04-11-2010, 11:07 AM
(03-11-2010, 09:57 PM)ghazbhuld Wrote: Wah, klo semua kereta berhenti di semua stasiun, bukannya bakal bikin pelanggan kelas atas kabur. Masalahnya, orang2 kelas inilah yg suka naik kereta ekspres karena kecepatan waktu tempuhnya. Klo pelanggan kelas atas kabur, maka mereka akan beralih kembali menggunakan mobil pribadi. Dan hasilnya yang ada jalanan di Jakarta malah tambah macet
Pengalaman di luar negeri, biasanya 40% dari jadwal KA komuter (seperti KRL) adalah KA komuter limited stop. Sisanya adalah all stop yang berperan sebagai feeder.
Tapi kenyamanannya sama: ber-AC, aman, dan malah pakai lantai karpet.

Kalau di KRL Jabodetabek, mayoritas KRL AC adalah limited stop, yang kalau saya bilang "ridiculously limited"
.Dan saya tambahkan sedikit, ada pakem bodoh di operator KRL bahwa KA full stop tak berhenti di Gambir. Sungguh bodoh....



![[Image: 5147433576_a332603046.jpg]](http://farm5.staticflickr.com/4049/5147433576_a332603046.jpg)

![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)


