Posts: 1,376
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
12
(11-07-2012, 07:11 PM)Nicodio Wrote: (11-07-2012, 07:08 PM)enrico Wrote: [Spoiler]
(11-07-2012, 06:23 PM)Illia Wrote: (11-07-2012, 05:14 PM)Nicodio Wrote: Memang tidak selamanya perubahan itu bagus. PT.KAI membuat pernyataan "silahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang" itu ditujukan untuk kelas apa, mungkin saja ekonomi. yang notabene adalah kereta subsidi. Karena tidak mau rugi banyak ya dialihkan ke Ekonom AC. Pak Yonan sebelumnya kepala Citibank(tidak punya background kerja di kereta api. Ini menurut cerita senior saya). Makanya kereta api sekarang serba ekonomis. Jika tidak untung ya gimana lagi. Banyak keluhan tapi, pnp masih banyak. Dengan sistem tempat duduk keuangan tidak lagi bocor,pemasukan jelas. Dari tiket per gerbong yang terjual,ekonomi jelas pemasukannya. Sebelumnya dengan tiket mirip kartu domino,apa ada setengah gerbong yang membayar. Jadi semua serba ekonomis Itu ga cuma untuk kelas eko kok. Kelas eksa dengan harga mahal dan pelayanan apa adanya juga dapat statment tersebut .
Kelas eksa harga mahal, pelayanan yang di dapat hanya AC dan KA terlambat jg sering. Malah aku bilang lebih tepat kalau naik K3 malahan wkwkwkw. Gak inget kali ya, pas Dirut PT Sepur di komplain mentri BUMN soal pelayana KA kelas eksa malah berkelit kabur dari komplainan tersebut. Banyak yang komplain soal KA kelas eksa tp dijawab "anda ga suka? silahkan menggunakan Alternatip lain" ya ga masalah sih, masih banyak Bus dan Pesawat yang siap menampung penumpang dengan harga yang realistis dan pelayanan yang sesuai dengan di bayarkan. Bahkan sekarang bilang "Sudah tidak butuh penumpang lagi" ooo ya uda kalau begitu karena tujuannya uda mencari untung kereta api memang bukan lagi untuk rakyat. Tapi cuma untuk orang menengah ke atas yang mau menerima pelayanan apa adanya.
Silahkan berkaca ke jaman masa2 TOP 21....itu jaman2 dimana Kereta APi Eksa bener2 masih sesuai dengan kapasitas eksekutif yang sebenarnya.
Inget mas Kereta api itu dulu dibuat buat rakyat. Apa lg K3 dari anggaran daerah yang jelas2 itu duit dari rakyat jg. . Soal karcis domino banyak kambing dll itu tergantung petugasnya gmana? displin apa ga? ada kambing ya tendang keluar. Soale dari petugas atau KP dalamnya aja mentalnya memelihara "kambing" bukan salah karcisnya mau domino atau kertas itu ga ada urusannya? kayak soal calo, masih banyak tuh petugas yang kerja sama ama calo sampe detik ini juga saya temukan di beberapa stasiun besar di Jakarta. Artinya kalau dari perusahaannya sendiri uda ga disiplin....gmana mau mau melayani penumpang yak? 
(11-07-2012, 05:31 PM)enrico Wrote: ya memang, apapun kebijakannya PT.KAI gak bakal ditinggal oleh konsumennya, dengan alasan ekonomis saja gak cukup untuk merubah tradisi lama KA, harus ada paling tidak solusi cerdas untuk menyapu semua peminat KA bukanya langsung lepas tangan begitu saja. sekarang balik ke joglosemar dan pandan wangi yang notabene KA komuter (temapt duduk bebas), padahal potensi jelas besar, peminat juga sudah banyak, bukannya pelayanannya ditingkatkan, kenapa malah dihapus? apa armadanya sudah tua? tetapi kalau memang serius kenapa gak diback up dengan KA yg stabling di SLO atau SMC? teringat jelas waktu itu status pandanwangi itu K2 dan banyubiru K3 namun pelanyanannya memang terkesan asal2an. apalagi banyubiru yang keberangkatan dari SMC pagi hari saja sering telat, padahal jarak diponya cuma 500meter dari stasiun. Simplenya gini om enrico. Sebenarnya itu dihapus karena menurut perusahaan tidak menguntungkan. Serta tiketnya terlalu murah. Makanya KA macam Feeder BJ dihapus supaya penumpang pindah ke Blojeks yang harganya lebih mahal. Dengan begitu pendapatan perusahaan dapat terpenuhi. Selain itu seperti kasus Pandanwangi jg sama, sebenare pandanwangi penuh kok dan bertiket semua. Tapi karena ramenya di petak Semarang-Gundih doank makanya Daop 6 Solo ga mau rugi. Akhirnya the end dah pandanwangi. Walau alibinya rangkeannya rusak....tp buktinya msh ngebut bawa xgung bisnis KRD tuh. Soale anak emasnya daop 4 skrg ya Xgung ama Blojeks sih yang terlihat penumpange lumayan banyak. Ya secara Xgung jg uda lebih dikenal masyarakat sih . Hasil kesabaran Perusahaan Sepur dimasa lalu berefek sampe sekarang. coba kalau perusahaan sepur yang sekarang? Mana ada kereta yang bertahan lama seperti xgung untuk komuter ?
