05-02-2011, 01:27 AM
lumayan.... maksudnya yang AC-DC ma DC-DC itu berlaku DC/AC untuk 2 ataw 3 pasang roda aja yng d bawah loko?
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya 

|
Tanya Sistem Kelistrikan pada Lok Diesel Elektrik
|
|
05-02-2011, 01:27 AM
lumayan.... maksudnya yang AC-DC ma DC-DC itu berlaku DC/AC untuk 2 ataw 3 pasang roda aja yng d bawah loko?
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya
![]() (03-02-2011, 08:58 PM)WOODWARD Wrote: generator outputnya DC Merah : Maksud saya TM kan termasuk mesin listrik yang digunakan sebagai motor..nah, eksitasi mesin DCnya tuh apa.?self exited apa separately exited..? Soalnya setahu saya, salah satu cara untuk menaikkan torsi ato kecepatan pada sebuah motor listrik tuh 3 cara,.Menaikkan arus jangkar, memperbesar lilitan ama memperbesar eksitasi.. Biru : bushet... 2000 ampere...gedhe banget ya..ga kobong ya lilitannya..itu total 6 TM ato cuma 1 TM om.?Hehehe..saya hapus peritungan ngawur saya..daripada nantinya menyesatkan..
08-02-2011, 06:21 AM
(08-02-2011, 01:02 AM)phadeen Wrote:(03-02-2011, 08:58 PM)WOODWARD Wrote: itu namanya bukan eksitasi, tapi transisi (shunting) di tm ga ada eksitasi ngitungnya salah, itu 74 volt kan dari batere, yang sampe ke main generator gak segitu, output main generator juga gak segitu. musti itung dari flux magnet di main generator (10 poles) terakhir output dari main generator di bagi rata ke setiap TM yang aktif baru ketemu tenaga yang aslinya
08-02-2011, 12:18 PM
(08-02-2011, 06:21 AM)WOODWARD Wrote: itu namanya bukan eksitasi, tapi transisi (shunting) ![]() Terima kasih pencerahannya om..wah musti belajar banyak lagi tentang mesin listrik ne.. Kalo kudu ngitung mulai dari flux per pole wah ampun dah om.. ![]() Ntar gw kudu buka2 buku medan elektromagnetik lagi.. ![]() Semaleman nyari nameplate Alternator, main generator sampe TM ga nemu2..sampe gila... ![]()
08-02-2011, 01:26 PM
Mungkin bagan ini bisa menjelaskan dengan rinci bagaimana moto diesel terhubung dengan alternator dan TM:
![]() Pada rectifier untuk sistem AC-DC, selain unit rectifiernya sendiri terdapat juga kapasitor filter untuk menghaluskan gelombang arus DC yang keluar dari unit rectifier sehingga menjadi serupa dengan tegangan dari unit alternator DC. Besar arus yang mengalir pada TM (i) = daya keluaran dari alternator (P) / tegangan kerja TM (V), yang mana pada 1 unit TM biasanya berada pada rentang 1-50 A bergantung kepada spesifikasi TM yang dipakai (karena arus yang terlampau besar dapat membuat TM cepat rusak), dan TM arus DC lebih berat dibandingkan TM arus AC.
08-02-2011, 02:09 PM
Makanya saya penasaran banget dengan nameplate masing2 komponen kelistrikan di lokomotif DE..dengan diketahuinya tegangan kerja dan tegangan nominal(V), arus kerja dan arus nominal (I), secara kasaran kita bisa menghitung dan mengetahui secara perhitungan matematis konversi energi yang terjadi dalam lokomotif itu sendiri..
![]() (08-02-2011, 01:26 PM)Charles Wrote: Besar arus yang mengalir pada TM (i) = daya keluaran dari alternator (P) / tegangan kerja TM (V), yang mana pada 1 unit TM biasanya berada pada rentang 1-50 A bergantung kepada spesifikasi TM yang dipakai (karena arus yang terlampau besar dapat membuat TM cepat rusak), dan TM arus DC lebih berat dibandingkan TM arus AC. Makanya saya kurang suka dengan perlakuan me-NGEBUL-kan apalagi sampe meng-KOBONG-an lokomotif dengan menthrotlle secara kasaran (notch 1 langsung 5 ato 8).. ![]() Apalagi itu atas permintaan kawan2 RF..kasian tuh TM..arusnya pasti gedhe banget karena dia membutuhkan torsi yang gedhe pula untuk gerak mula..(torsi terbesar dibutuhkan pada saat sebuah benda akan mulai bergerak)..sekalipun ada sistem proteksi oveload..
08-02-2011, 02:14 PM
(08-02-2011, 02:09 PM)phadeen Wrote: Makanya saya penasaran banget dengan nameplate masing2 komponen kelistrikan di lokomotif DE..dengan diketahuinya tegangan kerja dan tegangan nominal(V), arus kerja dan arus nominal (I), secara kasaran kita bisa menghitung dan mengetahui secara perhitungan matematis konversi energi yang terjadi dalam lokomotif itu sendiri.. name plate cuma menunjukkan kapasitas maksimum komponen itu kenyataannya ya ga pernah tercapai, klo sampe tercapai bisa rusak. lok keluar api di exhaust bukan beban di TM tapi di mesin dieselnya, mesin nya brebet karena kelebihan beban dari main generator. arus ke TM malah berkurang karena mesin diesel nya brebet
08-02-2011, 02:23 PM
(08-02-2011, 02:14 PM)WOODWARD Wrote: name plate cuma menunjukkan kapasitas maksimum komponen ituYups..nameplate tempatnya menaruh nilai2 nominal dari mesin itu sendiri ![]() (08-02-2011, 02:14 PM)WOODWARD Wrote: lok keluar api di exhaust bukan beban di TM tapi di mesin dieselnya, mesin nya brebet karena kelebihan beban dari main generator. arus ke TM malah berkurang karena mesin diesel nya brebet Ohhh...begitu ya om..wah tambah banyak ilmu dari om WOODWARD ne.. ![]() Thanks atas pencerahannya..
08-02-2011, 02:30 PM
(08-02-2011, 02:23 PM)phadeen Wrote:(08-02-2011, 02:14 PM)WOODWARD Wrote: sama sama belajar juga enaknya sih liat barang benerannya terus di coba sambil dilihat cara kerjanya kyak gimana bisa lebih cepet ngerti
12-02-2011, 09:48 PM
Utk Transisi pada TM, skemanya sperti ini :
![]() 1. Jalan Seri Paralel (V : 0 - 30 km/jam), 2 motor diseri (TM 1-2, 3-4, 5-6) 3 kali paralel (ke-3 hub.TM yg diseri dihubung paralel). 2. Seri Paralel lapang lemah (V : 30 - 38 km/jam), sama dg. no.1 cm hambatan dikurangi. 3. Jalan Paralel (V : 38 - 77 km/jam), semua TM dihubung Paralel. 4. Paralel Lapang lemah (V : 77 - 85 km/jam) 5. Overspeed (V : > 100 km/jam)
RF Martu Hares P, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|