Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tiket KA online .... solusi atau penyelesaian masalah dengan masalah
#21
(28-08-2009, 02:15 PM)bonbon Wrote: apa perlu kebijakan online tiket dan jatah tiket agen hanya khusus lebaran di tiadakan ? daripada di manfaatkan oleh segelintir oknum.

Sebenernya tehnologi itu diciptakan untuk memudahkan manusia bukan untuk menyusahkan apalagi untuk kepentingan sesaat yang notabene-nya "tukang peras" .... iya kan bener tukang peras... karenaseperti even lebaran selalu bagi yang kehabisan tiket akan mencari calo dan dibayarnya harga yang sebenernya sangat tidak manusiawi, meskipun harga selangit dibeli juga ... toh pembeli juga maklum ... setahun sekali aja koq ....????

Kalo menurut saya sih sebenernya untuk mempersempit "tukang peras" tersebut adalah apa sih susahnya petugas di pintu masuk peron menanyakan juga KTP calon penumpang apakah sudah sesuai dengan tiket yang dibeli. Kalo di pesawat bisa kenapa di KA gak bisa ?

bornneo68Bye ByeBye Bye
Reply
#22
Guys...guys.... guys....

Don't be so sarcastic, gitu.....
Minimal ada niat dan itikad baik dari instansi operator KA untuk berbuat baik dan memberikan pelayanan kepada konsumennya.
Perihal segala sesuatu yang rekan-rekan sebutkan (calo, orang dalam, amburadulnya administrasi) kita serahkan pada diri kita masing-masing.
Apa mau kita berubah dari kenyamanan yang ada sekarang ke tingkat keberadaban yang lebih tinggi (sabar, antri, apresiasi).

Semua bisa dibikin rumit dan sulit, juga bisa dibikin mudah dan gampang.
Monggo kita intropeksi dan memberikan contoh yang baik.

(28-08-2009, 02:35 PM)bornneo68 Wrote: Kalo menurut saya sih sebenernya untuk mempersempit "tukang peras" tersebut adalah apa sih susahnya petugas di pintu masuk peron menanyakan juga KTP calon penumpang apakah sudah sesuai dengan tiket yang dibeli. Kalo di pesawat bisa kenapa di KA gak bisa ?

Biar Back on Topic, hal tersebut sudah dibahas di MARIH dan MARIH

Yuk, baca-baca lagi

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#23
Gimana misalnya Semboyan 35 menjalin kerjasama dengan PTKA untuk menyediakan ticket khusus railfans... yang jelas kan tidak merugikan.. dan railfans juga dimudahkan he he he...

btw.. pada dasarnya nama yang tertera di tiket harus sama dengan penumpangnya. Tapi memang pengawasan yang kurang.. Jika terjadi kecelakaan, jika namanya beda tentu saja sukar untuk claim jasa raharja
Reply
#24
kalo mau RF dan PTKA kerjasama untuk mengawasi praktek percaloan di stasiun...

BTT..
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply
#25
Saya kerja di Bandung, untuk menyongsong ritual mudik lebaran, sehabis upacara 17 Agustus langsung nongkrong di Stasiun ikutan antri karcis untuk tujuan Solo, Alhamdulillah dapat juga meskipun kelas bisnis Mutiara Selatan,
Tetapi anehnya pada waktu mau cari tiket balik untuk tgl 28 September, saya titip temen untuk dibelikan di Bandung (karena saya pulang Solo).
Saya di SMS "boss untuk tgl 28 September semua kelas dari Solo ke Bandung dah habis" .... sms tersebut saya terima jam 10.15 WIB
Langsung saya ke Stasiun Solo Balapan, pada waktu itu antrean gak panjang hanya ± 5 orang, saya coba pesan Lodaya Eksekutif, "sudah habis bapak" kata petugas ramah, " kalo yang bisnis" kata saya, "sebentar saya lihat dulu bapak .... kalo bisnis untuk tgl 28-09 masih ada bapak .."
Akhinya dapat juga tiket balik ke Bandung ...
Sambil pulang saya berpikir ... kenapa bisa terjadi ya ? di Bandung katanya semua kelas habis, ternyata waktu beli di Solo masih ada ...
mohon penjelasan dari temen2 daripada saya negative thingking sebenarnya apa yang terjadi

