Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Per 9 Januari, Karcis KA Dibuat Mirip Tiket Pesawat
#41
Reply
#42
(11-01-2012, 03:23 AM)pardjono Wrote: Langkah tersebut, imbuhnya, di antaranya bertujuan mempersempit ruang gerak calo. Lebih dari itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ingin menyusun daftar manifest penumpang yang lebih tertata dalam setiap perjalanan KA. Terlebih, mereka menerapkan pula kebijakan kapasitas angkut 100 persen.[/align]


cuma mempersempit aja ternyata Ngakak
Reply
#43
(11-01-2012, 10:37 AM)kabei Wrote:
(11-01-2012, 03:23 AM)pardjono Wrote:
Langkah tersebut, imbuhnya, di antaranya bertujuan mempersempit ruang gerak calo. Lebih dari itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ingin menyusun daftar manifest penumpang yang lebih tertata dalam setiap perjalanan KA. Terlebih, mereka menerapkan pula kebijakan kapasitas angkut 100 persen.

cuma mempersempit aja ternyata Ngakak

Berarti masih ada celah ya. Pasti!
Tapi lumayan lah, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah berusaha untuk memperbaiki keadaan,
termasuk memikirkan kemudahan penumpang untuk mendapat santunan asuransi jika terjadi kecelakaan.
Di bandara aja calonya seabrek-abrek. Tersenyuum
Reply
#44
(11-01-2012, 10:59 AM)pardjono Wrote:
(11-01-2012, 10:37 AM)kabei Wrote:
(11-01-2012, 03:23 AM)pardjono Wrote: Langkah tersebut, imbuhnya, di antaranya bertujuan mempersempit ruang gerak calo. Lebih dari itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ingin menyusun daftar manifest penumpang yang lebih tertata dalam setiap perjalanan KA. Terlebih, mereka menerapkan pula kebijakan kapasitas angkut 100 persen.

cuma mempersempit aja ternyata Ngakak

Berarti masih ada celah ya. Pasti!
Tapi lumayan lah, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah berusaha untuk memperbaiki keadaan,
termasuk memikirkan kemudahan penumpang untuk mendapat santunan asuransi jika terjadi kecelakaan.
Di bandara aja calonya seabrek-abrek. Tersenyuum
oh memperbaiki keadaan to NgakakNgakak
dibandara calo seabreg abreg, TAPI tiap orang bisa membeli tiket secara onlen di website (tau tiket masih ada ato ga ketahuan di website), membayar langsung via ATM dan langsung terbang..............

kalo kereta api??calo buanyak, beli harus ke stasiun, kalo ga telpon ke operator dan...
hanya operator, orang PT KA dan tuhan saja yang tau tiket masih ada ato sudah "habis"............:siul:


disaat seluruh dunia sudah GO internasional, PT KA tetep GO BLOK

disaat orang kita backpakeran ke luar negeri, beli tiket bisa dilakukan disini (tiket pesawat, kereta dan sejenisnya) jadwal perjalanan bisa lebih tertata dan tentunya ngirit biaya perjalanan....

bandingkan dengan bule amerika (misalnya) yang backpakeran disini, dari sono udah pesen tiket pesawat onlen, giliran mo coba naik kereta api disini ga bisa :o

*moga aja si turis asing ga nulis di www.tripadvisor.com cara mendapatkan tiket kereta api dengan menghubungi petugas berbaju biru :o


cabut ah........
balik ke peradaban
Reply
#45
Menurut berita, Pak Dahlan Iskan pernah bilang : "Mengurus kereta api tidak semudah mengomelinya".
Reply
#46
dahlan iskan is nothing, cuma keren pencitraan aja :o
Reply
#47
wah mbah Kabei is back.... seneng nih baca2 komeng ente Asik..
kalo kita baca dgn perspektif netral n konsumen.. postingan mbah Kabei banyak benernya loh terlepas dari gaya bahasa yg "menggigit"....

napa mesti konsumen??? ya karna perusahaan jasa kan tergantung dari konsumennya
balik to ticket nih....

sebenarnya sangat bagus ya upaya menghambat calo dengan mengetatkan identitas penumpang

cuman... keknya ada yg terbalik aja di sini......

