Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Stasiun Ngrombo
#31
Wah berarti dalam 1 hari stasiun Ngrombo akan melayani 10 KA tambah rame nih kayaknya. 1. Pider TJ 2. Blora Jaya , 3 . Blora Jaya . 4 Joglosemar . 5 Joglosemar .
apa KS Kedungjati , Telawa dan Karangsono ngga keberatan ya Mas kalau Joglosemar " diambil " ?
Reply
#32
(24-05-2010, 08:36 PM)BAMBANG EKO Wrote:
Sekitar th 1985 Jalur KA Gambringan - Ngombo - Purwodadi dicoba oleh PJKA dengan perjalanan KA campuran , Lok D 301 53 membawa rangkaian 1 Gerbong Penumpang type CR dan 2 gerbong Barang type GR jadilah formasi , D 301 53 , 1 CR 2 GR terkadang ditambah 2 YR untuk bawa material , pasir atau ballast . Saat itu yang dibidik adalah penumpang pelajar dan pedagang.
Okupansinya jangan ditanya karena paling besar sekitar 10 persen . namun mungkin karena sosialisasinya kurang , animo masyarakat sangat kecil terhadap moda angkutan ini , juga karena ada petinggi yang manjadi pengusaha angkutan maka tidak dianjurkan KA berkembang di sini. Memang sih jarak Purwodadi - Ngrombo hanya sekitar 6 km , tetapi menggunakan KA jauh lebih lama dari pada naik bus. Bus memerlukan waktu sekitar 10 menit , namun jika naik KA bisa sampai 30 menit belum nunggu jam pemberangkatannya.
Tapi paling tidak saat itu PJKA " mampu " mempertahankan Asset yang berupa Rel , Stasiun dan asset lainnya walaupun sempat ada PLH di Simpang Lima saat rangkaian ini anjlok karena menabrak bus **** jurusan Purwodadi - Solo th 1985 . Kini semua sudah tertimbun aspal. mengapa ? , marilah kita bertanya kepada rumput yang bergoyang.

Ya kan bs dibuat ka feeder buat su/fu semarang atau tawang jaya...tp ya jalurnya diaktifin dulu dr ngrombn ke kota purwodadinya...Ngiler
Reply
#33
Den Baguse Wrote:24-May-2010, 11:16 PM

(Yesterday 08:36 PM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]
Sekitar th 1985 Jalur KA Gambringan - Ngombo - Purwodadi dicoba oleh PJKA dengan perjalanan KA campuran , Lok D 301 53 membawa rangkaian 1 Gerbong Penumpang type CR dan 2 gerbong Barang type GR jadilah formasi , D 301 53 , 1 CR 2 GR terkadang ditambah 2 YR untuk bawa material , pasir atau ballast . Saat itu yang dibidik adalah penumpang pelajar dan pedagang.
Okupansinya jangan ditanya karena paling besar sekitar 10 persen . namun mungkin karena sosialisasinya kurang , animo masyarakat sangat kecil terhadap moda angkutan ini , juga karena ada petinggi yang manjadi pengusaha angkutan maka tidak dianjurkan KA berkembang di sini. Memang sih jarak Purwodadi - Ngrombo hanya sekitar 6 km , tetapi menggunakan KA jauh lebih lama dari pada naik bus. Bus memerlukan waktu sekitar 10 menit , namun jika naik KA bisa sampai 30 menit belum nunggu jam pemberangkatannya.
Tapi paling tidak saat itu PJKA " mampu " mempertahankan Asset yang berupa Rel , Stasiun dan asset lainnya walaupun sempat ada PLH di Simpang Lima saat rangkaian ini anjlok karena menabrak bus **** jurusan Purwodadi - Solo th 1985 . Kini semua sudah tertimbun aspal. mengapa ? , marilah kita bertanya kepada rumput yang bergoyang.


Ya kan bs dibuat ka feeder buat su/fu semarang atau tawang jaya...tp ya jalurnya diaktifin dulu dr ngrombn ke kota purwodadinya...

