Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
mblusukan jalur rel perhutani sejawa
#31
kalo buat KA reguler emang gak bs yak??

kenapa gak diserahin ke PT.KA aja ya....
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#32
ada yang punya pic2 lg ttg jalur ini?

or ada yang niat buat mblusukan di jalur ini? smpe msk2 hutan. NgakakNgakakNgakak
Reply
#33
(17-04-2010, 07:23 PM)harjo kemi Wrote: Di daerah Daop IV juga banyak jalur lori milik Perum Perhutani, tapi sekarang sudah tinggal bekasnya doang. Relnya sekarang banyak yang ditumpuk di areal kantor KPH Juwangi, dekat dengan stasiun Juwangi.
Kebanyakan lori milik Perhutani di daerah ini tidak menggunakan loko, alias didorong dengan tenaga manusia.Bye Bye

sisa2nya setahu saya antara lain,jembatan di sebelah timur palang ka &
perlintasan di jerukan
jalur ini arhny kemana?
RF priyanto zig, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Mar 2011.
Reply
#34
(25-05-2010, 05:08 PM)enrico Wrote: kalo buat KA reguler emang gak bs yak??

kenapa gak diserahin ke PT.KA aja ya....


Lalu kalau ada untuk mengangkut siapa?
Daerah ini penduduknya jarang.
Kecuali di ujung jalur ini dibangun tempat wisataAda Ide..!. Akses ke tempat wisata ini hanya menggunakan jalur KA ini. Tempat pemberangkatan berawal di St Bojonegoro.

OK
Reply
#35
hamdi robby Wrote:oia mas.lori lok B 10D pa sama dg lok B 2 atau B 4 milik semboro ni?

trus gauge relx brp? 1064 atau 750?

sepur_lori Wrote:kalau B 10D sama B 2D atau B 4D (D=diesel) itu beda mas, soalnya bentuk2 dari B 2D sama B 4D menunjukkan ciri khas lok Schoema. trus disana pake lebar spoor 1067mm, di semboro/djatiroto pake lebar spoor 700mm.

Den Baguse Wrote:mau tanya lebar gaugenya berapa ya...???

spoorweg maatschappij Wrote:Karena tersambung dengan SS, maka seperti Cepu yaitu 1067 dengan rel R25 karena tidak pernah diganti sejak awal. LOL

Oke, pertama, ga ada bos lebar gauge 1064 mm. Yang ada tuh 1067 mm. Trus di Jawa sepengetahuan saya juga ga ada lebar spoor/decauville 750 mm. Yang ada tuh lebar spoor 725 mm milik PG di daerah Jawa Tengah sana (saya lupa dimana Nyengir ). Kalo lebar spoor 750 mm tuh milik Atjeh Tram. Jadi bener apa yang dikatakan oleh mas Spoorweg Maatschappij, lebar gauge 1067 mm untuk rel perhutani Bojonegoro. Lagipula lebar gaugenya sudah dijelaskan oleh Pak Rob Dickinson melalui reply beliaunya.


Keterangan Pak Rob Dickinson Wrote:One of the lesser publicised industrial railways in Java is that of the teak forest at Bojonegoro. It has been known for a long time, but few people have visited because it is 100% diesel and has been for a very long time. Like the better known railway at Cepu it has a gauge of 3ft 6in (1067mm) but unlike Cepu it still runs ordinary trains. The roster consists of 11 diesels (Ruston 1952 and Diema 1969) of which I found 5 in the shed and yard on 26th June 2002, the rest being out and about. The staff were very co-operative and told me there are only about 30km of the system left in use which will probably close in the next year or two. If you want to ride one of the trains, note that the system is immediately south of Bojonegoro station (the entrance is actually across the level crossing to the west) and that trains apparently go out about 05.30 (probably weekdays only although I didn't ask). It would make sense to visit the day before to get clearance to travel.

Yang saya kasih highlight bold hitam tuh artinya, "Seperti jalur KA Perhutani Cepu yang sudah terkenal yang memiliki (lebar) gauge 3 ft 6 in (1067 mm), tapi tidak seperti Cepu yang masih menjalankan KA secara reguler.