ketika kita beli tiket, musti nunjukin ID card... tapi pas naek kereta ID ga diperiksa... temen ane juga pas beli tiket bingung juga... secara dia titip temen CS kantor, trus petugas minta ID pembeli... udah dijelasin ma pembeli, dia beli buat org laen n dikasih nama pemesan dgn lengkap... tapi petugas loket ga mo terima.. akhirnya ya yg tertulis di tiket ID si CS.. temen ane sempet was2 sebelumnya, sampe pas mo pulang pinjem ID si pemesan... tapi begitu di kereta ga ada pemeriksaan ID penumpang

nah... prasaan, umumnya kalo mo ngetatin ID passanger... ketika beli tiket biar aja sapa pun bisa beli, asal ID penumpang sama dengn ID yg tertera di tiket dan itu di cek pas boarding..... kan beli tiket ga kudu di loket dan kudu beli sendiri, sapa tahu sibuk... kan bisa telp, lewat indoma**t, sukur2 bisa by e-ticketing via web... yg ntar tinggal issued by ATM ato Credit card ato bahkan pake paypal
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#48
Reply
#49
(08-01-2012, 04:29 AM)pardjono Wrote:
(07-01-2012, 09:11 PM)achmad20408 Wrote: Lah terus gimana mas kalau kita hanya pesan buat orang lain,,,,,,,,,misal'y gini saya pesen KA jarak jauh tp buat nenek!!!!!!!trus gimana tuh Pa hrus pake KTP penumpang'y

Mengacu pada post #1, sepertinya pemesan atau pembeli langsung diminta untuk menulis atau menginformasikan nama calon penumpang sesuai dengan tanda pengenal calon penumpang, bukan menunjukkan tanda pengenal calon penumpang.

Untuk pemesan KA komersial, selain nama juga diminta untuk menulis atau menginformasikan nomor tanda pengenal calon penumpang sesuai dengan tanda pengenal calon penumpang. Sekali lagi, bukan menunjukkan tanda pengenal calon penumpang.
lega setelah membaca pernyataan ini

[Image: 020.gif]
Tidak punya waktu ...
Reply
#50
(12-01-2012, 08:10 PM)galuhsuda Wrote: [spoiler]
(08-01-2012, 04:29 AM)pardjono Wrote:
(07-01-2012, 09:11 PM)achmad20408 Wrote: Lah terus gimana mas kalau kita hanya pesan buat orang lain,,,,,,,,,misal'y gini saya pesen KA jarak jauh tp buat nenek!!!!!!!trus gimana tuh Pa hrus pake KTP penumpang'y

Mengacu pada post #1, sepertinya pemesan atau pembeli langsung diminta untuk menulis atau menginformasikan nama calon penumpang sesuai dengan tanda pengenal calon penumpang, bukan menunjukkan tanda pengenal calon penumpang.

Untuk pemesan KA komersial, selain nama juga diminta untuk menulis atau menginformasikan nomor tanda pengenal calon penumpang sesuai dengan tanda pengenal calon penumpang. Sekali lagi, bukan menunjukkan tanda pengenal calon penumpang.
[/spoiler]


lega setelah membaca pernyataan ini.

Baca juga yang dibawah ini Mas Galuh :

(10-01-2012, 07:37 AM)pardjono Wrote:
(10-01-2012, 07:20 AM)ady_mcady Wrote:
apakah harus menunjukkan ktp asli? bagaimana dengan fotokopi ktp apakah boleh? atau yang penting ada nama dan nomer ktp nya saja seperti bayar tagihan listrik/telpon yang tidak perlu membawa struk tagihan asli.

soalnya terkadang beberapa kerabat dari daerah yang akan ke jakarta sering minta tolong saya untuk memesan karcis untuk pulang dari jakarta. hal ini dapat terjadi karena didaerah tidak bisa pesan karcis bolak-balik (terutama k3), atau kerabat berangkat dari daerah menggunakan moda lain (bus) dan pulangnya ingin naik kereta.

IMHO, supaya 'aman' bawa KTP asli saja Mas Ady. Karena biasanya lain petugas loket lain 'selera'.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)