Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
2009; awal tamatnya riwayat KRL non-AC Jabodetabek?
#41
kl bwt K3 ya kyk gt mas, plastik keras. kl empuk tar penumpangnya ga turun2 meninlmati empuknya bangku.
Keep Fighting Never Give
Reply
#42
(09-11-2009, 06:57 PM)MuhammadF Wrote:
(09-11-2009, 06:53 PM)sky_fai Wrote: hmmmm....klo masalahnya di suku cadang KRL rheos, kenapa ngga buat sendiri aja suku cadangnya???toh udah tau kan apa yg mesti dibuat....
ane tau pst sulit..tp yang paling efektif ya itu...

Heran O iya jadi gimana nasib si KRL Holec, apa mau di retrofit lagi?

HOLEC sebagian besar sdh dibawa ke INKA buat dimodifikasi jadi KRDE...
Reply
#43
Rheos nasibnya lebih beruntung karena usaha retrofit dari BY MRI nantinya akan diterapkan juga pada rheos keluaran 84 lainnya, sedangkan semua unit Holec secara bertahap akan dijadikan KRDE untuk menambah unit Prameks/Ba-Ge/Re-Ge.
Rheos stainless yang biasa di-mix dengan rheos orange sepertinya akan segera diretrofit juga, sedangkan Hitachi (Hitachi kalau tidak salah menggunakan rheostatic controller + VVVF-GTO) belum jelas nasibnya apakah akan dipertahankan atau menyusul Holec dan Hyundai menjadi KRDE.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#44
Hitachi gak pake Rheostatic dan VVVF-GTO, tapi pake VVVF-IGBT saja...
[Image: photo.php?pid=379024&id=100000253048256&ref=fbx_album]

KCJ 7000 series-7117F
Reply
#45
(10-11-2009, 08:46 AM)Faris GM-MarKA Wrote: Hitachi gak pake Rheostatic dan VVVF-GTO, tapi pake VVVF-IGBT saja...

Jadi apakah Hitachi teknologi mesinnya sama persis dengan Holec?
Apakah VVVF-IGBT yang diusung oleh Hitachi sudah pakai sistem arus DC sehingga lebih jarang bermasalah daripada Holec yang mesinnya pakai sistem arus AC?
Bagaimana nasib Hitachi nantinya kalau KRL eko non AC benar-benar di-'delete' dari Gapeka?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#46
Teknologi sama, sama-sama motor traksi AC, cuma masalah pabrikan aja kok.
Hitachi kan buatan Jepang, pake desain spesifikasi asia, bobot kelengkapan penggerak lebih ringan, dan cocok dioperasikan di iklim Tropis seperti disini.
sementara Holec buatan Belgia-Belanda, yang notabene pake desain spesifikasi Eropa, bobot kelengkapan penggeraknya lebih berat dan tidak terlalu cocok di iklim tropis seperti disini...

ya Hitachi, kalo gak jadi KRDE karena teknologi propulsinya mendukung, kemungkinan di-retrofit like a Rheos dan dikasih AC...
ya kita liat aja lah nanti...
[Image: photo.php?pid=379024&id=100000253048256&ref=fbx_album]

KCJ 7000 series-7117F
Reply
#47
saya nggak setuju KRL eko-non AC dihapusin & diganti Eko AC. Gak semua orang mampu bayar rate tiket eko AC sekarang (5500) atau AC Ekspres. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) & pemerintah masih punya kewajiban melayani semua golongan masyarakat. Kecuali PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah full di-privatisasi, dan murni mencari laba semata.
Reply
#48
(12-11-2009, 04:13 PM)wiryawan Wrote: saya nggak setuju KRL eko-non AC dihapusin & diganti Eko AC. Gak semua orang mampu bayar rate tiket eko AC sekarang (5500) atau AC Ekspres. PT. Kereta Api (Persero) & pemerintah masih punya kewajiban melayani semua golongan masyarakat. Kecuali PT. Kereta Api (Persero) sudah full di-privatisasi, dan murni mencari laba semata.

