Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Usulan Kereta Api Bisnis Blitar / Kediri - Surabaya
#11
(25-07-2011, 07:46 PM)argobromosemeru Wrote: Saya ganti aja deh, jadi BL ato Kediri aja wes ...

Bethe
difikir dahulu ya sebelum membuat THREAD ataupun KOMENTAR , jangan sekedar mem[osting hal-hal yang tidak berguna atau tidak sesuai fakta bahakan tidak melihat kondisi realit...
|warm up|


[Image: 418089_2580690805272_1494496598_32011478...2663_n.jpg]
#12
(25-07-2011, 07:57 PM)rayka Wrote:
(25-07-2011, 07:46 PM)argobromosemeru Wrote: Saya ganti aja deh, jadi BL ato Kediri aja wes ...

Bethe
difikir dahulu ya sebelum membuat THREAD ataupun KOMENTAR , jangan sekedar mem[osting hal-hal yang tidak berguna atau tidak sesuai fakta bahakan tidak melihat kondisi realit...

bukan posting tdak brguna, mgkin ini cuma krn ketidaktahuan saja Xie Xie
#13
(25-07-2011, 07:46 PM)argobromosemeru Wrote: Saya ganti aja deh, jadi BL ato Kediri aja wes ...

Mungkin boleh juga dari Blitar atau Kediri... Tapi menurut pendapat ane (sekali lagi ane tekankan di sini menurut pendapat ane) pertimbangan lewat Blitar atau Kediri pasti juga ribet karena musti muter loko dulu di KTS... Lain kalau dari Kediri ke SGU via Bangil... Karena pertimbangannya tidak perlu putar loko... Jadi perhitungannya dari segi efisiensi waktu, walaupun memang kelihatannya muter sih...

Dan kalo yang dikeluhkan soal jalur muternya itu, bisa disiasati dengan status Keretanya yg K2 itu seperti yg anda inginkan... Jadi, nggak tiap stasiun berhenti... Misal kalo berangkat dari Kediri, berhentinya di Blitar, Kepanjen, Malang, Lawang, Pandaan, Bangil, Sidoarjo, dan SGU... Dan bisa berubah dengan melihat perkembangan okupansinya... Lagipula saat ini jalur SGU-ML via Bangil taspatnya sudah meningkat menjadi 50 seiring dengan ditambahnya ballast di jalur tsb (CMIIW)... Jadi dengan kata lain, Malang Ekspress bisa dipanjangkan sampek Kediri... Bisa jadi namanya diganti Kediri Ekspress... Kembali lagi ke PT. KAI nya gimana menanggapi hal ini... Mulai dari Kereta, Status Kereta, Jalur yg dipakai, Taspat, dll harus masuk Gapeka dulu... Itupun juga nggak semudah membalikkan telapak tangan...

Namun bila anda hanya sekedar usul silahkan... Sah-sah saja menurut ane gan... Toh, apa yang ane tulis diatas juga merupakan usulan sekaligus membantu thread ini biar lebih hidup... Sesuai dengan tujuan anda membuat thread ini... Jadi, saling melengkapi dengan beberapa pertimbangan2 yg mgkn tidak terpikirkan atau terlewatkan oleh kita... Betul begitu bukan? PlayboyPlayboyXie XieXie Xie
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij

Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S Xie Xie
#14
(25-07-2011, 09:16 PM)Masbodhonk Wrote:
(25-07-2011, 07:46 PM)argobromosemeru Wrote: Saya ganti aja deh, jadi BL ato Kediri aja wes ...

Mungkin boleh juga dari Blitar atau Kediri... Tapi menurut pendapat ane (sekali lagi ane tekankan di sini menurut pendapat ane) pertimbangan lewat Blitar atau Kediri pasti juga ribet karena musti muter loko dulu di KTS... Lain kalau dari Kediri ke SGU via Bangil... Karena pertimbangannya tidak perlu putar loko... Jadi perhitungannya dari segi efisiensi waktu, walaupun memang kelihatannya muter sih...

Dan kalo yang dikeluhkan soal jalur muternya itu, bisa disiasati dengan status Keretanya yg K2 itu seperti yg anda inginkan... Jadi, nggak tiap stasiun berhenti... Misal kalo berangkat dari Kediri, berhentinya di Blitar, Kepanjen, Malang, Lawang, Pandaan, Bangil, Sidoarjo, dan SGU... Dan bisa berubah dengan melihat perkembangan okupansinya... Lagipula saat ini jalur SGU-ML via Bangil taspatnya sudah meningkat menjadi 50 seiring dengan ditambahnya ballast di jalur tsb (CMIIW)... Jadi dengan kata lain, Malang Ekspress bisa dipanjangkan sampek Kediri... Bisa jadi namanya diganti Kediri Ekspress... Kembali lagi ke PT. KAI nya gimana menanggapi hal ini... Mulai dari Kereta, Status Kereta, Jalur yg dipakai, Taspat, dll harus masuk Gapeka dulu... Itupun juga nggak semudah membalikkan telapak tangan...

