08-10-2009, 02:27 PM
(08-10-2009, 12:57 PM)Adam Faridl Wrote: Kalau begini harus meniru tekhnik Jepang[atau Busway jika di Indonesia].., di stasiun, kereta diberi batas berhenti.., jadi gak akan ada kebablasan atau belum nyampe peron gerbongnya..., nilai lebihnya penumpang bisa tinggal baris aja kalo nunggu kereta.., pintunya langsung ada dihadapan penumpang.., tapi susah kalau diterapkan di Jabotabek.., karena jumlah pintu di setiap gerbongnya belum seragam...,
gak juga, kan tipe krlnya banyak... ada yg dua pintu ada yg tiga pintu...
krl eko ac/ekspress ada yg 3 pintu dan 4 pintu.... hayo.....
dan diperon biasanya ada tandanya kok
"Batas Berhenti KRL 1 Set"
"Batas Berhenti KRL 2 Set"
naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut.....
http://transportationindonesia.wordpress.com/

