19-12-2010, 09:02 PM
cerpennya bener2 bagus...coba jika ada kejadian nyata seperti itu, saya juga mau...
|
Kumpulan Cerpen Kereta Api
|
|
19-12-2010, 09:02 PM
cerpennya bener2 bagus...coba jika ada kejadian nyata seperti itu, saya juga mau...
19-01-2011, 11:08 AM
(This post was last modified: 19-01-2011, 12:13 PM by Ryzky_Widi.)
Ada yang mau nulis cerita ndak nich ...? Siapa tahu bisa jadi penulis cerita berbakat ...
- R y z k y W i d i A T m a j a -
(19-01-2011, 11:08 AM)Ryzky_Widi Wrote: Ada yang mau nulis cerita ndak nich ...? Siapa tahu bisa jadi penulis cerita berbakat ... Saya juga lagi nulis cerita, kejadiannya di atas KA Argo Bromo Anggrek... Tapi baru nyampe Chapter 3, baru mulai nulis tanggal 8 kemaren. Belum tahu bakal berapa chapter, yang pasti (kasih bocoran dikit) sekarang KA baru sampe SMT dan lokpennya (CC 203 40) tiba-tiba trouble, jadi harus dicarikan penggantinya... BTW, mas Ryzky_Widi cerpen-cerpennya bagus banget. Ditunggu karya-karya barunya...
Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman RF, yang lewat postingannya di Semboyan 35 ini, telah berkontribusi dalam kemunculan cerita ini. Tidak saya lupakan juga RF michaelhartanto, yang sering saya ganggu hanya sekedar menanyakan soal lebih detail mengenai KA ABA. Terima kasih untuk kontribusi kalian semua!
Judul dari cerita ini adalah "ABA - Argo Bobby-Abby". Tema dari cerita ini adalah seputar 2 orang pemuda, yang sama-sama orang Bandung dan ternyata belajar di sekolah yang sama, tapi baru saling mengenal di atas kereta ABA (Argo Bromo Anggrek) tujuan Jakarta, dan akhirnya jatuh cinta setelah melewati perjalanan 11 jam di atas KA Argo Bromo Anggrek (telat 1 jam karena "berbagai alasan"). Cerita ini, sekalipun fiksi, tapi saya atur sedemikian rupa agar masih terdapat segi nyata dalam cerita ini. Cukup bertele-telenya, selamat menikmati! ![]() Chapter 1 Stasiun Surabaya Pasarturi, 07:27 WIB. Terlihat antrian panjang calon penumpang di depan loket penjualan tiket kereta api Argo Bromo Anggrek tujuan Jakarta, yang akan diberangkatkan tepat pukul 8. "1 orang, tolong di tengah, pinggir jendela," pesan seorang cowok muda. Dialah Bobby, 17 tahun, siswa SMA kelas XII di Bandung. Setelah berlibur di rumah pamannya di Surabaya, dia hendak pulang ke Bandung tetapi via KA ABA, karena ia belum pernah mencoba KA tersebut. "Ini tiketnya. Gerbong 1, kursi 7 D. 290 ribu rupiah," kata si penjual tiket sembari Bobby mengambil dompetnya. Dikeluarkannya 3 lembar uang pecahan 100 ribu, lalu diberikan kepada petugas yang mengembalikan uang tiket dengan 1 lembar uang pecahan 10 ribu. "Karcisnya Mas," kata penjaga pintu peron. Setelah menunjukkan karcis keretanya, Bobby lantas mencari dimana rangkaian ABA berada. Kami informasikan rangkaian yang tersedia di jalur 1 adalah rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek tujuan Jakarta... Mendengar pengumuman tersebut, Bobby lantas menarik kopernya menuju jalur 1. Disana telah tersedia sebuah rangkaian "gado-gado" yang terdiri dari satu lokomotif hidung miring bernomor CC 203 40, satu gerbong pembangkit dan 3 gerbong Eksekutif dengan stripping putih-hijau, 2 gerbong Eksekutif dengan stripping ombak biru, dan 3 gerbong Eksekutif dengan stripping ombak Argo. Setelah diperhatikan, Bobby mendapat jatah gerbong Eksekutif bernomor seri K1-97901, salah satu dari ketiga gerbong stripping putih-hijau. "Wah, ternyata gerbong K9 sudah dioperasikan kembali!" batin Bobby dalam hatinya. Dilihatnya kemudian dua orang cowok, hampir seumuran dengannya, sedang berdiskusi di samping lokomotif yang akan membawa KA ABA. Ternyata satu diantara mereka tidak