Namun bila anda hanya sekedar usul silahkan... Sah-sah saja menurut ane gan... Toh, apa yang ane tulis diatas juga merupakan usulan sekaligus membantu thread ini biar lebih hidup... Sesuai dengan tujuan anda membuat thread ini... Jadi, saling melengkapi dengan beberapa pertimbangan2 yg mgkn tidak terpikirkan atau terlewatkan oleh kita... Betul begitu bukan? PlayboyPlayboyXie XieXie Xie

Saya juga sepakat sih K2 SGU - Kediri atau bila perlu K-1. Kelemahan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 ketika mengoperasikan Maleks dulu adalah minimnya kreativitas. Daop 8 terkesan kurang kreatif mempromosikan Maleks dalam kaitannya dengan bisnis pariwisata. Okupansi rendah mestinya bisa ditanggulangi dengan berbagai upaya.

Atau jika berencana mengoperasikan KA semacam itu lagi, perlu dipikirkan cara-cara yang lebih kreatif dalam meningkatkan atau setidaknya memelihara okupansi standar.

Salam Spoor,
T (www.kompasiana.com/wijaya)
#15
boleh tau, kira2 jarak SGU-ML berapa KM ? dan dgn KA panataran di tempuh dgn waktu brp jam...???

#16
(26-07-2011, 12:00 PM)eling Wrote: boleh tau, kira2 jarak SGU-ML berapa KM ? dan dgn KA panataran di tempuh dgn waktu brp jam...???

SB-BG = 47 KM
BG-ML = 49 KM
Total = 96 KM
Penataran membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari SB ke ML Xie Xie
[Image: overstappen.png]
(26-07-2011, 12:00 PM)eling Wrote: boleh tau, kira2 jarak SGU-ML berapa KM ? dan dgn KA panataran di tempuh dgn waktu brp jam...???

#17
Memang perlu adanya kereta non ekonomi, tapi seyogyanya di evaluasi dulu kegagalan Malang Ekspres, Penataran Utama. Kalau daya tempuhnya bisa kurang 2 jam, paling tidak 1 jam 45 menit, mungkin ada peluang diminati warga, bus patas Surabaya-Malang kalau lancar bisa 1 jam 30 menit kadang bisa kurang, pernah sekali saya naik bus, ekonomi, Malang-Surabaya cuma 1 jam 15 menit, bus Tentrem, tapi saya gak tentram alias nyaman, kencang banget, dan mungkin juga jalan menurun dari Malang-Surabaya, kondisi lancar gak ada kemacetan. Walaupun posisi terminal tersebut di pinggir kota, mungkin ada korelasi dengan pendeknya jarak tempuh bus. Setuju, asal taspatnya tinggi, mungkin yang utama itu.
#18
(27-07-2011, 06:34 PM)Ken Aditya Wrote: Memang perlu adanya kereta non ekonomi, tapi seyogyanya di evaluasi dulu kegagalan Malang Ekspres, Penataran Utama. Kalau daya tempuhnya bisa kurang 2 jam, paling tidak 1 jam 45 menit, mungkin ada peluang diminati warga, bus patas Surabaya-Malang kalau lancar bisa 1 jam 30 menit kadang bisa kurang, pernah sekali saya naik bus, ekonomi, Malang-Surabaya cuma 1 jam 15 menit, bus Tentrem, tapi saya gak tentram alias nyaman, kencang banget, dan mungkin juga jalan menurun dari Malang-Surabaya, kondisi lancar gak ada kemacetan. Walaupun posisi terminal tersebut di pinggir kota, mungkin ada korelasi dengan pendeknya jarak tempuh bus. Setuju, asal taspatnya tinggi, mungkin yang utama itu.

Untuk perbandingan waktu tempuh, ya jelas menag bis lah, knp?
lah kan jarakny jauh lbh pendek bis Ngakak

bis tu dr arjosari yg deket sta. blimbing, ke bungurasih yg deket sta. waru.
Nah kalo kereta kan dr Malang kotabaru ke Gubeng atau Surabaya kota
kalau bis 1jam 30 menit, ya wajarlah
kalau kereta dg jarak yg sama, bisa sam kok 1jam 30menit Xie Xie
seumpama bis harus menempuh jarak yg sama dg kereta, wah bisa d atas 3 jam tuh Ngakak
#19
Betul tanggapan mas, cuma kalo waktu tempuhnya masih 2 jam-an, peluangnya kecil, karena saat ini lebih dibutuhkan kecepatan juga selain kenyamanan, apalagi ada rencana, mau di bangun tol dari gempol ke malang, (agak lupa-lupa ingat), jadi surabaya-malang waktu tempuhnya semakin pendek, waru-gempol sebelum bencana lumpur lapindo dapat ditempuh 30 menit bahkan bisa kurang, jika proyek ini benar-benar terealisasi, mungkin tak pelak lagi waru-malang mungkin bisa 1 jam-an. Bungurasih-Tulungagung, patas Harapan Jaya pernah menempuh 2 jam-an. Memang cukup berat persaingan kecepatan angkutan jarak dekat, tetapi harus selalu optimis dengan syarat percepatan peningkatan teknologi.
#20
kalo cuma KD-SB lewat BL-ML mah rugi..... mendingan rute melingkar SB-BL-SB via KTS n ML da 2 arah berlawanan. mending kasih aja KRDI sukur2 AC........

sekedar usul ea.....

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)