Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About Mutiara Selatan
#41
klo pengalaman saya dr SGU pake mutsel enak sampai bdg lebih cepat dari KA turangga.
karena ongkosnya murah sktar Rp.130.000 dah samapi BD ato SGU.

oya maaf OOT nih klo ongkos KA lodaya kok mahal ya bisnis Rp.100.000 hanya sampai Solo?
Train is never death for my life specially KA Lodaya
Reply
#42
(13-03-2010, 05:26 PM)gerryrockygelardy Wrote: oya maaf OOT nih klo ongkos KA lodaya kok mahal ya bisnis Rp.100.000 hanya sampai Solo?
Apa lantaran Lodaya ditempelin K1 jadi ikut mahal. Kalau ikut nama sih Lodaya itu harusnya kelas satwa.
Ok balik lagi ke MS
Back on Topic
Sebenarnya dengan pengasingan K3 di KAC membuat segregasi pasar sendiri antara KA ekonomi sama KA² "Utama" yang masih di St Bd. Andaikata ada Pasundan Malam pun mungkin tidak terlalu besar pengaruhnya bagi MS (yah nasib penumpang KA ekonomi : KAC tu udah jauh, macet lagi). Kalau diperkirakan ada pengaruhnya, apa si MS nya suruh jemput bola dulu ke Cimahi, misalnya.
Reply
#43
Bicara tentang Mutiara Selatan, ini adalah kereta yg pertama kukenal & dari kereta inilah saya mengenal kereta api lebih dalam (waktu itu sih cuman nganterin kakek & nenek (22nya alm.) dr semut ke gubeng). Kereta ini memang legendaris sejak pertama diluncurkan, & sampai kini masih menjadi raja bagi semua K2 di Jawa Tepuk Tangan, bahkan fotonya pas masih jadul pun diabadikan oleh simbah Rob Dickinson, railfans LN yg suka sekali KA di Indonesia. Jadi, jangan sampai eksistensi KA ini memudar & bahkan hilang untuk selamanya. Pertahankan terus prestasi Mutsel. Tepuk Tangan
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#44
Sundul up..up...

KA Mutiara Selatan adalah kereta api pertama yang saya kenal. Di tahun akhir 80an dan 90an awal hanya kereta api ini dan Ekspress Siang (KA Badra Surya, sekarang KA Pasundan, cmiiw) yang paling sering saya dan keluarga gunakan untuk bepergian dari Bandung ke Malang dan sebaliknya (transit dulu di Surabaya tentunya).

Yang mengesankan, saya ingat dulu (jaman 80an akhir dan 90an awal) apabila naik ini kereta selalu diberi souvenir semacam dompet plastik dengan logo PJKA dan tissue basah dengan tulisan Restorka Mutiara Selatan di bungkusnya. Tak lupa gantungan kunci Restorka Mutiara Selatan pun selalu diberikan hingga tahun 90an awal rasanya. Sekarang, apabila naik kereta api (semua kelas), souvenir yang saya bawa ke rumah hanyalah tiket saja (lumayan lah daripada gak ada yang dibawa).

Dengan kombinasi kelas eksekutif & bisnis, kereta api ini rasanya adalah kereta api terbagus yang pernah saya naiki & lihat ketika itu. Bagaimana tidak, di kelas bisnis saja di tiap row kursi diberi tempat sampah, meja yang bisa dilipat, cantolan dan asbak rokok ditambah dengan alas karpet di gangway-nya (cmiiw). Kelas eksekutif ketika itu sudah jelas ada TV dan AC dengan reclining seat dan lebih nyaman. Di Surabaya Gubeng, keberangkatan Mutiara Selatan dulu adalah sesudah KA Bima dan hanya KA Bima yang full kelas eksekutif dengan warna birunya yang khas yang saya pikir saat itu lebih bagus dari kereta ini Tersenyuum.

Terakhir kali saya naik kereta ini adalah di akhir Desember 2009 saat backpacker-an ke Jawa Timur. Yang jelas kereta ini secara umum masih nyaman dan bersih (tipikal kereta-kereta dari Bandung), petugasnya rajin kali bersih-bersih itu toilet dan gangway. Keterlambatan pun kurang lebih hanyalah 10-15 menit saja dari jadwal seharusnya...cincay lah saya kira...
Reply
#45
mutsel tgl 20 apr 2010 meluncur menuju sgu


[Image: img0027a.jpg]



[Image: img0028a.jpg]
Reply
#46
Mutsel ditarik CC 20303 udah ada tulisan "DIPO INDUK BD"


[Image: dsc00831k.jpg]


Uploaded with ImageShack.us

buntutnya


[Image: dsc00832d.jpg]


Uploaded with ImageShack.us
Reply
#47
Tiketnya berapa ya sekarang ?
Reply
#48
tapi apakabarnya skr Mutsel Setelah ada Malabar ya, sekilas rangkaiannya kelihatan lebih pendek.
Reply
#49
(04-06-2010, 10:50 AM)jokotingkir Wrote: tapi apakabarnya skr Mutsel Setelah ada Malabar ya, sekilas rangkaiannya kelihatan lebih pendek.

ah ga juga..... orang-orang dari Surabaya-Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun lebih suka naik Mutiara Selatan untuk K-2.. kalo K-1 ya mereka lebih suka naik Turangga yg lebih prima dunk... atau Argo Wilis yg ingin jalan siang...

secara Mutiara dari jombang jam 17.15.. nyampe BD masih jam setenga enam... masih pagi dan enak buat beraktifitas, daripada naek Malabar nyampe BD jam 8.30 an... kan org ke bandung tujuannya kalo ga kerja ya urusan bisnis... ya nyari yg nyampe lebih pagi dunk... biar bisa siap2, mandi2 n sarapan dgn tenang dolo..

trus baliknya juga lebih enak naik Mutiara lah kemana-mana.... dari BD jam 17 an nyampe JBG juga jam 5.30... istilahnya dari bandung uda sore... yang abis bisnis dari pasar baru, cibaduyut, cihampelas ato keperluan kerja uda pulang.. uda ngaso... daripada Malabar yang dari BD masih jam 15.30 toh nyampe kertosono juga cuman selisih 1/4 jam... Malabar nyampe KTS jam 4.50.. lah Mutsel jam 5.10 an....

trus malabar brenti di KTS-NJ-Madiun, paron, Sragen, Solobalapan, Klaten. Yogya, Wates, dst... nah kalo Mutiara kan cuman KTS-Nganjuk, Madiun, Solo, Yogya, Kebumen dst.... ga mandeg di Paron, Sragen, Klaten, Wates...
pkoknya kami kalo ke bandung yang paling enak K-1 Turangga, K-2 ya Mutiara, kalo K-3 ya Pasundan Ngakak
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#50
kemarin mutsel rada telat..... biasanya masih gelap udah lewat, ni matahari udah terbit, odong2ku telat dah.........
Senangnya kulihat para petani melepas lelah dan berhenti sejenak untuk melihat Kereta Api melewati ladang mereka.....
Terharu
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)