Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
COMMET Simulation Stand
#31
Justru di tapnya langsung 15.000 itu adalah supaya memperkecil resiko kerugian PT KCJ. Kalau penumpang kabur, ya yg rugi penumpangnya karena 15000 adalah tarif termahal untuk kelas ekspress, sedangkan PT KA nothing to lose. Sehingga otomatis default tap in pertama adalah tarif terjauh. Kalau default tap in pertama adalah tarif ekonomi, menjadi masalah kalau dia naik ekspress lalu ternyata saldonya kurang, nah lo, ini sisanya mau ditalang pakai apa? Dan secara akunting akan merepotkan PT KCJ jika hal itu terjadi. Belom lagi resiko kucing2an.

Makanya repotnya punya banyak kelas tapi peronnya cuman 1. Sebenarnya bisa lebih praktis tap in di pintu masuk dan keluar saja asalkan infrastrukturnya tersedia. Untuk sekarang kalau aplikasi e-tiketing ingin berjalan lebih simpel tanpa perlu tapping ulang di dalam kereta, KRL ekspress harus diplot agar berhenti HANYA pada stasiun yang memang punya peron terpisah dengan KRL ekonomi dimana pemisahan ini dibatasi lagi oleh mesin tapping.

Tapi untuk saat inipun, hal ini tidak mungkin juga karena banyak stasiun2 yg peronnya cuman 2 tapi disinggahi KRL ekspress.

Solusi terbaik memang: MENYATUKAN kelas (hanya ada lokal saja) atau MENYATUKAN tarif (ekspress / lokal sama saja tarifnya).
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
#32
(13-02-2010, 01:02 AM)peseg5 Wrote: Justru di tapnya langsung 15.000 itu adalah supaya memperkecil resiko kerugian PT KCJ. Kalau penumpang kabur, ya yg rugi penumpangnya karena 15000 adalah tarif termahal untuk kelas ekspress, sedangkan PT KA nothing to lose. Sehingga otomatis default tap in pertama adalah tarif terjauh. Kalau default tap in pertama adalah tarif ekonomi, menjadi masalah kalau dia naik ekspress lalu ternyata saldonya kurang, nah lo, ini sisanya mau ditalang pakai apa? Dan secara akunting akan merepotkan PT KCJ jika hal itu terjadi. Belom lagi resiko kucing2an.

klo strateginya semua main potong 15rb berarti PT KCJ bisa untung besar dong, kan si kondektur tinggal ngumpet aja di ruang masinis sampai berhenti di stasiun tujuan, otomatis semua penumpang bayar 15rb meski udah tap-in di gate-in dan gate-out... Ngakak
yang bener harusnya begini:
tap-in gate-in dan gate-out hasilnya relasi stasiun awal dan akhir dan range tarif, misal depok-sudirman tarifnya ada yg 2rb (eko), 5,5rb (eko ac) dan 11rb (ekspress)
tap-in di EDC kondektur hasilnya tarif kelas kereta, misal naiknya ekspress jadi tarifnya 11rb
trus gimana klo ga ketemu kondektur? mekanisme pukul rata 15rb jelas merugikan konsumen, mau ga mau harus menetapkan tarif minimum untuk penumpang yang sudah jelas stasiun awal dan akhirnya dengan tarif minimum yaitu tarif ekonomi.. jadi penumpang ekonomi ga usah diperiksa diatas kereta, hemat personel dan EDC kan..
trus klo ada yang kucing2an di kereta express gimana? ya itu resikonya PT KCJ, kondektur harus memastikan semua penumpang express dan eko AC di tap dengan EDC mereka... lagipula kondektur lebih gampang periksa penumpang di kereta express dan eko ac daripada di kereta ekonomi..
nah klo ternyata PT KCJ tetap mau buat aturan pukul rata semua 15rb siap2 aja diamuk massa sama penumpang ekonomi, disuruh turun dari atap saja pada lemparin loket pake batu... apalagi langsung potong 15rb... Ngakak
btw tiap kartu pasti ada saldo minimumnya (kayak atm) dan pastinya > 15rb, jadi ga akan bisa kekurangan saldo untuk dipotong... klo udah < 15rb pasti ga bisa tap-in masuk ke stasiun, mesti top-up dulu.. (bakal ada mesin top-up kayak atm ga ya? klo antri di loket lagi sih cape deh...Bethe)
#33
(18-02-2010, 11:20 AM)andri_a Wrote:
(13-02-2010, 01:02 AM)peseg5 Wrote: Justru di tapnya langsung 15.000 itu adalah supaya memperkecil resiko kerugian PT KCJ. Kalau penumpang kabur, ya yg rugi penumpangnya karena 15000 adalah tarif termahal untuk kelas ekspress, sedangkan PT KA nothing to lose. Sehingga otomatis default tap in pertama adalah tarif terjauh. Kalau default tap in pertama adalah tarif ekonomi, menjadi masalah kalau dia naik ekspress lalu ternyata saldonya kurang, nah lo, ini sisanya mau ditalang pakai apa? Dan secara akunting akan merepotkan PT KCJ jika hal itu terjadi. Belom lagi resiko kucing2an.

