Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Perbuatan RF yang memalukan
#21
Kyanya tu orang terinspirasi dari trit ini
paling dalam beberapa bulan kedepan, dia posting di trit itu (klo dia member di sini)
atau upload foto ke fb-nya
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA

walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
#22
(15-11-2010, 07:07 PM)VALEN_PROGO Wrote: Senin 15 November 2010
Saya lagi hunting di JNG sekalian nunggu teman saya melihat oknum RF NYOLONG plat tulisan di K2 Argo Parahyangan
[Image: 2n23e2v.jpg] papan seperti ini tapi tulisannya K2 Argo Parahyangan waktu aku deketin di buru-buru naik ke peron aku smperin keperon dia malah turun kesannya menghindar mau aku samperin lagi GBMS kebru datang oknum RF ini naik GBMS setelah itu hilang dah buruan ane
untungnya wajah foto oknum ini saya ambil gambarnyapakai kamera digital tapi belum saya tidak mau mengupload gambarnya.
Bila rekan2 liat seperti bagaimana pendapatnya. Terima kasih

maaf bila sudah ada treadnya / sesuatu hal admin boleh menghapus tread ini.

Terima kasih

Selain memalukan ini sangat mengkhawatirkan apalagi klo ada org lain yg tau klo dia seorang RF, nanti terkesan image nya rf bisa jd tukang comot... ya ampunBethe
btw sang tersangka msh muda?(bkn mksud ngebeda2in) yg lbih khawatir klo nanti hasil nyolong dia jadiin kebanggaan dan bisa mengaruhin temen2 seumurannya yg notabene usia muda obsesinya pada tinggi2...
Smoga rf2 lain baca trit ini, jd g ad kjadian serupa terulang Pasrah Aja Dah
KITA ORANG PINTAR DENGAN OTAK BERSINAR, HANYA PERLU SEMANGAT UNTUK HIDUPI RAKYAT...!
KITA BANGSA YANG BESAR BERDIRILAH YANG TEGAR...! HEI...HEI..HEI..!!!
#23
Cuma sekedar saran sih... entah pernah aku himbau atau belumnya... waktu kita2 yg domisili di Jakarta naik CC 201 khan pada gelantungan... Tapi khan meski ngenain kaos putih bergambar lok CC 201 atau pun CC 203 sekalipun... janganlah sampai gelantungan di pinggir... Sebab khan masyarakat bukan ngelihat kita2 ini komunitas tertentu dg mengenal tampilan kaosnya yg seragam. Tapi khan masyarakat punya kesan railfans aja pada gak mematuhi, gimana masyarakat awam....

Kalau waktu cab riding ke Wonogiri khan lain cerita tuh... Karena kecepatan lok D 301 (maaf kalau salah) yang sangat pelan. Jadi rasa2nya 'aman' untuk dipijaki di pinggirannya juga. Saya kasih tanda kutip (') karena aman dengan kondisi kita bisa mengatur posisi.

#24
semoga saja tidak terjadi lagi kejadian yang memalukan seperti ini..
#25
salah satu kenapa di beberapa tempat di sekitar stasiun dan dipo adalah ada sebagian RAILFANS yang tidak mempunyai etika dan tata krama jika kita bertamu ke tempat tertentu yang jelas jelas disana adalah area kerja dan ada aturan yang harus di taati oleh semua orang yang berkunjung kesana !
saya sangat menyesalkan atas perbuatan orang orang seperti itu !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
#26
Mungkin dia melebihi RF. Dia mungkin saja seorang yang "MANIAK SPOOR"
Kalo sudah maniak mah halal haram hantam !!! .....
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
#27
(18-11-2010, 12:47 PM)dedy vh Wrote: salah satu kenapa di beberapa tempat di sekitar stasiun dan dipo adalah ada sebagian RAILFANS yang tidak mempunyai etika dan tata krama jika kita bertamu ke tempat tertentu yang jelas jelas disana adalah area kerja dan ada aturan yang harus di taati oleh semua orang yang berkunjung kesana !
saya sangat menyesalkan atas perbuatan orang orang seperti itu !

Saya sendiri ikut merasakan efek balik dari oknum-oknum RF yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Ceritanya dimulai dengan kunjungan beberapa oknum RF yang mengatasnamakan suatu organisasi RF tertentu ke salah satu dipo yang ada di wilayah Daop I, yang mana selidik punya selidik ternyata oknum-oknum RF tersebut memanfaatkan dipo sebagai ajang menarsiskan diri ("tempat wisata") di mana mereka masuk tanpa meminta izin ke petugas dipo dan keluar diponya mereka menebeng (menumpang gratisan) KRL yang kebetulan mau dinasan, yang mana mereka keluar tanpa melapor ke petugas dipo.

Efeknya, mulai saat itu saya merasa agak dipersulit untuk melakukan kunjungan ke dipo di wilayah Daop I, maupun daerah kerja karyawan PT. KAI lainnya (harus punya surat izin yang sudah disahkan dulu sebelum masuk, yang pada awalnya saya dengan mudahnya bisa masuk ke dipo dengan meminta surat pengantar dari KS setempat dan meminta izin kepada petugas dipo yang sedang bertugas).

Saya tidak akan menyebutkan nama oknum yang melakukan hal itu demi privasi dan kekondusifan trit ini, dan saya sangat menyesalkan perbuatan mereka yang tidak mematuhi etika dan tata tertib setempat (yang seharusnya sebagai tamu mereka menaati tata tertib yang berlaku di tempat tersebut dan tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan atau menyebabkan aset yang ada tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya).
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
#28
Waduh membaca thread ini saya benar-benar tersinggung baik sebagai RF maupun sebagai orang Indonesia. Bisa-bisa kita dicap sebagai "bangsa pencuri"...

Masih beruntung ga ketauan satpam, kalo ketauan...

Sebagai generasi muda, saya jadi prihatin dengan kelakuan beberapa kalangan ABG Indonesia zaman sekarang...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
#29
Saya juga sering merasa gak enak sama petugas stasiun (KS & PPKA) bila sedang berkunjung ke stasiun. Banyak RF yang seenaknya maen ambil alat-alat semboyan (walau sekedar untuk narsis) seperti mainan ajah, tanpa seijin yang berwenang.
Contoh: Topi PPKA & KS, alat semboyan 40 dan semboyan 41 dan banyak lagi yang lainnya.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
#30
yg nyolong itu member semboyan35?
CC20411 oh C20411Patah Hati


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)