ya lagi-lagi masalah menguntungkan? atau ga?
Selamat datang di Dunia Kereta Api 2012 [/Spoiler]
memang, skala prioritas perlu (dalam hal ini yang diproritaskan KA kaligung) tapi seharusnya gak usah mengorbankan pandanwangi juga kali...
tapi kalau cuma untuk petak gundih-brumbung yang ramai saya kurang setuju soalnya daerah gundih-solobalapan juga luamayan ramai kalau siang terutama di stasiun salem (gemolong)
jadi fungsinya jadi komuter sematang untuk petak gundih-semarang poncol dan komuter solo untuk petak gundih-solobalapan

Gimana lagi mas rico, mungkin PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang punya datanya. Kenapa dihentikan operasinya
Nah itu dia,alasan ke publik karena armadanya sudah tua dan okupansi sedikit, padahal setelah pandanwangi dilikuidasi armadanya malah buat narik kaligung dan tarif sebelum dilikuidasi dinaikan drastis.
Lalu alasan yang paling mungkin ya prioritas, KA kaligung diberi tambahan armada. Tapi tetap kurang adil menurut saya karena sama-sama ramai okupansinya.
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri
Posts: 7,346
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
44
(11-07-2012, 07:18 PM)enrico Wrote: Nah itu dia,alasan ke publik karena armadanya sudah tua dan okupansi sedikit, padahal setelah pandanwangi dilikuidasi armadanya malah buat narik kaligung dan tarif sebelum dilikuidasi dinaikan drastis.
Lalu alasan yang paling mungkin ya prioritas, KA kaligung diberi tambahan armada. Tapi tetap kurang adil menurut saya karena sama-sama ramai okupansinya.
wkwkkw ya mana taripnya yang lebih mahal dan menguntungkan. Dia yang menang :v hukum alam sih. Kalau ga suka msh banyak alternatip lain. Kan operator uda ngomong gt :v ya penumpang cm bisa trima saja :v xixixixi
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.
Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...
Hibernasi ã„ã¿ã¯ ãÂÂã¦ã„ãÂÂã¾ãÂâ„¢. XDa
l
Posts: 14
Threads: 0
Joined: Jul 2012
Reputation:
0
karena nasib dan takdir
mari jalin silaturahmi.....085727755506
Posts: 344
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
2
Intinya KAI itu maunya untung gede...sebenernya sih si pandanwangi itu juga untung...tapi untungnya mepet...jd ya dibilang rugi (bego ga nih cara berpikir orang KAI)...buat catatan aja ternyata kantor pusat KAI di bandung ga bisa kasih info yg bener tentang rute n jam berangkat ka ekonomi...masak gbms dibilang rutenya jakk - ml n berangkat jam 14.05 padahal yg bener kan gbms rutenya jakk - sgu n berangkat jam 12.00 , dll....bego ga tuh...
Posts: 7,346
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
44
(13-07-2012, 12:26 AM)kuli bangunan Wrote: Intinya KAI itu maunya untung gede...sebenernya sih si pandanwangi itu juga untung...tapi untungnya mepet...jd ya dibilang rugi (bego ga nih cara berpikir orang KAI)...buat catatan aja ternyata kantor pusat KAI di bandung ga bisa kasih info yg bener tentang rute n jam berangkat ka ekonomi...masak gbms dibilang rutenya jakk - ml n berangkat jam 14.05 padahal yg bener kan gbms rutenya jakk - sgu n berangkat jam 12.00 , dll....bego ga tuh...
xixixix mgkn oknum SDM e ada yang gt mas.......mgkn kudu di training lg
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.
Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...
Hibernasi ã„ã¿ã¯ ãÂÂã¦ã„ãÂÂã¾ãÂâ„¢. XDa
l
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
(10-07-2012, 05:31 PM)enrico Wrote: kalo mau boleh kasih pendapat, faktor KA semarang-solo/yogya gagal terus karena
1. jalur semarang-solo terlalu memutar jauh lewat grobogan, sedangkan rel yang dipakai maish belum memadai untuk digeber sampai 100 km/jam layaknya jalur utama, normalnya sekarang cuma 50-8- km/jam, itu saja udah anjrut2an
2. kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, pengalaman saya yg udah 4 tahun bolak-balik solo-semarang hanya 20-30% orang yang tau ada kereta yang menuju semarang dari solo dan sebaliknya.
3. perawatan aramada yang sangat kurang, dibandingkan bus yang udah berAC armada KA hanya memakai kelas ekonomi, paling pol KD2 itupun sudah bulukan.
4. Pasar yang dituju bukan penglaju yogya-solo-semarang, namun daerah antara semarang-gundih sehingga sering berhenti dijalan, memang dari awal pasar yang dituju adalah kota2 besar namun karena sepi/kurang peminat akibat yang ada di point 2 tadi maka pasar dialihkan untuk komuter semarang dan komuter solo (yng angsung naik solo-semarang PP cuma kurang dari 30%, selebihnyanaik/turun distasiun kecil)
5. yang terakhir jam keberangkatan yang terbatas cuma 2X PP (baik pandanwangi maupun banyubiu), padahal mobilitas komuter solo-semarang hampir 24 jam
sekian analisa dari saya, selebihnya mohon maaf
Jadi inget nih
pas jaman PJKA sekitar th 1977 di stasiun Tawang terdengar siaran PPKA
" Perhatian , akan segera masuk di sepur 4 dari arah barat KA Pattas Pandanaran dengan tujuan Brumbung , Tanggung , Kedungjati ...bla...bla.....
Deru simbah BB 200 08 yang membawa 4 kereta K3 ( dulu CW ) dan sebuah kereta bagasi ( dulu DW ) semakin membuat hati ikut bergemuruh. Kumasuki ruang penumpang dan ternyata okupansinya berkisar antara 60 sampai 80 %.
Kursi dari anyaman rotan ini terasa empuk , kuletakkan tas yang berisi pakaian di bagasi tepat terletak di atas kepala.
Saat itu jumlah perjalanan KA Pattas Pandanaran ini sehari tinggal 3 x PP.
jadi kalu saja kita hitung potensi penumpang yang terangkut ada sekitar :
80 x 4 x 3 x 80 % = 768 penumpang perhari. atau setara dengan KA Pandanwangi dengan okupansi 100 % yang membawa 2 KD3 sebanyak 6 x PP.
Wah .......
jadi kalau dibilang potensi penumpangnya minim sepertinya terlalu dini.

Posts: 11
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
0
Memang susah skg naik kereta api.......
Posts: 1,376
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
12
(13-07-2012, 11:13 AM)BAMBANG EKO Wrote: (10-07-2012, 05:31 PM)enrico Wrote: kalo mau boleh kasih pendapat, faktor KA semarang-solo/yogya gagal terus karena
1. jalur semarang-solo terlalu memutar jauh lewat grobogan, sedangkan rel yang dipakai maish belum memadai untuk digeber sampai 100 km/jam layaknya jalur utama, normalnya sekarang cuma 50-8- km/jam, itu saja udah anjrut2an
2. kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, pengalaman saya yg udah 4 tahun bolak-balik solo-semarang hanya 20-30% orang yang tau ada kereta yang menuju semarang dari solo dan sebaliknya.
3. perawatan aramada yang sangat kurang, dibandingkan bus yang udah berAC armada KA hanya memakai kelas ekonomi, paling pol KD2 itupun sudah bulukan.
4. Pasar yang dituju bukan penglaju yogya-solo-semarang, namun daerah antara semarang-gundih sehingga sering berhenti dijalan, memang dari awal pasar yang dituju adalah kota2 besar namun karena sepi/kurang peminat akibat yang ada di point 2 tadi maka pasar dialihkan untuk komuter semarang dan komuter solo (yng angsung naik solo-semarang PP cuma kurang dari 30%, selebihnyanaik/turun distasiun kecil)
5. yang terakhir jam keberangkatan yang terbatas cuma 2X PP (baik pandanwangi maupun banyubiu), padahal mobilitas komuter solo-semarang hampir 24 jam
sekian analisa dari saya, selebihnya mohon maaf
Jadi inget nih
pas jaman PJKA sekitar th 1977 di stasiun Tawang terdengar siaran PPKA
" Perhatian , akan segera masuk di sepur 4 dari arah barat KA Pattas Pandanaran dengan tujuan Brumbung , Tanggung , Kedungjati ...bla...bla.....
