Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Galuh Ekspress
#21
shoep_indra Wrote:sayang banget... k'lo naik kereta serayu sampe sta. ciamis dah penuh n gak kebgian tmpat duduk, dulu naik galuh datngnya pagi ( jam 06.30) jd bisa nikmatin kabut pagi apalagi k'lo kabut diatas jembatan cirahong ( jembatan yang melewati sungai citanduy), bagusnya gak abis-abis ditambah semburat merah matahari terbit waaaaaaaaaaah..... ! jd kpada yg PT Kereta Api (Persero) mohon dibuat lg rangkaian kereta khusus bumi parahyangan selatan, k'lo bisa K2.. Nyengir

kan sudah ada K2 mutsel (BD-SGU) dan K1+K2 Lodaya (BD-SLO)

Reply
#22
eling Wrote:
shoep_indra Wrote:sayang banget... k'lo naik kereta serayu sampe sta. ciamis dah penuh n gak kebgian tmpat duduk, dulu naik galuh datngnya pagi ( jam 06.30) jd bisa nikmatin kabut pagi apalagi k'lo kabut diatas jembatan cirahong ( jembatan yang melewati sungai citanduy), bagusnya gak abis-abis ditambah semburat merah matahari terbit waaaaaaaaaaah..... ! jd kpada yg PT Kereta Api (Persero) mohon dibuat lg rangkaian kereta khusus bumi parahyangan selatan, k'lo bisa K2.. Nyengir

kan sudah ada K2 mutsel (BD-SGU) dan K1+K2 Lodaya (BD-SLO)

harga tiket K1/K2 Lodaya/Mutsel/Turangga/Argo Wilis terlalu mahal & tdk masuk akal utk lintas pendek macem BD-Banjar/Ciamis/Tasikmalaya, klo dari Jakarta jg repot ganti2...
Reply
#23
nah, ini kan peluang buat daop 2 untuk ngisi kekosongan okupansi parahyangan-argo gede. toh parahyangan bisa diperpanjang sampe TSM atau mungkin BJR. pasarnya potensial. entah itu namanya jadi Parahyangan Timur, gak harus namanya jadi Galuh Ekspress lagi toh..
Reply
#24
apakah potensi tersebut dapat menutupi biaya operasional??

[Image: saveourearth_01.png]
Reply
#25
kalo harganya rasional plus okupansinya tinggi bisa lah buat nutupin biaya operasional...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply
#26
Juru Langsir Wrote:Om... Momod Mas Sepur Anjok ini kenapa ya ?
maksute opo niki,Mas? Kan bisa turun Ciawi tinggal jalan kaki dekat sinyal muka arah Rajapolah,nah itoe roemah ik
Reply
#27
sepuranjlok Wrote:
Juru Langsir Wrote:Om... Momod Mas Sepur Anjok ini kenapa ya ?
maksute opo niki,Mas?

Maksudnya Mas JuruLangsir ini menanyakan mengapa postingan panjenengan terkesan "ndak nyambung" dengan postingan sebelumnya ato topik dalam forum ini, begitu.....

Ada baiknya memposting hal-hal yang berhubungan dengan post sebelumnya ato sesuai dengan topik, kalau ndak ada komentar yang baik atau sesuai dengan postingan sebelumnya atau sesuai dengan topik sebaiknya ndak usah mereply.

Demikian semoga jelas...

Mari, kembali ke topiknya

Pisss ahhh...

NB : Post ini berlaku juga untuk member lain yang hanya mengejar peringkat dan/atau mereply tanpa ada kesesuaian dengan post atau topiknya.

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#28
Saya jelaskan jika Galuh dihidupkan ada kans okupansi besar sebab di Ciawi ada tempat pesantren terkenal Inabah,giti loh,Mas Mas senior.....kan kl mau ke Banjar mesti ganti KA di Kiara Condong dulu,betul nggak??? By the way,Railway,I accepted your previous "praise"
Reply
#29
katyusha Wrote:kalo harganya rasional plus okupansinya tinggi bisa lah buat nutupin biaya operasional...

nah masalahnya apakah okupansi dengan harga rasional (untuk menutup biaya operasional, bukan harga sesuai permintaan masyarakat) itu bisa tinggi??

karena di daerah parahyangan timur, orang sudah lebih terbiasa menggunakan angkutan selain kereta api, dan yang terbiasa menggunakan kereta api pun lebih memenuhi pasar K3...

untuk pangsa pasar K1 dan K2 dimana orang lebih membutuhkan kenyamanan dan KECEPATAN, ini yg sulit diwujudkan PT KA, karena medan disitu berat, dan jalannya mutar-muter dulu...

(klo kata Mas Soegeng dalam opininya, mendingan PT KA konsentrasi dan membenahi yang sudah ada dulu)

[Image: saveourearth_01.png]
Reply
#30
masalahnya kan setau saya belum pernah ada K1 Jakarta-Banjar. kalo penumpang kelas Exe mo ke Banjar musti ganti kereta di Bandung yang menjadikan kurang nyaman buat penumpang. gimana kalo dicoba untuk argo gede ato parahiangan di lanjutin ke Banjar, siapa tau bisa menaikan okupansinya.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)