Posts: 586
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
11
luke_q Wrote:CC 204 itu kontrolernya pake GE Dash 8 Series lho yang notabene udah lama dipake di amrik kan seharusnya udah ga ada BUG lagi.Knapa dipake CC204 malah ada bugnya????
yg saya tau memang ga semudah itu mas
controller GE dash-8 di amerika di pasang di loko dengan mesin GE HDL yg terbaru, deain baru sistim baru
di Indonesia perangkat komputer itu di pasang di mesin 7 FDL 8 yang desainnya ga berubah dari awal keluar pada 1957
itu sama saja memasang Stand Alone engine management computer yg ada di mobil fast and furious, ke kijang kotak angkot tahun 1991, bisa jalan tapi beberapa sensor harus diset ulang supaya tidak membaca parameter yg salah
Posts: 3,070
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
3
WOODWARD Wrote:yg saya tau memang ga semudah itu mas
controller GE dash-8 di amerika di pasang di loko dengan mesin GE HDL yg terbaru, deain baru sistim baru
di Indonesia perangkat komputer itu di pasang di mesin 7 FDL 8 yang desainnya ga berubah dari awal keluar pada 1957
itu sama saja memasang Stand Alone engine management computer yg ada di mobil fast and furious, ke kijang kotak angkot tahun 1991, bisa jalan tapi beberapa sensor harus diset ulang supaya tidak membaca parameter yg salah Mas...mas...mobil saya kijang kotak tahun 1991...  tapi bukan bekas angkot
pertanyaannya: kok CC204 masi pake 7 FDL 8? kok ga pake GE HDL?
Posts: 737
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
0
pertanyaan selanjutnya?? jika pake mesin GE HDL, kok ngga sekalian Dash 8 nya sajah yang jadi lok CC 204??
Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
cc201_106 Wrote:pertanyaan selanjutnya?? jika pake mesin GE HDL, kok ngga sekalian Dash 8 nya sajah yang jadi lok CC 204??
mesin GE HDL apa ada yang versi 8 silinder ?
Posts: 1,737
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
21
Ian Antono-CC20327 Wrote:Trus Q jga brharap utk penyediaan Lok baru utk Jawa khususny, jgn datangkan CC204 tetapi CC203.
Soalny mnurut pengalaman rekan2 msinis & org Dipo Traksi CC204 wlaupun canggih pke komputer tapi mesinny sering rewel & sulit "digeber" kecepatanny, dan mreka malah lebih suka dgn CC201 ataupun CC203 yg mesinny bandel, mudah pngoperasian, dan gak mudah rewel.
So buat apa beli Lok baru dgn fitur canggih tapi mudah rewel dan pengoperasian sulit karena tidak smua masinis bsa mnjalankanny krena hanya msinis BD,YK, dan SDT yg bru bsa mngoperasikanny.
Mngkn ada tanggapan lain dr tmen2.....!!!!
Maaf klo ada kata2 yg salah.
..........................
Darkz Cyberionz Z-27
CC 203 emang lebih ulet , namun lebih berat dan cepet ngerusak rel , rel di jawa aja uda ketir2 kalo C3 lewat !
Biar bagus , mending C1 aja dimodif dikit jadi C3 , trus HP nya ditambah , kaya tenaga C1 yang R (walopun yang R adalah upgrade-an dari BB203) tapi berbodi C3
![[Image: 79HOP8.jpg]](http://i.cubeupload.com/79HOP8.jpg)
Hasil karya saya covering lagu di SOUNDCLOUD, like ya
Posts: 3,191
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
16
Quote:By: bagus70
CC204 bugnya bukan pada komputer, tetapi pada komponen-komponennya yang buatan RRC, seperti bearing TM, suspensi, dan roda.
Pihak PT KA menganggap, lebih baik kalau CC204 adalah lok baru, bukan rehab CC201, karena wkatu yang diperlukan untuk merehab CC201 menjadi CC204 jadinya terlalu lama, dan malah membuat PT KA merugi, karena kekurangan lokomotif.
Kalo masih komponennya "tambal sulam" dari negeri Tirai Bambu yang rata-rata asal jadi & ga awet pasti bakal kasihan si 204nya...
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Posts: 223
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
1
bukannya vendornya yg dr RRC(bearing) dah dicoret mas dr daftar rekanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)?
Posts: 222
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
10
(08-06-2008, 06:40 AM)Ian Antono-CC20327 Wrote: Trus Q jga brharap utk penyediaan Lok baru utk Jawa khususny, jgn datangkan CC204 tetapi CC203.
Soalny mnurut pengalaman rekan2 msinis & org Dipo Traksi CC204 wlaupun canggih pke komputer tapi mesinny sering rewel & sulit "digeber" kecepatanny, dan mreka malah lebih suka dgn CC201 ataupun CC203 yg mesinny bandel, mudah pngoperasian, dan gak mudah rewel.
So buat apa beli Lok baru dgn fitur canggih tapi mudah rewel dan pengoperasian sulit karena tidak smua masinis bsa mnjalankanny krena hanya msinis BD,YK, dan SDT yg bru bsa mngoperasikanny.