lagi asing buat Bobby. Cowok itu bernama Ari, 16 tahun, warga Surabaya. Dia adalah salah satu "railfan" (RF) yang Bobby kenal di salah satu komunitas RF terbesar di Indonesia: Semboyan35. "Ari, lu lagi ngapain? Mo naik ABA juga?" tanya Bobby kepada teman yang selama ini dia kenal lewat SMS dan chatting, selain di forum. "Eh, Bobby! Akhirnya lu dateng juga kesini," jawab Ari. "Eh kenalin, ini Soni dari Tangerang." Lalu Bobby berkenalan dengan cowok yang satunya lagi. Kembali ke loket karcis, datang seorang cewek hendak membeli karcis ABA. Dialah Abby, 16 tahun, juga orang Bandung. "Masih ada tiket Anggrek?" tanya Abby. "Wah, beruntung sekali. Ini tiket terakhir, gerbong 1, 7 C," jawab penjual tiket. Setelah membayar dan mengambil tiket, Abby bergegas menuju kereta yang akan mengantarnya ke Jakarta. Ketika hendak naik ke dalam gerbong, dia melihat ketiga cowok yang sedang berdiskusi di samping lokomotif. "CC 203 40, udah kinclong aja abis di-PA," kata Bobby kepada teman-temannya. "Baguslah, udah dines lagi," lanjut Soni. "Moga-moga ga bakal nyeruduk kereta lain lagi..." "Railfans juga," batin Abby mendengar pembicaraan mereka. Lalu ia memasuki gerbong Eksekutif 1, dan mencari kursi 7 C, tempat duduknya selama perjalanan ke Jakarta. Sementara itu, di bordes dekat lokomotif, ketiga cowok tersebut masih melanjutkan pembicaraan mereka. "Bob, lu duduk disini ga?" tanya Ari. "Iya, di 7 D," jawab Bobby. "Wah, kita di 6 C-D!" seru Ari. "Boleh diputer ga, biar enak ngobrol?" "Ehm, gue sih cuma ga enak ama yang disamping gue, takut keganggu," jawab Bobby lagi. "Ya udah, entar coba tanya si orang itu, kali aja RF," lanjut Soni. Di luar dugaan, yang duduk di sebelah Bobby adalah Abby, teman Soni saat keduanya tinggal di Tangerang. Tapi, sejak Abby pindah ke Bandung 2 tahun sebelumnya, mereka sudah jarang bertemu. "Eh, lu kan Soni!" seru Abby kepada cowok di sebelah Ari. "Abby? Apa kabar?" kata Soni. "Baik koq," jawab Abby. "Kenalin, ini Ari, asli Surabaya. Dan ini Bobby, anak Bandung juga. Dia yang bakal duduk di sebelah lu. Mereka semua juga anak Semboyan 35," kata Soni sambil memperkenalkan teman-temannya. "Hai, gue Abby," kata Abby tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada kedua cowok tersebut. "Boleh diputer ga kursinya?" "Boleh aja, biar bisa ngobrol bareng," jawab Bobby. Maka Ari memutar kursi nomor 6 C-D sehingga posisinya kini berhadapan dengan kursi di baris 7. Setelah duduk di kursi masing-masing mereka melanjutkan obrolan yang sempat terputus. "By, lu lagi ngapain di Surabaya?" tanya Soni. "Gue baru abis dari saudara, tinggal di daerah Tunjungan," jawab Abby. "Sorry motong nih," kata Bobby. "Lu berdua kenalan dimana?" "Di Semboyan 35 donk," jawab Soni. "Oh, jadi si Abby RF juga toh!" seru Bobby. "Koq gue ga tau ya, padahal sama-sama member Semboyan 35, orang Bandung lagi." "Ya, gue jarang ikut gathering di Stasiun Bandung, makanya lu belum kenal gue," jawab Abby. "Gue juga jarang nongkrong sih, paling kalo ada test run C4 baru gue dateng," lanjut Bobby. "Lagi sibuk buat UN sih..." Jam 07:59, ketika Bobby melirik ke arlojinya. "Gue ke gerbong 2 dulu ya, mo motret si PPKA nunjukin semboyan 41," kata Bobby. "Ikut donk," kata Ari. Maka mereka berdua bergegas menuju bordes gerbong Eksekutif 2 untuk memotret sang PPKA memberi sinyal aman kepada masinis KA ABA. Tepat pukul 8, setelah semboyan 40 dibunyikan dan semboyan 41 ditunjukkan, masinis membunyikan , klakson lokomotif, dan menjalankan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek menuju tujuan akhirnya.Selamat tinggal Surabaya, Jakarta kami datang! (... to be continued ...)
