Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
(17-11-2011, 04:10 AM)TukangBengkel Wrote: asyik, KTB dihapus... isyunya sih gak cuma KTB eko panas aja, si KTB Comel juga bakalan dihapus.... jadi nanti gak ada yg namanya KTB..... berarti KTB bulan ini juga bisa jadi benda keramat neh, ayo dikumpulin apalagi gambarnya terong...... hehehe........ KTB Prameks dihapyus jyuga... aduh, ya tapi maaf deh.... kalo ane soalnya cuma penumpang yg gak ngerti konsep 'CUSTOMER ORIENTED' jadinya bisa komplen.
KTB dipake bolak-balik berulang ruginya dimana ya? toh kalo KRL kosong juga harus jalan kan, gak boleh batal? dan berapa persen sih yang seharian di kereta atau naek krl bolak balik dalam sehari? 50%? 70%? hehehe.... paling 10% aja, itupun kayaknya pedagang. kl pegawai/karyawan yang jadi pengguna utama paling naek pagi dan sore aja, itu termasuk para pramuniaga yang banyak pake krl eko panas.....
Yang lucu ya, alasan penghapusan KRL Prameks... kl mogok gak bisa dikembaliin? ya kl gitu dikasih aja ganti keretanya, pake bis misalnya... gak usah dikembaliin duitnya. atau yg bener ya jangan sampe mogok keretanya.... Kl banyak dipalsu, kenapa gak diperketat penjagaannya trus bawa ke polisi, buat orang2 kapok... lah ini malah dihapus....
@om tomrys: kl melihat dari sudut pandang manajemen, lihatnya dari sudut pandang manajemen customer oriented atau sig sixma dong..... jangan lihat dari sudut pandang manajemen yang hanya berpikir menghapus masalah dengan mengorbankan pelanggan. untungnya krl/ka komuter gak ada saingan berat, kl ada sudah pasti banyak ditinggal.....
customer oriented?
terus yang kontribusi yang diberikan penumpang KRL Ekonomi selama ini sebanding tidak?
saya setiap hari menggunakan KRL Ekonomi..dimana tingkat kebocoran tiket nya cukup tinggi..orang kondektur nya aja nyaris ADA..
selama ini bukannya yang bayar KRL Ekonomi itu penumpang + pemerintah? kasarnya itu pemerintah suruh PT Kereta Api mengantar,nanti pemerintah yang bayar...(yah bicara PSO lagi ini)
sudah PSO nggak karuan...eh tiket aja dipalsuin..apes
693-5073-893-673
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
(17-11-2011, 04:58 PM)aditto Wrote: Yang menjadi pertanyaan saya sekarang, bagaimana jadinya kalau yang dipalsukan adalah tiketnya ?
Apa iya mau dihilangkan juga ???
Memalsukan tiket itu mahal dan berbelit. MAsih jauh lebih murah beli tiket asli.
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
(17-11-2011, 09:11 PM)mas_bagus_ajah Wrote: (17-11-2011, 04:58 PM)aditto Wrote: Yang menjadi pertanyaan saya sekarang, bagaimana jadinya kalau yang dipalsukan adalah tiketnya ?
Apa iya mau dihilangkan juga ???
Memalsukan tiket itu mahal dan berbelit. MAsih jauh lebih murah beli tiket asli.
betul mas bagus, kecuali bikin niat banyak pakai mesin cetak, itu sih udah jelas sindikat, jualnya juga susah dan nggak seberapa tapi resikonya gede  , kalo emang niat jahat sih mending malsu'in materai atau cukai deh
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 121
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
3
Hehe ... mungkin bener juga kalau palsuin tiket lebih sulit n mahal drpd palsuin abu ...
Cuma, poin saya, kalau me-quote pendapat sebelumnya, apa iya opsi 'amputasi' adalah pilihan terbaik, sudah dianalisa belum 'sakitnya' sebenernya apa ... 'obat' yang dikasih sudah bener apa belum ...
Sakit ditangan/kaki karena asam urat, dikasih salep or pain kiler sj, karena bingung ndak sembuh2 akhirnya tangan kaki dipotong ... sakit ndak sembuh, anggota badan hilang semua ...
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
(18-11-2011, 04:53 PM)aditto Wrote: Hehe ... mungkin bener juga kalau palsuin tiket lebih sulit n mahal drpd palsuin abu ...
Cuma, poin saya, kalau me-quote pendapat sebelumnya, apa iya opsi 'amputasi' adalah pilihan terbaik, sudah dianalisa belum 'sakitnya' sebenernya apa ... 'obat' yang dikasih sudah bener apa belum ...