Deru simbah BB 200 08 yang membawa 4 kereta K3 ( dulu CW ) dan sebuah kereta bagasi ( dulu DW ) semakin membuat hati ikut bergemuruh. Kumasuki ruang penumpang dan ternyata okupansinya berkisar antara 60 sampai 80 %.
Kursi dari anyaman rotan ini terasa empuk , kuletakkan tas yang berisi pakaian di bagasi tepat terletak di atas kepala.
Saat itu jumlah perjalanan KA Pattas Pandanaran ini sehari tinggal 3 x PP.
jadi kalu saja kita hitung potensi penumpang yang terangkut ada sekitar :
80 x 4 x 3 x 80 % = 768 penumpang perhari. atau setara dengan KA Pandanwangi dengan okupansi 100 % yang membawa 2 KD3 sebanyak 6 x PP.
Wah .......
jadi kalau dibilang potensi penumpangnya minim sepertinya terlalu dini.
 
wah, jadul sekali pak...
tapi rasanya gak juah beda sama pandanwangi 4 tahun lalu, kenangannya masih terasa
padahal kalau sekarang pandanwangi bawa 3 K3 sudah dipastikan okupansinya gak bakal dibawah 60% asal harganya rasional. Coba lihat daop 9, KA macam probowangi, pandanwangi dan tawang alun masih melenggang aja tuh walaupun cuma bawa 3 K3, betul-betul heran saya sama daop 4
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(13-07-2012, 05:15 PM)enrico Wrote: wah, jadul sekali pak...
tapi rasanya gak juah beda sama pandanwangi 4 tahun lalu, kenangannya masih terasa 
padahal kalau sekarang pandanwangi bawa 3 K3 sudah dipastikan okupansinya gak bakal dibawah 60% asal harganya rasional. Coba lihat daop 9, KA macam probowangi, pandanwangi dan tawang alun masih melenggang aja tuh walaupun cuma bawa 3 K3, betul-betul heran saya sama daop 4 
Nah itu dia om disitulah letak perbedaan pandannya daop IX sama padannya daop IV, saya pikir memang masalahnya di harga dan keretanya, memang lebih baik pake kereta dengan kepala alias loko daripada KRD..... 
Udah deh gausa harepin PSO, berharap banget ada 1 ato 2x perjalanan dengan K-3nya Progo yang lagi nganggur nunggu dibawa sore hari, gausa banyak2 2 ato 3 kereta saja dengan tarif rasional....
Ah tapi itu hanya mimpi.....
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
(13-07-2012, 06:06 PM)Joe_cn Wrote: [spoiler]
(13-07-2012, 05:15 PM)enrico Wrote: wah, jadul sekali pak...
tapi rasanya gak juah beda sama pandanwangi 4 tahun lalu, kenangannya masih terasa 
padahal kalau sekarang pandanwangi bawa 3 K3 sudah dipastikan okupansinya gak bakal dibawah 60% asal harganya rasional. Coba lihat daop 9, KA macam probowangi, pandanwangi dan tawang alun masih melenggang aja tuh walaupun cuma bawa 3 K3, betul-betul heran saya sama daop 4 
Nah itu dia om disitulah letak perbedaan pandannya daop IX sama padannya daop IV, saya pikir memang masalahnya di harga dan keretanya, memang lebih baik pake kereta dengan kepala alias loko daripada KRD.....
Udah deh gausa harepin PSO, berharap banget ada 1 ato 2x perjalanan dengan K-3nya Progo yang lagi nganggur nunggu dibawa sore hari, gausa banyak2 2 ato 3 kereta saja dengan tarif rasional.... [/spoiler]
Ah tapi itu hanya mimpi.....
Mimpi ?
benar juga kata Om Joe cn
buktinya banyak
> Fider Kedungbanteng , Fider Progo , Fider Tawangjaya sudah ga jalan ,
padahal fider TJ penumpangnya banyak
tapi memang sepertinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) belum butuh penumpang ekonomi yang banyak ??? atau " beliau sedang profit oriented " ??

|