bornne68
Reply
#26
banyak kemungkinannya... hal ini terjadi juga pada saya yang rencana mau mudik...
Jt - Bd - Gmb - yk - Gmb - Jt....
untuk pemberangkatan ga masalah.. justru pemesanan tiket pulang yang sedikit masalah...
loket buka jam 7.00 pagi... saya sudah ditravel yang online dengan KAI... pegawai travelpun kaget dengan banyaknya tiket KAI yang habis... bahkan lewat 3 hari dari batas 30 hari pemberangkatan arus balik...aneh memang

namun banyak jawaban yang memungkinan memuaskan hati saat itu...

1. banyak stasiun pemberangkatan arah balik yang menjual tiket balik tersebut...sehingga asumsi saya "first klik first get"...
2. (dapat info dari temen KAI)... tiket balik khusus pegawai KAI sudah dibook oleh pegawai KAI (yang mungkin untuk tiket keluarganya)... sebelum puasa ...walaupun tercetak 30 hari sebelum pemberangkatan... CMIIW
Reply
#27
(29-08-2009, 08:35 AM)katyusha Wrote: kalo mau RF dan PTKA kerjasama untuk mengawasi praktek percaloan di stasiun...

BTT..

hal ini ... setuju sekali nih....

sebagai bukti kontribusi terhadap KAI... (sementara kontribusi nyupirin kereta belum mungkin NgakakNgakak).. maka kontribusi mengawasi praktek percaloan adalah hal yang sangat mungkin...
Reply
#28
Sebagian jawabannya mungkin bisa didapatkan di MARIH

Yuk, baca-baca lage...

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#29
(27-08-2009, 07:10 PM)hedwigus Wrote: PTKA melalui KS/KSB, beberapa kali menambahkan 1 kereta di rangkaian. Sebuah trik jitu menghapadi calo/peg.Nakal.
Jadi di calon penumpang tetap dapat go-show di stasiun.
GMR dan BD setahu saya yang pernah melakukan ini di musim mudik.

ditambah atau disisakan 1 kereta setiap rangkaian K2-K1 untuk dijual pada hari H, 2-3 jam sebelum keberangkatan kalau gak salah ....
Reply
#30
Saya mo cerita lg nich...
Kemaren saya coba nyari tiket buat mudik Lebaran di GMR. Pas sampe di depan loket reservasi sambil antri beli tiket saya sempat mengamati layar monitor yg memberitahukan sisa tempat duduk utk keberangkatan KA selama libur Lebaran yad. Sempat terjadi error connection namun akhirnya bs clear lagi. Cuma yg saya sempat bikin saya heran, utk KA Senja Utama Jogja & Solo tidak muncul di layar monitor, justru KA Senja Utama Jogja Tambahan yg muncul. Pengamatan selama 15 menitan.

Kemudian, saya coba iseng jln ke PSE utk melihat antrian calon penumpang di loket reservasi. Lagi2 saya amati layar monitor yang ada di loket tsb. Nah disini malah KA Senja Utama Jogja & Solo muncul ditampilan tapi KA Senja Utama Jogja Tambahan tdk muncul. Pengamatan juga sekitar 15 menitan.

Yang jd pertanyaan saya :
1. Kenapa ini bs terjadi...?
2. Apakah ini yg dinamakan sistem online yg terpadu...?
3. Apakah masyarakat pengguna jasa KA akan merasa diuntungkan dengan keadaan yg seperti ini (sistem informasi pemesanan tiket yang belum begitu solid) ...?

Kira2 ada yg mo menanggapi...?
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)