05-10-2016, 05:38 PM
(05-10-2016, 06:28 AM)Dana Komuter Wrote: Home Industri Transportasi & Logistik
KA Ambarawa Ekspress Mulai Dioperasikan
Yudi Supriyanto Selasa, 04/10/2016 17:12 WIB
Bisnis.com, JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia operasikan Kereta Api Ambarawa Ekspress untuk melayani penumpang relasi Semarang Poncol-Surabaya Pasar Turi pulang-pergi. VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Agus Komarudin mengatakan, KA Ambarawa Ekspress tersebut memiliki kapasitas angkut penumpang dan kenyamanan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kereta sebelumnya. “Lebih kepada melayani kebutuhan masyarakat masyarakat karena beroperasinya KA Ambarawa Ekspress ini,”kata Agus, Jakarta, Selasa (4/10). Dia menambahkan, KA Ambarawa Ekspress tersebut menggantikan Kereta Rel Diesel (KRD) Cepu Ekspres dan Blora Jaya. Rangkain KA Amabarawa Ekspress, paparnya, menggunakan rangkaian kereta bekas KA Menoreh Pasar Senen-Semarang Tawang. Adapun KRD Cepu Ekspres yang terdiri dari 4 kereta dalam 1 rangkaian akan dimutasi untuk kereta relasi Rangkasbitung-Merak.
Sementara KRD Blora Jaya akan dimutasi untuk KA cadangan KA Madiun Jaya. Sementara itu, Manager Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang Edy Kuswoyo mengatakan, 1 rangkaian KA Ambarawa Ekspress memiliki stamformasi 8 kereta kelas ekonomi AC (air conditioner/pengatur suhu udara). Kemudian, dia memaparkan, tiap kereta memiliki 80 tempat duduk. Oleh karena itu, jumlah tempat duduk KA Ambarawa secara keseluruhan mencapai 640 tempat duduk. Adapun tarif tiket KA tersebut sebesar Rp 80.000 per orang. Edy mengklaim, masyarakat yang biasa melakukan perjalanan Semarang-Surabaya tidak keberatan dengan tarif tersebut. Tarif KRD Cepu Ekspres dari Stasiun Semarang Poncol-Surabaya Pasar Turi, paparnya, berada pada kisaran Rp 75.000 per penumpang. Sementara tarif KRD Blora Jaya sebesar Rp 50.000 karena hanya sampai Stasiun Bojonegero dari Semarang Poncol.
KRD Blora Jaya dan Cepu Ekspres, dia mengungkapkan, rata-rata tingkat keterisian atau okupansi selama ini mencapai 30%-50% per harinya. Adapun pada akhir pekan, rata-rata tingkat okupansi kedua KRD tersebut sekitar 75%-90%. Terkait dengan tingkat okupansi KA Ambarawa Ekspress, dia menginginkan, tingkat keterisiannya mencapai 75%-90%. Selama ini, dia mengungkapkan, rata-rata penumpang yang melakukan perjalanan dari Semarang-Surabaya atau sebaliknya adalah penumpang yang melakukan perjalanan bisnis dan wiraswasta.
Jadwal keberangkatan KA Ambarawa Ekspress dari Stasiun Semarang Poncol pada pukul 07.00 WIB. KA tersebut berhenti di Stasiun Semarang Tawang, Ngrombo, Jambon, Kradenan dan Doplang. Kemudian, KA tersebut juga berhenti di Stasiun Randulblatung, Cepu, Bojonegoro, Babat, Lamongan dan berakhir di Surabaya Pasar Turi. Dari Stasiun Pasar Turi, KA Ambarawa Ekspress berangkat kembali pukul 13.00 WIB dan melewati stasiun-stasiun yang sama hingga Stasiun Semarang Poncol pada pukul 17.53 WIB.
AddThis Sharing Buttons
Share to FacebookShare to TwitterShare to Google+Share to LinkedInShare to Email
Editor : Rustam Agus
http://industri.bisnis.com/read/20161004...perasikan-
--------------------------------
Yang aku kasih warna ungu di atasapa udah ada cikal-bakal rute Rangkas Bitung akan dilayanin KRL Commuter Line yah??
Semoga laris maniis , berumur panjang dan berjaya
tapi .........
dengan rangkaian baru , kenapa sehari hanya kerja selama 10 jam atau 600 km perhari ?
efisienkah ??
sedangkan tangkaian KA Tawangjaya harus mentii rel sepanjang 14 jam atau 890 km per hari dengan rangkaian yang lebih sepuh ?
atau mungkin ada rencana lain ???


apa udah ada cikal-bakal rute Rangkas Bitung akan dilayanin KRL Commuter Line yah??