Ngomong2 mengenai lebar gauge ini unik juga ya. Lebar gaugenya lebar gauge spoor standar (1067 mm) tapi loknya mirip banget dengan lok lori disel milik pabrik gula.
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!

Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.

Bye Bye
Reply
#36
stasiunkastephanie Wrote:Nah, ini dia yang selama ini ane cari2. Ceria
Ternyata rel yang bercabang ke selatan dari sta. Bojonegoro itu milik Perhutani, ya?
Tapi, saya mau revisi dulu.
Sebenarnya, jika diliat dari simbah Google Earth/Maps, jalurnya tidak menuju ke Nganjuk, tapi ke Ploso di Jombang.

chupink Wrote:loh emang ada weselnya ya sm jalurnya kai???

stau ane jalurnya kai sm perhutani tu ga pnh nyambung (mohon koreksinya klo slh)

sepur_lori Wrote:jalur perhutani tu gk nyambung ama jalurnya kai, jdi jalur milik sendiri. emang letaknya tu di selatan stasiun bodjonegoro.

stasiunkastephanie Wrote:Kalo menurut analisis saya, mungkin jalur ini memotong rel Jombang-Babat di Ploso (seperti halnya rel lori tebu kebanyakan) & relnya memang tidak pernah bertemu dengan rel PT KA di Bojonegoro, akan tetapi ketika melihat simbah Google Maps/Earth, ternyata rel ini ada terusannya sampai beberapa km sebelah timurnya jalan raya Jombang-Ploso-Babat, tapi untuk masalah ini saya harus menelitinya lebih lanjut.

chupink Wrote:oh gtu,, jadi pernah bersambung ya...
btw tu relnya tipe berapa si? Bingung Bingung

yang jelas dulu pas lwt situ bantalannya berantakan gitu, ga rapih, cuma kayak kayu dipotong2...

sepur_lori Wrote:a kalau relnya tu ikut sama rel yg pd waktu itu digunakan sama jawatan perkeretaapian terkait, misalnya SCS pakai R42 trus bantalannya dari kayu jati, perhutani bodjonegoro ikut menggunakan jns rel dan bantalan rel tsb.

mungkin karena lama tdk digunakan jadi dibiarkan berserakan tnp ada perhatian dari perhutani setempat

Oke, jadi saya cuma mw meluruskan saja biar tidak ada kebingungan disini. Pertama, perhutani Bojonegoro dan perhutani Ploso itu dua perusahaan yang berbeda. Jadi rel perhutani Bojonegoro tidak menyambung dengan rel perhutani Ploso, kecuali kalau memang ada bukti konkret seperti peta lama, Google Earth, dll. Kedua, masalah lebar gauge. Beda perhutani beda gauge. Perhutani Bojonegoro, seperti telah dijelaskan oleh Pak Rob Dickinson, itu lebar gauge 1067 mm. Kalau perhutani Ploso, itu menurut saya kalau berdasarkan peta lama itu lebar gaugenya 700 mm. Mengapa? Soalnya di peta lama itu tertulis decauville, yang berarti memiliki lebar gauge 600 mm, 700 mm, 800 mm atau 900 mm, dan memang pada umumnya memiliki lebar gauge 700 mm. Hal ini sama seperti perhutani di daerah Jember/Banyuwangi sana, yang juga memiliki lebar gauge 700 mm, atau jalur decauville. Ketiga, masalah rel perhutani menyambung atau tidak dengan rel KA jalur utama (trem atau KA reguler). Kalau yang di Bojonegoro, terus terang saya tidak tahu, tetapi kalau yang di Ploso, saya tahu. Itu soalnya letaknya hanya beberapa meter dari rumah saudara saya. Nah jalur perhutani Ploso itu memiliki lebar gauge 700 mm, dan itu tidak menyambung dengan rel BDSM yang memiliki lebar gauge 1067 mm. Akan tetapi di perhutani Ploso terdapat emplasemen untuk bongkar muat kayu2 yang telah diangkut oleh lori ke jalur KA biasa. Nah, jalur KA biasa inilah yang memiliki wesel yang menyambung ke rel BDSM. Untuk lebih pastinya, ini saya cantumkan peta yang saya ambil dari maps.kit.nl. tahun 1940, seperti terlihat dibawah. Sebagai tambahan, rel yang bersilang dengan rel BDSM yang di daerah Ploso itu bukan decauvillenya perhutani Ploso, melainkan rel decauvillenya Suikerfabriek (SF) Ngelom.

