah dinas di sekitar sts CKG dan sts PDK), pembangunan beberapa sts yang kurang strategis sehingga mubazir serta masih banyak lagi lainnya.
sekedar pameo saja bahwa kalaw di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk karir dan jabatan itu ada istilah BERDIRI dan DUDUK... BERDIRI itu dkiaskan dengan "mencari muka" meskipun "kemampuan" pas-pasan atau bahkan "nol" akan mendapatkan "kursi lumayan empuk" (belum empuk benar) atau DUDUK yang berarti akan menjadi "abdi dalem" abadi kelas "kawilo alit" meskipun dia mempunyai kemampuan yang lebih diatas rata-rata.
kiranya demikian pendapat saya... mohon maaf kalaw ada kesalahan sekedar karena cinta dan kasih sayang saya saja kepada Kereta Api agar tetap terus ada dan ada sampai kapanpun....
