Posts: 2,305
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
1
yang paling utama kalo sat ini mau jadi stasiun sentral..luarnya mesti ditata..saat ini untuk parkir mobil belum ada tempat,buat parkir motor cuma sedikit,luarnya kumuh karena banyak ojek,pasar dan metro mini ngetem..lagian juga daerah sini rawan tawuran...
Posts: 3,218
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
44
(16-10-2009, 07:46 PM)katyusha Wrote: yang paling utama kalo sat ini mau jadi stasiun sentral..luarnya mesti ditata..saat ini untuk parkir mobil belum ada tempat,buat parkir motor cuma sedikit,luarnya kumuh karena banyak ojek,pasar dan metro mini ngetem..lagian juga daerah sini rawan tawuran...
bukannya stasiun tersebut layang???
Posts: 987
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
3
layang?? brp sepur nantinya kl cuma 6 sepur mah dlm waktu dekat akan overload lg seperti GMR...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Posts: 169
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
0
Setuju... tapi yg ngeganjel itu memang akses non KA utk ke stasiun tsbut. emang sih ada BUSWAY, tapi jauh (paling nanti dibuat sky walk kayak buat transfer antar shelter. g kebayang panjangnya dan tingginya tuh sky walk). yg ngeganjel lagi buat saya adalah tempat parkir. mobil yg nginep parkir dimana y?
I'm no Magiciant, but I'm RailFans...
Posts: 987
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
3
idealnya sih dibagi dua utk eksekutif sentralnya di JNG (lbh strategis karena dekat tol dalam kota dan diapit dua jalur busway) sementara bisnis dan ekonomi di MRI (dgn catatan transportasi massal kesana tersedia dgn layak terminal busway jg agak jauh sementara jalan sekitarnya relatif sempit)
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Posts: 2,305
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
1
(16-10-2009, 09:30 PM)asep_0907 Wrote: (16-10-2009, 07:46 PM)katyusha Wrote: yang paling utama kalo sat ini mau jadi stasiun sentral..luarnya mesti ditata..saat ini untuk parkir mobil belum ada tempat,buat parkir motor cuma sedikit,luarnya kumuh karena banyak ojek,pasar dan metro mini ngetem..lagian juga daerah sini rawan tawuran...
bukannya stasiun tersebut layang???
stasiun manggarai kan bukan layang pak..layangnya mulai dari sinyal keluar MRI ke arah JAKK...
Posts: 3,218
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
44
(16-10-2009, 10:04 PM)katyusha Wrote: (16-10-2009, 09:30 PM)asep_0907 Wrote: (16-10-2009, 07:46 PM)katyusha Wrote: yang paling utama kalo sat ini mau jadi stasiun sentral..luarnya mesti ditata..saat ini untuk parkir mobil belum ada tempat,buat parkir motor cuma sedikit,luarnya kumuh karena banyak ojek,pasar dan metro mini ngetem..lagian juga daerah sini rawan tawuran...
bukannya stasiun tersebut layang???
stasiun manggarai kan bukan layang pak..layangnya mulai dari sinyal keluar MRI ke arah JAKK...
maksudnya rencana nanti.....
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
17-10-2009, 07:12 AM
(This post was last modified: 17-10-2009, 04:06 PM by ady_mcady.)
(15-10-2009, 04:32 PM)dedy vh Wrote: sisi negatif satu lagi . kendaraan umum yang benar benar lewat stasiun hanya metromini 61 jurusan kampung melayu - manggarai selebihnya hanya bajaj dan bemo.menurut saya kurang strategis jika di bandingkan stasiun besar lain nya di jakarta raya.
ini membuktikan mri interaksinya tidak sekuat tempat2 seperti gambir, beos, thb, senen, dan bahkan jng. kalo gambir identik sama monas, gedung2 perkantoran, kota identik sama glodok, kota lama dan st. beos itu sendiri, senen dengan pasarnya, juga thb, lalu mri? paling hanya pasar rumput yang sudah pudar pamornya itu saja.
paling2 harus merekayasa lalulintas. dulu pernah digagas bikin terminal terpadu terbesar di jakarta di sini. jadi semua trayek bus/mikrolet berujung di mri. kalo seperti ini barangkali bisa mri jadi st. sentral. tapi kalo urusan merekayasa lalin itu urusannya dishub ya? tidak hanya itu, selain terminal, pusat perbelanjaan besar dan gedung2 perkantoran juga mau di bangun. tujuannya ya apalagi kalo bukan untuk menarik minat warga untuk datang ke mri.