Selamat datang di atas kereta api Argo Bromo Anggrek dengan tujuan akhir di Stasiun Gambir Jakarta. Kami informasikan kembali bahwa kereta ini berhenti di Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Pekalongan, Stasiun Cirebon Kejaksan, dan Stasiun Jatinegara sebelum mengakhiri perjalanannya di Stasiun Gambir. Selamat menikmati perjalanan bersama kereta api Argo Bromo Anggrek, semoga selamat sampai tujuan.
Begitulah bunyi pengumuman yang mengawali perjalanan yang cukup panjang. Bobby melirik arlojinya yang menunjukkan pukul 08:04. "Masih 9 jam 50 menit lagi," pikirnya sambil menoleh ke karcis yang ia pegang. Tertulis di sana: Nama KA: ARGO_ANGGREK No. KA: 1 Jadual Berangkat: 08:00 SURABAYAPASARTURI Jadual Tiba: 17:54 GAMBIR Kelas: EKSEKUTIF No. Kereta: 1 Nomor Tempat Duduk: 7D "Selamat pagi. Boleh saya periksa tiketnya?" tanya sang kondektur. "Ari, mana tiketnya?" tanya Soni kepada teman sebelahnya. "Lho, kan udah gue kasih ke lu," jawab Ari kebingungan. "Ini Pak," kata Abby sambil menyerahkan tiketnya. "Ini juga, Pak," kata Bobby menyusul. "Duh, gawat kalo begini!" seru Ari. "Punya tiket, Mas?" tanya sang kondektur. "Maaf Pak, hi..." jawab Ari gugup. "Tenang aja," sela Bobby. "Sudah dicek koq," lanjutnya sambil menunjukkan tiket Ari dan Soni yang bolong di bagian tengahnya. Tidak lama kemudian muncul seorang prami yang menawarkan makanan kepada para penumpang. "Mbak, boleh pesen Nasi Goreng 1?" tanya Bobby. "Berapa harganya?" "20 ribu satu porsi," jawab prami tersebut. "Saya juga pesan satu porsi," kata Ari sambil menyerahkan selembar uang warna hijau pecahan 20 ribu. Bobby menyusul memberikan 2 lembar uang warna ungu pecahan 10 ribu, versi baru. Sambil menunggu pesanannya datang, Bobby kembali mengeluarkan kameranya untuk memotret objek apapun yang ia senangi. "Wah, fotografer pro nih, pake DSLR," kata Soni. "Ah, bisa aja!" seru Bobby. "Pake DSLR belum tentu pro, justru banyak yang pro tapi pake pocket. Ari, mo ikut motret ga?" "Hayu, biar mereka berdua jadi lebih mesra," jawab Ari. Akhirnya mereka berdua meninggalkan Soni dan Abby. Mereka berjalan "menginspeksi" seluruh rangkaian yang digunakan dan mengambil foto interiornya. Karena ke-"gado-gado"-annya inilah nama ABA diplesetkan menjadi "Argo Bromo Acak". Mulai dari K1 Anggrek, K1 Sembrani New Image I dan II, bahkan ada K1 Turangga dan Bima. Gerbong makannya pake yang seri Anggrek, begitu pula BP-nya. "Kenapa ya setengah Anggrek setengah Acak?" tanya Bobby. "Mungkin lagi test run," duga Ari. "Tapi koq penumpang diperbolehkan naik di K1 Anggrek yang lagi test run?" "Mungkin emang 1 gerbong dikhususkan untuk uji muatan..." Setelah puas memotret, mereka berdua kembali ke tempat duduk mereka. "Mana si Abby?" tanya Bobby. "Lagi ke KM, katanya mo beli cupcake," jawab Soni. "Ga ketemu kalian?" "Nggak. Mungkin lagi di toilet pas kita lewat KM," kata Ari. "Ngomong-ngomong toilet, titip donk," lanjut Bobby. "Bilang aja mo nyari Abby. Dasar 'mau tapi malu', lagian ga kenapa-napa lu tunjukin perasaan lu," lanjut Ari. "Iya, iya, nanti dipertimbangkan dulu, di