Kami amati sepanjang sisian rel dirumah-rumah terdapat plang bertuliskan aset punya PT KA dan plang bertuliskan tanah milik PT KA.
Di daerah tersebut rel, bandul wesel masih dapat dilihat.
[spoiler]
kapanlagi
20100217010940_IMG_0112_copy_4b7adf649274c.jpg
[/spoiler]
Karena haus kami mampir dulu ke warung untuk beli air mineral. Sambil beristirahat kami ngobrol sama seorang bapak pemilik warung tersebut, kami menanyakan letak bekas bangunan Stasiun Cibangkong Lor. Kata si bapak bangunan stasiun sudah tidak ada, posisinya sekarang diperkirakan dekat pos kamling dan lapangan badminton.
Setelah dirasa cukup beristirahat, kami melanjutkan menelusuran bekas jalur kereta api yang menuju Depo Pertamina dan Halte Karees. Mula-mula bekas rel masih bisa dilihat dan agak bersih dari bangunan liar karena posisinya di atas membentuk tanggul,
[spoiler]
kapanlagi
20100217010940_IMG_0119_copy_4b7adf649df82.jpg
[/spoiler]
tapi berjalan 500 meter, jalur mulai dimakan sama perumahan penduduk. Bekas rel berada persis di bawah rumah-rumah warga, tetapi anehnya antara satu rumah dengan rumah lainnya tidak berdempetan tetapi ada cerah kira-kira 1 meter sehingga rumah-rumah tersebut seperti kotak dan bila kita main petak umpet bisa jalan zig-zag. Nah dicelah-celah tersebut masih bisa kita liat rel-rel yang masih Utuh.
Setelah berjalan kira-kira 1 km, bekas jalur berpotongan dengan jalan Laswi, Bekas jalur sekarang berubah menjadi sebuah Gang Malabar 2. Sama seperti tadi rel masih berada di bawah rumah-rumah warga, dan kira-kira 500 m gang bercabang, jika lurus masih berupa gang sedangkan agak belok kanan menjadi sebuah jalan, namanya Jalan Samoja. Setelah melewati sebuah jembatan (bekas jembatan kereta) kami belok dulu mengikuti jalan besar dan akhirnya kita sampai di daerah bekas Depo Pertamina. Kini bekas depo Pertamina tersebut menjadi sebuah perumahan Polisi. Tapi ciri-ciri bekasnya masih bisa kita liat, diantaranya bekas jalur dan rel yang masuk ke kawasan tersebut,
[spoiler]
kapanlagi
20100217010940_IMG_0121_copy_4b7adf64ac996.jpg
kapanlagi
20100217010940_IMG_0120_copy_4b7adf64a5379.jpg
[/spoiler]
menara air yang ada tulisan PERTAMINA yang sudah berkarat, serta perumahan polisi yang berbentuk segi 6 yang kami duga dulunya itu bekas tabung-tabung penampungan.
[spoiler]
kapanlagi
20100217010940_IMG_0122_copy_4b7adf64b3f10.jpg
[/spoiler]
Setelah itu kami mengikuti rel yang menuju Karees, kira-kira berjalan 100 m kami tiba di tempat yang kami duga dulunya awal percabangan, tapi sayang setelah kami cari-cari tidak ketemu bekas rel ataupun wesel. Kami melanjutkan perjalanan untuk mencari letak halte Karees. Bekas jalur berpotongan lagi dengan sebuah jalan yakni jalan Malabar dan bekas rel masih bisa kita lihat.
[spoiler]
kapanlagi
20100217014547_IMG_0123_copy_4b7ae7db3a9a4.jpg
[/spoiler]
Berjalan kurang lebih 500 m, akhirnya kami tiba di sebuah tempat dimana disana terdapat beberapa industri kecil. Tiba ada tanda-tanda bahwa di tempat itu adalah bekas Halte/Stasiun, hanya kami mencurigai ada sebuah bangunan yang pintu gerbang dan dinding terbuat dari besi dan sama truktur bangunannya hampir sama dengan bangunan-bangunan gudang di stasiun aktif. Apakah itu bekas Halte/Stasiun Karees?????
[spoiler]
kapanlagi
20100217014547_IMG_0124_copy_4b7ae7db4460e.jpg
[/spoiler]
[spoiler]
kapanlagi
20100217014547_IMG_0125_copy_4b7ae7db4bbc1.jpg
[/spoiler]