Mngkn ada tanggapan lain dr tmen2.....!!!!
Maaf klo ada kata2 yg salah.
..........................
Darkz Cyberionz Z-27
Kenapa CC204 dan bukan CC201/3 karena teknologi dua jenis lok itu adalah DC/DC yang sudah tidak diproduksi lagi oleh GE (ini kata orang dalam sendiri lho). Sebetulnya kalo mau pesan tipe ini boleh juga, tapi biayanya mahal karena harus custom alias buat khusus. Apa PTKA mau bayar lebih mahal untuk teknologi yang usang.
Untuk rekan masinis2 memang merasa CC204 susah digeber, karena komputernya yang menjaga putaran mesin, supaya bahan bakar irit dan suku cadang mesin lebih awet. Lha kalo seneng geber2an kan mesin cepet jebol, dan ini adalah solusi PTKA dan GE untuk 'mendidik' masinis bandel yang hobinya main geber aja. Karena perilaku penggunanya ndak bisa diubah, ya loknya yang menyesuaikan sehingga mau tidak mau masinis juga harus berubah.
So buat apa beli lok canggih? Karena saat ini yang tersedia adalah lok canggih dan mendidik masinis mengoperasikan lok ini akan jauh lebih murah daripada membuat lok berteknologi usang dengan harga yang mahal.
Soni
Posts: 928
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
3
(28-04-2009, 04:16 PM)spoorsoni Wrote: (08-06-2008, 06:40 AM)Ian Antono-CC20327 Wrote: Trus Q jga brharap utk penyediaan Lok baru utk Jawa khususny, jgn datangkan CC204 tetapi CC203.
Soalny mnurut pengalaman rekan2 msinis & org Dipo Traksi CC204 wlaupun canggih pke komputer tapi mesinny sering rewel & sulit "digeber" kecepatanny, dan mreka malah lebih suka dgn CC201 ataupun CC203 yg mesinny bandel, mudah pngoperasian, dan gak mudah rewel.
So buat apa beli Lok baru dgn fitur canggih tapi mudah rewel dan pengoperasian sulit karena tidak smua masinis bsa mnjalankanny krena hanya msinis BD,YK, dan SDT yg bru bsa mngoperasikanny.
Mngkn ada tanggapan lain dr tmen2.....!!!!
Maaf klo ada kata2 yg salah.
..........................
Darkz Cyberionz Z-27
Kenapa CC204 dan bukan CC201/3 karena teknologi dua jenis lok itu adalah DC/DC yang sudah tidak diproduksi lagi oleh GE (ini kata orang dalam sendiri lho). Sebetulnya kalo mau pesan tipe ini boleh juga, tapi biayanya mahal karena harus custom alias buat khusus. Apa PTKA mau bayar lebih mahal untuk teknologi yang usang.
Untuk rekan masinis2 memang merasa CC204 susah digeber, karena komputernya yang menjaga putaran mesin, supaya bahan bakar irit dan suku cadang mesin lebih awet. Lha kalo seneng geber2an kan mesin cepet jebol, dan ini adalah solusi PTKA dan GE untuk 'mendidik' masinis bandel yang hobinya main geber aja. Karena perilaku penggunanya ndak bisa diubah, ya loknya yang menyesuaikan sehingga mau tidak mau masinis juga harus berubah.
So buat apa beli lok canggih? Karena saat ini yang tersedia adalah lok canggih dan mendidik masinis mengoperasikan lok ini akan jauh lebih murah daripada membuat lok berteknologi usang dengan harga yang mahal.
Soni
setuju om soni, masinis ntu kaya sopir bus ada yang halus ada yang kasar bawa kendaraannya jadi kalo sering kebut lokomotif juga bisa cepet rusak lah...
Posts: 537
Threads: 0
Joined: Apr 2009
Reputation:
7
(28-04-2009, 04:16 PM)spoorsoni Wrote: Kenapa CC204 dan bukan CC201/3 karena teknologi dua jenis lok itu adalah DC/DC yang sudah tidak diproduksi lagi oleh GE (ini kata orang dalam sendiri lho). Sebetulnya kalo mau pesan tipe ini boleh juga, tapi biayanya mahal karena harus custom alias buat khusus. Apa PTKA mau bayar lebih mahal untuk teknologi yang usang.
Untuk rekan masinis2 memang merasa CC204 susah digeber, karena komputernya yang menjaga putaran mesin, supaya bahan bakar irit dan suku cadang mesin lebih awet. Lha kalo seneng geber2an kan mesin cepet jebol, dan ini adalah solusi PTKA dan GE untuk 'mendidik' masinis bandel yang hobinya main geber aja. Karena perilaku penggunanya ndak bisa diubah, ya loknya yang menyesuaikan sehingga mau tidak mau masinis juga harus berubah.
So buat apa beli lok canggih? Karena saat ini yang tersedia adalah lok canggih dan mendidik masinis mengoperasikan lok ini akan jauh lebih murah daripada membuat lok berteknologi usang dengan harga yang mahal.
Soni
setuju banget bwt mas soni. klo pke loko usang terus kapan Kereta Api indonesia bakal maju...
ya ga?
|