19-12-2010, 03:33 AM
(This post was last modified: 19-12-2010, 03:36 AM by nikmuracell.)
(07-07-2009, 11:56 AM)Gege Wrote: Ada berita teranyar...Sebagai informasi perlintasan mbah ruwet sudah di buat palang oleh dep hub , kemudian dibuatkan pos jaga tp open air (tanpa pintu dan kaca) (lain sama pos PJL lain) , Pintu ini bekerja secara otomatis kalo kereta lewat nutup kalo tidak ada kereta terbuka...
Lagi-lagi lempar bola....
Quote:MENYUSUL kecelakaan yang melibatkan KA Prambanan Ekspres dan bus Hadi Mulyo, Minggu 5 Juli lalu, tim trafic board (dewan lalu lintas) Klaten langsung mengadakan rapat. Salah satu pokok pembahasan adalah penanggung jawab palang perlintasan KA.
PT KA menyebut pemkab -dalam hal ini dishub- yang bertanggung jawab. Dishub berdalih tidak memiliki anggaran untuk keperluan tersebut. ''Tidak mungkin jika pemkab sendiri,'' elak Kadishub Klaten Jaka Sawaldi.
Tahun anggaran 2009 ini, menurut dia, tidak ada pos belanja untuk keperluan tersebut. Demikian juga pada 2008 lalu. "Terakhir dianggarkan pada APBD 2007," ujarnya.
Berdasarkan perhitungan, untuk pemasangan palang perlintasan KA tipe standar diperlukan setidaknya dana Rp 600 juta. "Setiap ada usul kegiatan perlintasan selalu dipangkas dalam rapat panitia anggaran. Jadi, kami sebagai pelaksana anggaran tidak bisa berbuat banyak," tambahnya.
Namun, dengan kondisi tersebut bukan berarti pemkab tinggal diam. Solusi paling mungkin dilakukan untuk mencegah kecelakaan di perlintasan "Mbah Ruwet" sudah ditentukan. Dishub mengusulkan pos penjagaan di pelintasan tersebut pada pembahasasn APBD Perubahan 2009. "Tentu setelah mendapat persetujuan dari PT KA. Itu karena lahan untuk membangun merupakan milik KA. Begitu juga tentang siapa yang menjaga pos perlintasan tersebut. Personelnya tidak mungkin diambil dari PNS," ujarnya.
Humas Daop VI Jogjakarta Eko Budiyanto menegaskan, pemkablah yang bertanggung jawab penuh atas keamanan perlintasan KA karena wilayahnya masuk pemkab. "Pemkab Klaten sebagai pemilik wilayah. Begitu juga siapa petugas yang akan dimina menjaga perlintasan. Kalau sekadar membangun pos jaga itu mudah. Siapa saja bisa. Masalahnya, siapa yang menjaga. Kalau diserahkan PT KA, itu bukan kewenangan kami," ujarnya. (oh/jpnn/ruk)
Adakah jalan keluar ?????
Kenyataan dilapangan semua bekerja dgn baikk di test oke dan sempurna ketika kereta datang menutup setelah lewat membuka... tapi kenyataan diluar dugaan juga terjadi karena setelah ditinggal ( tdk ada orang), tidak ada kereta palangnya nutup dan kalo ada kereta malah terbuka (ini bukan cerita mistis).
Akhirnya pintu di kawatin karena dianggap mengganggu, dan sampai sekarang kembali seperti dulu tanpa pintu, semua dah raib palang, speaker, lampu.... tidak ada lagi ditempatnya
Kalo mengharapkan jALAN KELUAR, saya lebih setuju dibikin jalan buntu saja dari pokak ke jombor bisa belok kiri lewat pintu trucuk atau kanan lewat pintu Dlimas (jln ke arah kr wuni PJL 251) semua ada Penjaganya..
Selesai dan irit biaya, paling keluar biaya dikit buat tulisan / Banner
" JALAN BUNTU".... selesai gak perlu susah-2 kumpulkan perangkat desa,kepolisian,PT KA (di mufakatkan).... harapan saya semoga jalan itu di buntu... dari pada berkutat di masalah dana saja toh jaln tersebut tidak "heavy traffic" dari pada udah dibikin kayak kemarin tapi tidak berfungsi secara maksimal malah sekarang raib...cuma sia-sia aja itu dana makasi...
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
YAHOO!
nikimura.cellular



![[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]](http://i908.photobucket.com/albums/ac282/andakh/stasiunkeretaapibogor.jpg)



![[Image: loudtalks.jpg]](http://i303.photobucket.com/albums/nn144/Alfan_bulogo/loudtalks.jpg)
![[Image: 76561198165808142.png]](http://steamsignature.com/profile/english/76561198165808142.png)