Sampeyan betul Mas , karena memang jalur Purwodadi Ngrombo memungkinkan untuk dioperasikan kembali , Kondisi relnya masih bebas , hanya tertimbun jalan raya ( aspal . beton ) tinggal bongkar kayak di Jl Slamet Riyadi Solo , dan kalo ada rumah paling hanya sekitar 10 rumah di daerah Depok , jadi sebenernya sangat memungkinkan untuk diaktipkan kembali , Purwodadi bisa jadi Solo kedua di Indonesia, Ane dukung deh.
Reply
#34
(23-05-2010, 01:43 AM)Agung Wrote: [spoiler]
saya bantu ngenalin semuanya dah biar eksis........hehehehehe Big Grin

Quote:Kumpul2 RF di Ngrombo

[Image: 31510_1306950149961_1116760523_30724837_2476796_n.jpg]
[/spoiler]

dari kiri ke kanan
yang duduk : raka galih (illia) - Anna (pacarnya illia) - tio - huda logawa - sendy prasetya
yang berdiri : lukman supriyanto - Pakdhe Anang Christian (Harjo Kemi) - deddy - Probo Adi Kesumo (ProJT26) - Om C Adi Harsan - saya sendiri (Agung) - Pak Noviar Prasetyo (Nx) - Pak Untung Rustandi - PPKA stasiun Ngrombo - Om Wafa (penjelajah) - Vegie Prabu (gie.ndud) - Febiet (momod eling) - Gatot Saputro (gatz_putro) - Rendra S.H. - Welly (big bro)

Thank's to Mr.Agung.
Reply
#35
ada yang unik di Ngrombo... ada dua macam sinyal yang berdampingan, yaitu sinyal mekanik dan elektrik...


[Image: 32193_1379689066612_1663486456_903530_8036842_n.jpg]
Reply
#36
Yang Mekanik sinyal masuk dan sinyal keluar Stasiun Ngrombo , dan yang elektrik stasiun Gambringan punyak ya Mas ? dan di pintu perlintasan itu dulu ada persilangan tegak lurus Rel KA Gambringan - Ngrombo dengan Rel KA Gundih Purwodadi tanpa masuk stasiun Ngrombo . ( Cerita para sesepuh ) mungkin ada yang bisa bantu kasih pencerahan.
Reply
#37
(26-05-2010, 07:59 AM)BAMBANG EKO Wrote: Yang Mekanik sinyal masuk dan sinyal keluar Stasiun Ngrombo , dan yang elektrik stasiun Gambringan punyak ya Mas ? dan di pintu perlintasan itu dulu ada persilangan tegak lurus Rel KA Gambringan - Ngrombo dengan Rel KA Gundih Purwodadi tanpa masuk stasiun Ngrombo . ( Cerita para sesepuh ) mungkin ada yang bisa bantu kasih pencerahan.

Semuanya betul Pak

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#38
{quote=Penjelajah]
26-May-2010, 08:15 AM

(Today 07:59 AM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]Yang Mekanik sinyal masuk dan sinyal keluar Stasiun Ngrombo , dan yang elektrik stasiun Gambringan punyak ya Mas ? dan di pintu perlintasan itu dulu ada persilangan tegak lurus Rel KA Gambringan - Ngrombo dengan Rel KA Gundih Purwodadi tanpa masuk stasiun Ngrombo . ( Cerita para sesepuh ) mungkin ada yang bisa bantu kasih pencerahan.


Semuanya betul Pak[/quote]

Pernah ada wacana bahwa akan dibuat shorcut Ngrombo - Gundih ( ngga usah langsir lagi di tasyun Gambringan untuk KA Semarang-Solo jika lewat di Gambringan ) untuk memperlancar lalu lintas KA dan menanggulangi jika ada rintang jalan , namun wacana tersebut hilang tertiup angin , mungkin para RF ada yg bisa kasih pencerahan.
Reply
#39
(21-05-2010, 03:00 PM)gie.ndud Wrote:
(21-05-2010, 02:42 PM)Agus Riyanto Wrote: - Ni kan stasiun mewah, apa banyak penumpang yg turun/naik disini.
- Apakah disekitar stasiun ada pemukiman penduduk
- Ni wilayah masuk Ibu Kota Kecamatan ato piye ?