Feeling saya, kayaknya ini amputasi sesaat. Mungkin kedepan karcis abonemen akan diadakan lagi, tapi mungkin saja yang model elektronik kaya EZ Link di Singapore sono.
Just my personal prediction...
Posts: 121
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
3
Betul om bagus,
Saya juga berfikir sistem elektronik bisa jadi salah satu alterntif solusi, hal palsu2an pasti bisa diminimalisir. Sebenernya pun kai juga sudah punya alatnya, itu e-tiket sudah terpasang di setiap stasiun jabotabek ... cuma ya kok ndak pernah go-live ...
Ya selama itu belum golive, stasiun ndak steril, n ndak ada yang mengawasi (atau kurang diawasi) ya susah menekan semua bentuk2 kecurangan ... pasti akan ada terus, bahkan mungkin semakin bermacam2 bemtuknya ...
Ya sudahlah, bukan perusahaan saya juga, ndak digaji oleh kai juga, naik krl juga sekarang sudah jarang, cuma seorang RF biasa ... hehee ...
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
hahahaha.... wah ndak di KRL mania ndak di sini jadi hot issue juga ya....  maaf... saya kemaren2 belum bisa ngikut trid ni secara intensif (TS yg kurang bertanggung jawab ya?? ah semoga bukan deh), ni lagi di Manado dan baru aga longgar sore ini
hmmm... boleh saya simpulkan dulu ya... penghapusan KTB ini didasari oleh adanya beberapa oknum penumpang yang memalsukan KTB, sehingga menimbulkan kerugian bagi operator... dan langkah penghapusan tiket abudemen ini merupakan sebuah langkah untuk meminimalkan kerugian yang dialami oleh operator karna tindakan segelintir oknum tersebut.
Tapi...... ada tapi-nya loh....
seperti yang dikatakan Mas Aditto... masalah yang dihadapi adalah ini.. eh solusi yang dilakukan malah ono.... ya ngga salah dunk ketika banyak yang berkomentar kalo.. mau nangkap tikus, eh malah lumbungnya yang dibakar...
apakah itu menandakan manajemen yang ga kreatif dan ga punya konsep jelas tentang sebuah operasionalisasi???? ya, dalam sebuah operasional pasti akan ada yang namanya Kekuatan, kelemahan, Peluang dan Hambatan .... inget kan tentang SWOT... mekanisme paling dasar dalam sistem manajerial.. itu ajah dipetakan ngga oleh manajemen sepur...
seharusnya manajemen juga melakukan sebuah koreksi dan evaluasi atas sistem yang mereka jalankan... pasti tahu lah potensi, kelemahan dan potensi ancaman yang akan senantiasa dihadapi... selain itu, evaluasi kan juga harus dilakukan pada dua sisi... secara internal dan eksternal.... apakah internal perusahaan telah cukup kuat, apakah internal telah menjalankan SOP dan ada kedisiplinan di internal... baru dah memetakan kondisi eksternal... lah ini manajemen seolah-olah ngga pernah evaluasi internal... dan dari berita-berita yang beredar, manajemen cuman bisa menyalahkan keadaan dan ... tentunya menyalahkan penumpang
nah, kalo kondisinya kek gini... sebenarnya manajemen sebelum membuat sebuah keputusan, tahu ngga seh kondisi lapangan yang terkini... atau selalu melakukan pemetaan dan evaluasi secara kontinyu... sehingga kebijakan yang dibuat tepat sasaran... tapi apa bener kata Mas Aditto ya.... manajemen emang ngga tahu kondisi riil lapangan, atau ngga mau tahu... soalnya kan dapat kendaraan dinas...
lah kalo ndak ada visi yang jelas, dan itu bisa dilihat dari kebijakan yg seolah-olah selalu dibuat sebagai reaksi... bukan sebagai konsep masterplan, gimana mau seperti luar negeri... seperti yang sering digembor-gemborkan... ngga usah jauh-jauh berkaca ke luar negeri... benahi dulu lah sistem yang ada
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 147
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
2
ya mungkin, ini salah satu alasan yang baru terungkap kenapa krl ekspres dihapus... soalnya banyak krl ekspress palsu.... tiketnya aja yang ekspres, tapi perjalanan lambat, ac gak nyala, suka telat..... karena banyak yg palsu, akhirnya dihapus deh.....