klo strateginya semua main potong 15rb berarti PT KCJ bisa untung besar dong, kan si kondektur tinggal ngumpet aja di ruang masinis sampai berhenti di stasiun tujuan, otomatis semua penumpang bayar 15rb meski udah tap-in di gate-in dan gate-out... Ngakak
yang bener harusnya begini:
tap-in gate-in dan gate-out hasilnya relasi stasiun awal dan akhir dan range tarif, misal depok-sudirman tarifnya ada yg 2rb (eko), 5,5rb (eko ac) dan 11rb (ekspress)
tap-in di EDC kondektur hasilnya tarif kelas kereta, misal naiknya ekspress jadi tarifnya 11rb
trus gimana klo ga ketemu kondektur? mekanisme pukul rata 15rb jelas merugikan konsumen, mau ga mau harus menetapkan tarif minimum untuk penumpang yang sudah jelas stasiun awal dan akhirnya dengan tarif minimum yaitu tarif ekonomi.. jadi penumpang ekonomi ga usah diperiksa diatas kereta, hemat personel dan EDC kan..
trus klo ada yang kucing2an di kereta express gimana? ya itu resikonya PT KCJ, kondektur harus memastikan semua penumpang express dan eko AC di tap dengan EDC mereka... lagipula kondektur lebih gampang periksa penumpang di kereta express dan eko ac daripada di kereta ekonomi..
nah klo ternyata PT KCJ tetap mau buat aturan pukul rata semua 15rb siap2 aja diamuk massa sama penumpang ekonomi, disuruh turun dari atap saja pada lemparin loket pake batu... apalagi langsung potong 15rb... Ngakak
btw tiap kartu pasti ada saldo minimumnya (kayak atm) dan pastinya > 15rb, jadi ga akan bisa kekurangan saldo untuk dipotong... klo udah < 15rb pasti ga bisa tap-in masuk ke stasiun, mesti top-up dulu.. (bakal ada mesin top-up kayak atm ga ya? klo antri di loket lagi sih cape deh...Bethe)

setuju, saldo minimal 15 ribu, jadi gak mungkin kurang pas di tap di atas kereta kalau naik express ..... jadi tap pertama tarif terendah (ekonomi) dengan begitu bukan penumpang cari2 kondektur (ac ekonomi/express), tapi kondektur yang harus aktif biar KCJ gak rugi .... kondektur/petugas jadi harus bekerja, tidak ngumpet ..... Playboy
#34
denger2 katanya sistem ini mau dipakai di express mulai oktober .... padahal sampai hari ini di stasiun belum ada petunjuk sosialisasi sistem ini ...........
#35
di pending om, gara2 mau pake sistem ini, Abonemen Ekspress gak dijual lagi, yang september masih bisa dipake sampe tgl 4 oktober
#36
(02-10-2010, 12:27 AM)weecak Wrote: di pending om, gara2 mau pake sistem ini, Abonemen Ekspress gak dijual lagi, yang september masih bisa dipake sampe tgl 4 oktober

di pending sampai kapan om?tahu gak?iy nich, jadi abonemen ekspress gak dijual untuk bulan ini .........


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)