Posts: 51
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
2
semoga semua benar-benar terwujud...
minimal rel listrik ganda pada jalur utara dan selatan seperti yang ada di RTRW jawa timur 2005-2025 bisa benar-benar terealisasi
Posts: 154
Threads: 0
Joined: Mar 2011
Reputation:
3
Wah kayaknya keren juga kalau ini kesampaian. Karena bisa mengurangi kepadatan jalan raya. Memang sih Surabaya nggak sepadat kota-kota di barat pulau Jawa, tapi ada baiknya dibangun seperti ini, sebelum jadi macet parah ala Jakarta.
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Posts: 506
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
3
klo menurut saya sih pemkot ga usah muluk2 deh
mending yang simpel aja idupin aja jalur mati yang ada
#SentFromSiriusBrighstar
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
(11-12-2009, 04:03 PM)fun_plano Wrote: Quote:..................................
(3) Arahan pengembangan jalur perkeretaapian ganda ditujukan pada jalur jalur sebagai berikut:
a. Surabaya - Lamongan - Babat - Bojonegoro - Cepu.
b. Surabaya - Mojokerto - Jombang - Kertosono - Nganjuk Madiun - Sragen.
c. Surabaya - Bangil - Lawang - Singosari - Malang.
d. Bangil - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Banyuwangi. e. Malang - Kepanjen - Blitar - Tulungagung - Kertosono.
................................. Aku koq pesimis yah dengan beberapa poin di atas mengenai rel ganda...  ? Khususnya poin d yang mana jalur tersebut khan terkenal sepi sekali... Baca MKA edisi September 2008 aja... rangkaian KA Rengganis alias kini Tawang Alun sepi penumpang. Saking sepinya rute perjalanan terus - terusan diperpendek. Gak cuma rutenya, tapi jumlah kereta penumpang per rangkaiannya... Mana gitu Surabaya ke timur alias wilayah selebihnya milik Daops IX Jember cuma kebagian lok - lok sepuh macem BB 303, 305 dan 306 pula...
(02-09-2011, 08:38 PM)Adolph Wrote: Busway aja ditolak dengan alasan lahan sempit,,gmana dengan Trem........maaf mas sebelumnya..saya g bermaksud g menghargai masukan mas,,sya juga denger ini dari temen saya... Iya idem... contoh simpelnya di Jakarta deh... Ngewujudin utk trem di Kuningan aja msh sulit terwujud... Padahal cuma utk kisaran penghuni apartemen, mal dan perumahan setempat... Di Surabaya yah... monorel? Iya, mono (mana) relnya?? Ora ono...
Posts: 1,485
Threads: 0
Joined: Apr 2009
Reputation:
13
(07-09-2011, 05:49 AM)Dana Komuter Wrote: (11-12-2009, 04:03 PM)fun_plano Wrote: Quote:..................................
(3) Arahan pengembangan jalur perkeretaapian ganda ditujukan pada jalur jalur sebagai berikut:
a. Surabaya - Lamongan - Babat - Bojonegoro - Cepu.
b. Surabaya - Mojokerto - Jombang - Kertosono - Nganjuk Madiun - Sragen.
c. Surabaya - Bangil - Lawang - Singosari - Malang.
d. Bangil - Pasuruan - Probolinggo - Jember - Banyuwangi. e. Malang - Kepanjen - Blitar - Tulungagung - Kertosono.
................................. Aku koq pesimis yah dengan beberapa poin di atas mengenai rel ganda... ? Khususnya poin d yang mana jalur tersebut khan terkenal sepi sekali... Baca MKA edisi September 2008 aja... rangkaian KA Rengganis alias kini Tawang Alun sepi penumpang. Saking sepinya rute perjalanan terus - terusan diperpendek. Gak cuma rutenya, tapi jumlah kereta penumpang per rangkaiannya... Mana gitu Surabaya ke timur alias wilayah selebihnya milik Daops IX Jember cuma kebagian lok - lok sepuh macem BB 303, 305 dan 306 pula...

sepi??
kapan anda terkhir kali ke DAOP IX?
saya sebagai pengguna tetap KA tawang alun saja sering tidak kebagian tempat duduk.