Xie Xie

-Karena mewah a.k.a mepet sawah ya jadinya kereta yg berhenti di sini cm Blora Jaya Express, Feeder Bojonegoro, dan Tawang Jaya..
okupansinya naik turun penumpang bagus mengingat ini stasiun dekat dengan jalan raya Purwodadi-Solo..

- Pemukiman penduduk keliatannya agak jauh..keluar ke jalan raya sekitar 100 m dari stasiun baru rame tuh..

- Ini masuk Kab. Grobogan..

CMIIW

bukannya banyu biru sekarang berhenti di ngrombo dan gambringan om Xie Xie
[Image: overstappen.png]
(25-05-2010, 12:33 PM)BAMBANG EKO Wrote:
Den Baguse Wrote:24-May-2010, 11:16 PM

(Yesterday 08:36 PM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]
Sekitar th 1985 Jalur KA Gambringan - Ngombo - Purwodadi dicoba oleh PJKA dengan perjalanan KA campuran , Lok D 301 53 membawa rangkaian 1 Gerbong Penumpang type CR dan 2 gerbong Barang type GR jadilah formasi , D 301 53 , 1 CR 2 GR terkadang ditambah 2 YR untuk bawa material , pasir atau ballast . Saat itu yang dibidik adalah penumpang pelajar dan pedagang.
Okupansinya jangan ditanya karena paling besar sekitar 10 persen . namun mungkin karena sosialisasinya kurang , animo masyarakat sangat kecil terhadap moda angkutan ini , juga karena ada petinggi yang manjadi pengusaha angkutan maka tidak dianjurkan KA berkembang di sini. Memang sih jarak Purwodadi - Ngrombo hanya sekitar 6 km , tetapi menggunakan KA jauh lebih lama dari pada naik bus. Bus memerlukan waktu sekitar 10 menit , namun jika naik KA bisa sampai 30 menit belum nunggu jam pemberangkatannya.
Tapi paling tidak saat itu PJKA " mampu " mempertahankan Asset yang berupa Rel , Stasiun dan asset lainnya walaupun sempat ada PLH di Simpang Lima saat rangkaian ini anjlok karena menabrak bus **** jurusan Purwodadi - Solo th 1985 . Kini semua sudah tertimbun aspal. mengapa ? , marilah kita bertanya kepada rumput yang bergoyang.


Ya kan bs dibuat ka feeder buat su/fu semarang atau tawang jaya...tp ya jalurnya diaktifin dulu dr ngrombn ke kota purwodadinya...

Sampeyan betul Mas , karena memang jalur Purwodadi Ngrombo memungkinkan untuk dioperasikan kembali , Kondisi relnya masih bebas , hanya tertimbun jalan raya ( aspal . beton ) tinggal bongkar kayak di Jl Slamet Riyadi Solo , dan kalo ada rumah paling hanya sekitar 10 rumah di daerah Depok , jadi sebenernya sangat memungkinkan untuk diaktipkan kembali , Purwodadi bisa jadi Solo kedua di Indonesia, Ane dukung deh.

bukannya stasiunnya dah jadi terminal angkot sekarang???tapi kalo sampe dihidupkan bagus
[Image: hehe3.gif]
Reply
#40
sundul dulu ah , terlalu lama nggak di bahas
Stasiun Ngrombo saat ini keberadaannya mulai diperhitungkan sejak KA Blora Jaya Ekspres berkiprah menggantikan KA Lokal Semarang - Cepu . Dari 2 perjalanan KA Blojeks ini sekarang ditambah satu perjalanan lagi dengan pengoperasian KA Blojeks " seri " 2 yang menggunakan KRDH eks yang disehatkan terlebih dahulu . Saat2 weekend penumpang yang mengakses stasiun " Mewah " mepet sawah ini cukup lumayan. Sabtu kemarin tak kurang dari setengah gerbong KRDI penumpang ditumpahkan di stasiun ini
,

Night shoot in Ngrombo


[Image: og9ixe.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)