toilet..." "Baku banget sih bahasanya..." Maka Bobby berjalan menuju toilet yang terletak di dekat pintu keluar gerbong. Saking terpesonanya dengan gerbong jenis Anggrek yang baru pertama kali ditumpanginya, Bobby tidak melihat ada Abby di depannya sedang berjalan membawa cupcake 4 gelas. BRAK!! Keempat gelas berisi chocolate cupcake itupun melayang di udara, kemudian mendarat di atas Bobby, yang jatuh dengan posisi muka menghadap ke atas. 3 gelas jatuh di atas T-shirt putihnya, dan 1 tepat di mukanya, membuatnya belepotan kue seperti anak kecil. "Bob, sorry, gue ga sengaja!" seru Abby kaget. "Gue yang minta maaf!" jawab Bobby. "Gara-gara meleng, jadi nabrak. Padahal lu udah bayar mahal buat ni cupcake. Sorry ya." "Iya, iya, sini gue bersiin muka lu," kata Abby. "Dah kayak anak kecil aja, belepotan di muka ama baju." Abby mengeluarkan selembar tissue lalu membersihlan muka dan T-shirt Bobby. Tanpa sepengetahuan mereka berdua, Ari dan Soni mengamati keduanya. "Buruan, mana kameranya?" tanya Soni. "Ini, lu pake punya Bobby. Tinggal atur zoom trus jepret. Masak ga tau pake DSLR?" lanjut Ari. Mereka pun mengabadikan "momen langka" tersebut, lalu kembali menyimpan kamera Bobby ke tempat semula agar tidak dicurigai si pemilik. "By, ada yang gue mo omongin," kata Bobby sedikit gugup. "Gue tuh..." "Kenapa?" tanya Abby. "Gue tuh..." "Marah ditabrak gue?" "Bukan, gue tuh..." "Trus apa donk?" Tiba-tiba Ari dan Soni datang menghampiri keduanya. "Oh, so sweet!" seru Ari. "Koq pacaran di bordes, bukan di dalem? Kan lebih nyaman, disini panas." "Justru gara-gara ada 'figuran', makanya ga di dalem," jawab Bobby. "Udah, masuk yuk!" ajak Abby. "Tuh bajunya si Bobby masih belepotan," kata Soni. "Udah ga apa," jawab Bobby. "Makasih ya, By." "Iya, sama-sama," balas Abby. Tidak lama setelah mereka kembali ke tempat duduk, pesanan 2 porsi Nasi Goreng pun tiba dan siap untuk dinikmati. Selamat makan! (... to be continued - TBC ...) (19-01-2011, 08:49 PM)dtRAiNeR Wrote: [spoiler=Selamat datang di atas kereta api Argo Bromo Anggrek dengan tujuan akhir di Stasiun Gambir Jakarta. Kami informasikan kembali bahwa kereta ini berhenti di Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Pekalongan, Stasiun Cirebon Kejaksan, dan Stasiun Jatinegara sebelum mengakhiri perjalanannya di Stasiun Gambir. Selamat menikmati perjalanan bersama kereta api Argo Bromo Anggrek, semoga selamat sampai tujuan.] wkwkowkowk pacaran di BORDES. ![]() ![]() terusin gan ceritanya ... ![]() ![]() (19-01-2011, 08:49 PM)dtRAiNeR Wrote: [spoiler=Selamat datang di atas kereta api Argo Bromo Anggrek dengan tujuan akhir di Stasiun Gambir Jakarta. Kami informasikan kembali bahwa kereta ini berhenti di Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Pekalongan, Stasiun Cirebon Kejaksan, dan Stasiun Jatinegara sebelum mengakhiri perjalanannya di Stasiun Gambir. Selamat menikmati perjalanan bersama kereta api Argo Bromo Anggrek, semoga selamat sampai tujuan.] pacaran di bordes ![]()
20-01-2011, 06:13 PM
Abby dan Bobby masih memikirkan kejadian di bordes beberapa menit yang lalu.