Jika anda membandingkan dengan DAOP yang lain memang DAOP IX lebih rendah okupansinya, hal ini dikarenakan kota-kota di wilayah DAOP IX masih tergolong kota-kota kecil dan pergerakan masyarakatnya juga tidak sepadat wilayah DAOP lain, tapi itu bukan berarti sepi, hampir semua KA yang ada di DAOP IX tidak pernah sepi penumpang.
Untuk pembagian lokomotif, pertimbangannya bukan hanya okupansi penumpang mas, tapi juga kekuatan rel, karena wilayah DAOP IX dulunya masih belum mampu dilewati lokomotif sekelas CC jadi pembagian lokomotif dahulu mengacu pada kekuatan rel di DAOP IX, jika anda mengamatai MutTIm mungkin anda tahu saat MutTim masih ditarik DT BB hal itu juga karena waktu itu rel DAOP IX masih belum mampu,
Jadi Bukan Karena Wilayah nya Sepi
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
yang jelas jalur sby-bangil dst memang g seramai jalur2 di daerah barat, namun menurut hemat sya itu dikarenakan infrastruktur perkeretaapian di daerah ini yg tidak menunjang padatnya frekuensi perjalanan KA, bukan karena mobilitas masyarakat yg rendah( salah satu contohnya adalah kurangnya frekuensi komuter SuSi pernah dibahas di suatu edisi Jawa Pos di tahun 2007 yg mengakibatkan komuter ini kurang bisa diandalkan masyrakat karena minimnya "jam terbangnya", sehingga jauh dari harapan sebagai pemecah kemacetan lalu-lintas, terutama di sepanjang jalan A.Yani) ,,bagi yg rutin melakukan perjalanan PP dari sby ke selatan(sda dst) dan sebaliknya pasti tau yg sya maksud....
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
betul herr adolph. komuter susi kurang frekuensinya. tapi bagaimana mau ditambah kalo jalurnya masih singel track. paling tidak sampai sda dulu saja. apalagi ada wacana bakal ada penambahan komuter baru yang lewat tulangan, lalu krdi ke probolinggo, kalau masih satu jalur apa nanti tidak menimbulkan bottle neck antara wonokromo-sda.
anyway, dari berbagai wacana2 dan rencana2 yang ada, paling tidak dobel trek wonokromo-sidoarjo adalah yang paling urgen.
sedikit curhat,
kalau naik bus ke arah timur, saya "trauma" kalau lewat porong. macetnya itu kadang2 bikin pusing. makanya saya kalau ke arah timur (pasuruan/probolinggo), saya biasanya naik penataran dulu sampai bangil, lalu sambung restu/tjipto/akas ke timur. kadang2 lebih cepat sampainya daripada langsung naik bus dari surabaya.
masalahnya, jadwal penataran juga tidak terlalu banyak juga. saya sih mengharapkan komuter sampai bangil. soalnya bangil letaknya strategis untuk ganti moda dengan bus ke arah timur karena nggak jauh2 amat jaraknya ke jalan besar.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 1,485
Threads: 0
Joined: Apr 2009
Reputation:
13
(07-09-2011, 11:54 PM)Adolph Wrote: yang jelas jalur sby-bangil dst memang g seramai jalur2 di daerah barat, namun menurut hemat sya itu dikarenakan infrastruktur perkeretaapian di daerah ini yg tidak menunjang padatnya frekuensi perjalanan KA, bukan karena mobilitas masyarakat yg rendah( salah satu contohnya adalah kurangnya frekuensi komuter SuSi pernah dibahas di suatu edisi Jawa Pos di tahun 2007 yg mengakibatkan komuter ini kurang bisa diandalkan masyrakat karena minimnya "jam terbangnya", sehingga jauh dari harapan sebagai pemecah kemacetan lalu-lintas, terutama di sepanjang jalan A.Yani) ,,bagi yg rutin melakukan perjalanan PP dari sby ke selatan(sda dst) dan sebaliknya pasti tau yg sya maksud....

ya mohon dilihat lagi yang di cetak tebal oleh saudara dana komuter itu jalur mana.....????
coba anda cermati lagi...
Posts: 219
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
6
kalau Madiun-Ponorogo-Slahung bener-bener bisa hidup lagi tentu sangat menyenangkan, semoga saja terwujud...
Posts: 744
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
5
Ga mudah untuk mewujudkannya, secara eksisting lintasan Madiun-Ponorogo sebagian beralih fungsi jadi bangunan warga, serta terlalu berhimpitan dengan jalan, tetapi seyogyanya optimis terus.
|