Posts: 425
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
3
Untuk derailer yang terbalik, sepertinya, itu untuk mencegah kereta yang sedang stabling agar tidak larat, lalu bablas ke sepur raya, bukan untuk menganjlokkan kereta dari sepur raya...
Dan untuk line kuning, mungkin, akan ada kereta loop tujuan akhir nambo  tapi, menurut saya, lebih baik dijalankan relasi DP-NMO, terlalu jauh dan lama kalau harus pakai kereta loop, dan kereta tujuan NMO tidak bisa terlalu sering jadwalnya...
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
09-03-2015, 07:46 AM
(This post was last modified: 09-03-2015, 07:46 AM by Dana Komuter.)
(09-03-2015, 07:40 AM)Darfian_R Wrote: Untuk derailer yang terbalik, sepertinya, itu untuk mencegah kereta yang sedang stabling agar tidak larat, lalu bablas ke sepur raya, bukan untuk menganjlokkan kereta dari sepur raya...
Dan untuk line kuning, mungkin, akan ada kereta loop tujuan akhir nambo tapi, menurut saya, lebih baik dijalankan relasi DP-NMO, terlalu jauh dan lama kalau harus pakai kereta loop, dan kereta tujuan NMO tidak bisa terlalu sering jadwalnya...
Selasa, 03/02/2015 13:43 WIB
Bila Penumpang Kereta di Jalur Cibinong Membludak, KAI Akan Bangun Rel Ganda
Prins David Saut - detikNews
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengoperasikan jalur kereta Nambo-Cibinong-Citayam mulai April mendatang. Penanganan akan dilakukan PT Kereta Commuterline Jakarta. Saat ini di jalur itu masing single track alias rel tunggal, namun tak menutup kemungkinan akan dibangun jalur ganda. "Single track nggak ada masalah, karena memang traficnya tidak akan sebanyak Bogor dan lainnya, karena kami juga permintaanya belum tinggi untuk Cibinong-Nambo,"jelas Direktur Operasional dan Sarana PT KCJ Dwiyana di kantornya, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015). "Tapi kami perkirakan tahun depan (2016) pasti akan lebih tinggi lagi, makanya itu kami setelah mengoperasikan target April 2015 itu, kami akan komunikasikan dengan KAI dan Kemenhub, kalau memang harus ditambah double track ya tentu pasti pemerintah akan menambah,"tambah dia.
KAI juga yakin, jalur Cibinong akan berkembang. Cibinong sudah banyak perumahan dan tentu akan banyak juga yang menggunakan kereta. "Pasti iya, Stasiun Cibinong itu ada di lokasi strategis, ada di tengah-tengah kota. Sekitarnya pemukiman perumahan, kami antisipasi memang penumpang dari Cibinong, belum dari Nambo karena di situ memang banyak pabrik,"urai dia. Untuk saat ini di jalur itu yang akan beroperasi baru Stasiun Nambo dan Cibinong. Cileungsi masih belum akan disentuh. "Saya pikir dia harus ke Nambo dan Cibinong ya, stasiun itu ada 4, jadi 2 halte ini kondisinya perlu perbaikan mungkin tidak kami operasikan dulu Gunung Putri dan Pondok Rajeg, itu nanti menyusul. Jadi April itu adalah pengoperasian 2 stasiun Cibinong dan Nambo,"tegas dia.
(vid/ndr)
Sumber :
Posts: 425
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
3
09-03-2015, 07:53 AM
(This post was last modified: 09-03-2015, 07:54 AM by Darfian_R.)
Maksud saya tidak bisa terlalu sering adalah, jika kereta tujuan Nambo harus memakai kereta dari jatinegara, berarti, kereta ke nambo harus berbagi dengan kereta ke bogor, sehingga, kemungkinan, jadwal ke nambo tidak bisa terlalu sering... lain halnya jika dijalankan dari DP ke NMO, jadwalnya bisa lebih sering dan kemungkinan terganggu oleh hal seperti laa rusak di mri-thb, wesel mri rusak, sinyal mri rusak, dll bisa diminimalisir...
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
(08-03-2015, 05:04 PM)Batpod Wrote: (08-03-2015, 04:55 PM)ady_mcady Wrote: itu maksudnya dibunderin garis putus2 maksudnya belum beroperasi?
sayang ya rajeg gak berhenti. padahal kalo dari kawasan pemkab cibinong lebih deket ke rajeg (2.5km) daripada ke bojonggede (4km).
Sampai saat ini memang belum dioperasikan. Menurut jadwal akan beroperasi mulai bulan April. Semoga tidak molor.
OOT dikit
Sama saya juga setuju, kenapa stasiun Pondok Rajeg dan Gunung Putri tidak dioperasikan. Padahal cukup potensial untuk mengangkut penumpang. Apalagi stasiun gunung putri, jadi akses terdekat untuk warga Citeureup untuk naik KRL daripada harus ke Nambo.Â
Atau stasiun Pondok Rajeg dan Gunung Putri hanya sebatas halte ya? 
Kalo diliat dari bangunan nya sih Pd Rajeg sm Gunung Putri memang seperti Halte.
Khusus untuk Gunung Putri kalo mau diaktifkan kayaknya butuh renovasi lebih besar dari Pd Rajeg,karena akses nya saat ini kalo dari jalan raya Citeureup - Gn Putri agak susah..terakhir trekking dr Viaduk Gn Putri ke Nambo akses ke Halte Gn Putri nya harus melipir jalan tanah pinggir rel..
693-5073-893-673
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(09-03-2015, 07:53 AM)Darfian_R Wrote: Maksud saya tidak bisa terlalu sering adalah, jika kereta tujuan Nambo harus memakai kereta dari jatinegara, berarti, kereta ke nambo harus berbagi dengan kereta ke bogor, sehingga, kemungkinan, jadwal ke nambo tidak bisa terlalu sering... lain halnya jika dijalankan dari DP ke NMO, jadwalnya bisa lebih sering dan kemungkinan terganggu oleh hal seperti laa rusak di mri-thb, wesel mri rusak, sinyal mri rusak, dll bisa diminimalisir...
Saya malah kepikiran panjangin (dan tambahkan) jadwal DU-DP menjadi DU-NBO, lagipula kayaknya agak aneh saja ada pengumpan di CTA padahal jalurnya cuma 2 dan kereta jalur BOO juga padat.
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
09-03-2015, 09:41 AM
(This post was last modified: 09-03-2015, 09:42 AM by Dana Komuter.)
Kalo aku tetep pengennya spy rute ke-dari Depok diperpanjang sampai Nambo...  Jadi CL gak cuma Jatinegara - Depok saja tp hrs Jatinegara - Nambo. Bgitu pun utk rute Jakarta Kota - Depok, harusnya menurut aku Jakarta Kota - Nambo...

Apa gak ada kemungkinan stasiun Cibinong dibuat lahan parkir yg cukup luas? Bgitu jg stasiun Gn Putri dan Pondok Rajeg....
|