"Si Abby ternyata baik, ramah, imut lagi," batin Bobby. "Si Bobby cakep ya. Tapi kayak gue pernah ketemu deh, tapi dimana?" pikir Abby. Tak terasa hampir 4 jam telah berlalu sejak keberangkatan dari Surabaya. Selamat siang, penumpang. Kami informasikan bahwa kereta api Argo Bromo Anggrek akan memasuki Stasiun Semarang Tawang dalam waktu lima menit, tepat pukul 12. Terima kasih telah menggunakan jasa kereta api Argo Bromo Anggrek, sampai jumpa di kesempatan yang lainnya. Selamat siang. Lima menit kemudian, laju kereta diperlambat ketika memasuki jalur 1 Stasiun Tawang. Bobby turun ke peron hendak memotret rangkaian ABA yang sedang stabling. Anehnya, terlihat banyak orang berkerumun di sekitar lokomotif. Ada yang berseragam PT KA, ada orang yang berpakaian bebas. "Paling RF, coba samperin ah," pikirnya. Ternyata dugaannya benar, ada banyak RF disitu. "RF juga ya?" tanya salah seorang pemuda. "Iya, gue Bobby dari Bandung. Mas dari Semarang?" balas Bobby. "Bener. Kenalin, gue Tommy, ini Andre, juga dari Semarang," lanjut pemuda tersebut. "Kenapa dengan loknya?" tanya Bobby. "Kayaknya ada trouble..." duga Tommy. "Padahal baru beres PA," lanjut Andre. "Ini kan yang nabrak Senjut di Petarukan." "Trus kalo trouble diganti lok apa?" tanya Bobby. "Kalo ga salah ada C4 11 sih, cuma mo dines Sindoro nanti malam," kata Andre. "Padahal C4 10 lagi dinas Sindoro dari Gambir, trus C3 29 dan 30 dinas Rajawali, tinggal C1..." "Omong-omong, lu lagi ngapain di Semarang?" tanya Tommy. "Cuma transit," jawab Bobby. "Gue lagi numpang nih ABA." "Trus entar mo nyambung GoPar ke Bandung?" tanya Tommy. "Iya sih, pengennya naik yang jam 7 dari Gambir," jawab Bobby. "Wah, telat donk, bisa ga keburu," lanjut Tommy. "Eh, ternyata ditarik C1 141R," kata Andre melihat lok yang masuk jalur 1 dari arah barat. "Bukannya si 141 cuma buat langsirin C3 40?" tanya Tommy. Tiba-tiba, suara klakson lokomotif terdengar cukup keras. Suara itu, kata orang yang paham semboyan kereta api, sangat dikenal Bobby."Itu CC 201 100 ya?" tebaknya. "Mungkinkah dia yang menggantikan si C3 40?" "Koq tahu sih itu si Cepe, padahal ada di belakang lu," tanya Andre. "Orang Bandung gitu, hafal bunyi lokomotif Bandung," jawab Bobby. "Sebenernya sih emang karena Semboyan 35-nya beda dari yang lain.""Lu anak Semboyan 35 juga ya?" tanya Andre. "Iya. Wah hari ini jadi kenal banyak anak Semboyan 35 nih," kata Bobby. Mereka masih melanjutkan pembicaraan mereka sampai akhirnya si Cepe telah berhasil disambungkan dengan rangkaian ABA. "Kapan-kapan dateng ke Semarang lagi ya!" seru Andre ketika pintu gerbong yang ditumpangi mulai menutup. Dari bordes Bobby mengacungkan jempol kanannya sebagai tanda persetujuan. Tepat pukul 12:20, masinis membunyikan tanda kereta siap diberangkatkan. Andre dan Tommy masih berdiri di peron sambil melambaikan tangan mereka ke arah Bobby, yang masih berdiri di bordes.Selamat tinggal Semarang, sampai berjumpa lagi!
21-01-2011, 06:31 AM
Wah bagus mas, cerita RF mania nich ...
Nich ada lanjutannya ndak...? Kok ndak ada TBC-nya ...?
- R y z k y W i d i A T m a j a -
21-01-2011, 06:40 AM
(21-01-2011, 06:31 AM)Ryzky_Widi Wrote: Wah bagus mas, cerita RF mania nich ... Makasih Mas. Iya sih memang dari awal saya sudah terpikir begitu, jadi keempat tokoh utamanya (walau yang ditonjolkan si Abby dan Bobby) semuanya RF, begitu pula dengan kedua cowok yang di Semarang (Andre dan Tommy) juga RF... (21-01-2011, 06:31 AM)Ryzky_Widi Wrote: Nich ada lanjutannya ndak...? Kok ndak ada TBC-nya ...? Masih ada lanjutannya, sedang dalam proses... Cuma saya lupa pas di akhir chapter 3 ditaruh "TBC"...
21-01-2011, 07:12 AM
(This post was last modified: 21-01-2011, 07:13 AM by Dana Komuter.)
Dari ringkasan cerita nampaknya Ridwan ujung2nya hehe... kalau sudah meninggal kelak bakal jadi penjaga yang lainnya yah. Maksudnya penjaga pintu surga. Makanya tokoh nutamanya dinamain Ridwan sang penjaga perlintasan KA. Tapi koq nampaknya ada yang kurang yah dari cerita fiksi ini? Bukan bermaksud nyinggung sesuatu... tapi khan Daops VIII Surabaya dan Daops VII Madiun bukannya rawan pelemparan batu kalau sudah berbicara pendukung kesebelasan sepak bola?
Trus kalau boleh nyumbang ide juga : - Soal jalur maut di Malangkotalama yg rawan peluncuran KA ke rel badug. - Pembangunan rel di Indro. - Jalur KA bandara Juanda. - dll. Boleh tuh nampaknya itu semua jadi susunan cerita fiksi yang mas buat. ^_^ |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|