[spoiler=Peta jadul perhutani Ploso]
[Image: 398561_282051475176227_100001141316964_8...0238_n.jpg]
[/spoiler]


Yang saya kasih lingkaran berwarna hijau - biru itu letak perhutani Ploso, atau istilah Belandanya Stapelplaats Boschwezen, yang berarti gudang penyimpanan kayu. Jalur yang saya kasih titik2 kuning itu jalur BDSM yang di kemudian hari diakuisisi oleh SS, yang akhirnya menjadi SS Tram. Yang saya kasih titik2 merah itu jalur SS Tram Krian - Ploso. Sedangkan jalur yang saya kasih titik2 biru gelap itu jalur decauville 700 mm milik perhutani Ploso. Dan jalur yang saya kasih titik2 biru terang itu jalur Decauville en Aanleg, atau jalur decauville yang sedang dikerjakan tetapi akhirnya tidak selesai dan tidak sempat terealisasi karena keburu adanya invasi Jepang. Silahkan dicerna terlebih dahulu.
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!

Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.

Bye Bye
Reply
#37
sayang udah pada gak aktif lagi yah Big Grin
jadi pengen liat kesana Tersenyuum

Reply
#38
Mas Chupink a.k.a H****n (si TS) belum akan bisa mengupdate thread ini dalam waktu dekat, dikarenakan sedang menjalani MT di salah satu Bank Nasional.

Yang berminat meneruskan mblusukan ini silahkan, saya belum tentu bisa meneruskanNgeledekXie Xie

[Image: 8359555449_fd6dd08f73.jpg]
Reply
#39
(14-03-2011, 02:48 PM)priyanto zig Wrote:
(17-04-2010, 07:23 PM)harjo kemi Wrote: Di daerah Daop IV juga banyak jalur lori milik Perum Perhutani, tapi sekarang sudah tinggal bekasnya doang. Relnya sekarang banyak yang ditumpuk di areal kantor KPH Juwangi, dekat dengan stasiun Juwangi.
Kebanyakan lori milik Perhutani di daerah ini tidak menggunakan loko, alias didorong dengan tenaga manusia.Bye Bye

sisa2nya setahu saya antara lain,jembatan di sebelah timur palang ka &
perlintasan di jerukan
jalur ini arhny kemana?

skarang rel2nya dah dijual , kbr dri tmn sy yg krja di depan perhutani telawa SUDAH DIJUAL +/- 30 M ke org dri semarang .
RF priyanto zig, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Mar 2011.
Reply
#40
harjo kemi Wrote:Di daerah Daop IV juga banyak jalur lori milik Perum Perhutani, tapi sekarang sudah tinggal bekasnya doang. Relnya sekarang banyak yang ditumpuk di areal kantor KPH Juwangi, dekat dengan stasiun Juwangi.

Kebanyakan lori milik Perhutani di daerah ini tidak menggunakan loko, alias didorong dengan tenaga manusia. Bye Bye

priyanto zig Wrote:sisa2nya setahu saya antara lain,jembatan di sebelah timur palang ka &
perlintasan di jerukan
jalur ini arhny kemana?

skarang rel2nya dah dijual , kbr dri tmn sy yg krja di depan perhutani telawa SUDAH DIJUAL +/- 30 M ke org dri semarang .

Yang jual relnya siapa? Pihak perhutaninya sendiri atau emank dicuri sama orang2 sekitar? Kalo pihak perhutaninya sendiri yang jual wah terlalu tuh!!! Emank bikin dan bangun rel semudah itu apa tinggal asal jual aja??!! Setidaknya ya dipatoki lah lintasan2nya daripada dijual gitu. Ga menghargai apa yang susah payah dibangun sama Belanda dan tidak menghargai aset2 yang dimiliki sendiri. Sama nasibnya seperti lok BB milik PT Kertas Leces yang tempo hari dirucat itu. Red Bull
SAY NO TO TOLLWAYS!! SAY YES TO RAILWAYS!!

Kunjungi flickr dan blog ane juga ya.

Bye Bye
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)