Quote:Saya juga berfikir sistem elektronik bisa jadi salah satu alterntif solusi, hal palsu2an pasti bisa diminimalisir. Sebenernya pun kai juga sudah punya alatnya, itu e-tiket sudah terpasang di setiap stasiun jabotabek ... cuma ya kok ndak pernah go-live ...
dah sering ditanyain tuh kl ketemuan ttg si e-ticketing yang katanya sih bisa menyelesaikan semua masalah krl jabotabek, bahkan sampe masalah krl mogok, telat, dan acnya sering mati. Tapi mungkin nunggu implementasi jilid 3 pake alat lain lagi. soalnya kl yang sekarang rumit, harus taping 3x.... lah untuk periksa tiket aja susah, apalagi ini yang lebih banyak ruginya penumpang kl gak sampe taping 3x.....
eh iya, ngomong2 ada yg bisa kasih data.... berapa sih jumlah abunemen yang keluar setiap bulan? trus berapa kira2 kasus pemalsuan abunemen ini? adakah 10%, 50%, atau bahkan 90%??? atau cuma puluhan dari ribuan abunemen yang dikeluarkan PTKA/KCJ? ada yg bisa kasih datanya.... kl ada, baru di sini kita bisa jugde apakah keputusan menghapus abunemen itu sebagai solusi yang tepat atau tidak..... kl gak ada, ya apa yg kita debatkan useless....
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
(19-11-2011, 07:47 PM)TukangBengkel Wrote: ~Edited~
dah sering ditanyain tuh kl ketemuan ttg si e-ticketing yang katanya sih bisa menyelesaikan semua masalah krl jabotabek, bahkan sampe masalah krl mogok, telat, dan acnya sering mati. Tapi mungkin nunggu implementasi jilid 3 pake alat lain lagi. soalnya kl yang sekarang rumit, harus taping 3x.... lah untuk periksa tiket aja susah, apalagi ini yang lebih banyak ruginya penumpang kl gak sampe taping 3x.....
yang saya bold mas... beneran tuh e-ticketing bisa berfungsi sebegitu dahsyatnya  sampe bisa menyelesaikan masalah KRL mogok, telat dan AC mati.... waaahhhh amazing
jadi pengen lihat nih, kalo bener e-ticketing jadi.. bisa segitu multi fungsinya ya kartu tersebut..... terintegrasi dengan sistem teknis KRL juga lohhh... hebaaattttt
ya mending wait and see ajah, sambil tilik-tilik antrian per 1 Desember mendatang... semoga ajah loketnya ditambah dan pelayanan dipercepat, jangan petugasnya ngasih kembalian di lama-lama in... kasian yang antri di belakang, tar ketinggalan kereta
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 147
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
2
Quote:yang saya bold mas... beneran tuh e-ticketing bisa berfungsi sebegitu dahsyatnya New_heran sampe bisa menyelesaikan masalah KRL mogok, telat dan AC mati....
itu sih berdasarkan kata2 salah seorang boss KCJ ketika ditanya kenapa harus e-ticketing pada awal implementasi di oktober 2009. Tapi giliran ditanya, nanti kl ada krl mogok, nasib uang yg didalam kartu gimana? apa dipotong atau dikembaliin lagi? sampe saat ini belum terjawab, masih bilang nanti tunggu implementasi aja....
Back to topik,
Quote:Cuma, poin saya, kalau me-quote pendapat sebelumnya, apa iya opsi 'amputasi' adalah pilihan terbaik, sudah dianalisa belum 'sakitnya' sebenernya apa ... 'obat' yang dikasih sudah bener apa belum ...
Untungnya manajemen McD, KFC, Pizzahut, atau lain2 termasuk itu produsen paramex, extrajoss (sorry nyebut merek), gak berpikir kayak gitu ya...... padahal produk mereka banyak dipalsu. Coba bayangin aja, kl McD ngambek gara2 burgernya banyak dipalsu trus dia bilang, daripada banyak dipalsu udah gak usah jualan burger lagi...... ganti jualan lontong aja..... hehehe....
Memang orang2 curang banyak, tapi banyak cara juga untuk ngakalin mereka... misalnya pake sistem barcode, harga alatnya juga udah murah kok.... kl masuk stasiun kasih tunjuk tiket/ktb trus scan barcode.... lolos masuk, kl palsu kan ketahuan.... barcodenya dibuat bersistem misalnya mencantumkan bulan plus kode2 lain..... buat programnya juga gak susah. cepet kan, gak usah diperhatiin sama petugas asli apa palsu....
mo dipalsuin soklah, yg buat juga pusing setiap bulan harus buat desain baru..... blum lagi masalah kode. kl hasil scannan kan bisa keliatan asli apa palsunya.... asal ada niat aja, inovasi banyak..... di krl juga sama, alat scannernya dah banyak yg portabel. kl palsu kan keliatan, dan yg pasti gak nyampah potongan kertas......
nah ini baru satu ide, gratis lah buat ptka/kcj... silahkan kl mo dipake.... gak perlu inves mesin etiketing yang mahal2.....
|