Tolong dibaca halaman-halaman awal dengan teliti Mas....
Ngeledek

Kita tidak setujupun, Operator KA tetep akan menghapuskan KRL Ekonomi.
AFAIK, dengan pertimbangan-pertimbangan :
  1. KRL Ekonomi dengan tarif terjauh (JAKK-BOO) Rp. 1.500 (sedangkan kita pipis ajah bayar Rp.1.000 kalo BAB Rp. 2.000) ndak menutup biaya operasional
  2. Dengan tarif segitu ajah banyak penumpang gelap, banyak yang ngeluh tanpa mau MEMBELI KARCIS dan menjaga aset KRL!!!!!
  3. Dengan dihapusnya KRL Ekonomi, maka tarif KRL AC Ekonomi akan disesuaikan dibawah harga yang ada sekarang
  4. PT. KCJ pun masih melayani penumpang dengan sepenuh hati, walaupun yang dilayani masih pingin mintak lebih tanpa memberikan kewajibannya sebagai penumpang!

So, be optimistic terhadap keputusan-keputusan operator KA, serta tularkan kecintaan kita kepada orang lain terhadap kendaraan masal ini!!!!

Demikian semoga jelas.

PS : Info ini saya dapat dari penjelasan Petinggi PT. KCJ saat kunjungan pengguna & pecinta KRL ke Dipo Depok.
[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#49
(27-09-2009, 10:14 AM)Faris GM-MarKA Wrote: Bukan ngerasa rugi TAP, tapi lebih kepada 'pemborosan' kalo naiknya terlalu dekat (misal DP-UI, TNT-PSM)...
Kalo BOO-BJD sih jauh, setara DP-TNT...

kalo merasa "BOROS" silahkan naik krl ekonomi berikut'a kan ada....

atau kalau tidak mau lama menunggu naik saja transportasi lain... bisa kan ???

tapi untuk sistem harga karcis sprti demikian itu sdh diputuskan oleh yg berwenang , dgn pertimbangan2 lain.... tks....
Para pengguna jasa KRL COMMUTER JABODETABEK yth, kami mengucapkan terima kasih anda telah & masih setia menggunakan jasa KRL.
Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan selama ini, kami tetap berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk anda. tks.
Reply
#50
(12-11-2009, 04:28 PM)Gege Wrote:
(12-11-2009, 04:13 PM)wiryawan Wrote: saya nggak setuju KRL eko-non AC dihapusin & diganti Eko AC. Gak semua orang mampu bayar rate tiket eko AC sekarang (5500) atau AC Ekspres. PT. Kereta Api (Persero) & pemerintah masih punya kewajiban melayani semua golongan masyarakat. Kecuali PT. Kereta Api (Persero) sudah full di-privatisasi, dan murni mencari laba semata.

Tolong dibaca halaman-halaman awal dengan teliti Mas....
Ngeledek

Kita tidak setujupun, Operator KA tetep akan menghapuskan KRL Ekonomi.
AFAIK, dengan pertimbangan-pertimbangan :
  1. KRL Ekonomi dengan tarif terjauh (JAKK-BOO) Rp. 1.500 (sedangkan kita pipis ajah bayar Rp.1.000 kalo BAB Rp. 2.000) ndak menutup biaya operasional
  2. Dengan tarif segitu ajah banyak penumpang gelap, banyak yang ngeluh tanpa mau MEMBELI KARCIS dan menjaga aset KRL!!!!!
  3. Dengan dihapusnya KRL Ekonomi, maka tarif KRL AC Ekonomi akan disesuaikan dibawah harga yang ada sekarang
  4. PT. KCJ pun masih melayani penumpang dengan sepenuh hati, walaupun yang dilayani masih pingin mintak lebih tanpa memberikan kewajibannya sebagai penumpang!

So, be optimistic terhadap keputusan-keputusan operator KA, serta tularkan kecintaan kita kepada orang lain terhadap kendaraan masal ini!!!!

Demikian semoga jelas.

PS : Info ini saya dapat dari penjelasan Petinggi PT. KCJ saat kunjungan pengguna & pecinta KRL ke Dipo Depok.

setuju dengan yang ini Tepuk Tangan

Minimal, menjadikan KRL manusiawi namun dengan tarif yang terjangkau masyarakat Tersenyuum
[Image: NQma0.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)