@kang asep,
busway itu juga ngaco menurut saya. bagaimana tidak? katanya pemda dki mau mengintegrasikan angkutan massal di jakarta yaitu krl dan busway. eh, halte busway manggarai malah jauuuh dari stasiun. kenapa sih jalur busway tidak dilewatkan depan stasiun mri? gak cuma mri saja. senen juga begitu. jng juga sama saja. yang agak mendingan itu cuma gambir, pas depan stasiun.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
18-10-2009, 10:16 AM
(This post was last modified: 18-10-2009, 10:20 AM by Dana Komuter.)
@ ady_mcady : Ada 1 lagi yang kurang, yaitu lokasinya sudah terlanjur dikelilingin perumahan permanen dan semi permanen. Jika perumahan mereka dibongkar…. Akan berdampak mereka yang tergolong suku pendatang dari NTT alias wilayah Manggarai akan kehilangan mata pencaharian. Apalagi mereka yang tergolong mantan pegawai PJKA bakal tergusur juga pastinya. Khan dari maketnya dikelilingin gedung2 pencakar langit.
@ nino : Aku setuju aja dengan usul mas Nino ini. Karena negara kita blom kuat menampung segalanya tersumber dari tata kota. Lihat aja kendala BKB yang berada di sisi barat laut stasiun MGR… Masih butek dan gak jelas kapan terealisasinya khan! Mending usul aku dibuat rel bawah lagi sampai stasiun Gambir. Alasan logika yang masuk di akal karena padatnya hanya di pagi dan malam hari. Kalau siang sepi perjalanan KA antar kota. Dg kata lain, aku mengharapkan yang lewat jalur abwah itu hanya KA antar kota jarak jauh yang hanya mengawali dan mengakhiri perjalanan di GMB. Jadi gak termasuk rangkaian KA seperti Gajayana dari dan ke Beos.
@ ino_pl : Kita gak lagi di Eropa… Stasiun JNG deket dengan pasar tradisionail lho… Blom jalurnya angkot terparah di terminal Kampung Melayu… Menambah kesemrawutan tata kota deh… Kendaraan2 pribadi mau diparkir di mana? Terus banyaknya angkutan umum dari dan ke segala arah di sekitar stasiun JNG bagaimana ditatanya? Kasusnya di stasiun PSE bisa cukup teratasi karena adanya terowongan. Jadinya di pertigaan Jl. Kramat Bunder gak separah yang dulu lagi. Jadi aku lebih setuju denngan alasan2 dari dedy vh.
Ohya, buat menambahkan.... Knapa aku setujunya dibuat rel bawah lagi? Karena buat meengurangi beban perjalanan KRL yang tersendat dg perjalanan KA jarak jauh. Palingan dg BLB-nya semisal PAKUAN dari Bogor semisal ada KA Argo Jati melintas. Trus begitu berangkat langsung naik ke atas alias rel layang. Jadi, begitu mau berhenti normal di stasiun Gambir gak mesti menunggu KA jarak jauh yang mau beranjak ke luar kota dari stasiun Gambir lagi dengan BLB di sinyal masuk.
Sedikit OOT : Aku juga mengharapkan perjalanan KRL AC semisal Bogor juga ada yang ke stasiun Ps. Senen dg BLB di stasiun MGR dan stasiun JNG. Apalagi semisal KRL AC Bekasi Ekspress juga ada yang via stasiun Ps. Senen. AKu rasa jadi makin banyak peminatnya.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
@dana,
waduh, kalo rel bawah dibikin hidup lagi, gak kebayang macet di jalan2 protokol sbb: jl. diponegoro, cut meutia, kebon sirih, merdeka selatan. belum lagi jalan2 arteri yang lain macam wahid hasim, soeroso, dll.
hari gini mas, jakarta tidak kenal jam selalu kena macet melulu. gak pagi, siang, sore, malam, macet trusss. apalagi sekarang semua kelas jalan raya sudah jenuh sama kendaraan. jangankan jalan2 protokol, jalan2 tikus saja sudah dipenuhi mobil dan motor.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
|