Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Double Track Solo-Madiun-Surabaya
#41
Teman-teman, apakah Madiun - Surabaya sudah double track? Kenapa hanya Solo - Madiun saja?
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply
#42
(11-11-2013, 06:37 PM)Batpod Wrote: Teman-teman, apakah Madiun - Surabaya sudah double track? Kenapa hanya Solo - Madiun saja?

Ya kan semua butuh waktu.. Pembebasan lahan, fondasi, dll semuanya perlu waktu sampe bertahun-tahun. Untuk yg SLO-MN aja perlu waktu 2th, apalagi MN-SGU yg lebih panjang..
Reply
#43
(11-11-2013, 06:41 PM)wisnublank357 Wrote:
(11-11-2013, 06:37 PM)Batpod Wrote: Teman-teman, apakah Madiun - Surabaya sudah double track? Kenapa hanya Solo - Madiun saja?

Ya kan semua butuh waktu.. Pembebasan lahan, fondasi, dll semuanya perlu waktu sampe bertahun-tahun. Untuk yg SLO-MN aja perlu waktu 2th, apalagi MN-SGU yg lebih panjang..

mungkin nanti setelah DT jalur utara selesai... langsung pindah ke sini... Back to topic..
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#44
^^ Madiun - Solo udah bikin tubuh baan, DT Kutoarjo - Purwokerto mlempem., nunggu ape lagi tuh.
Reply
#45
(11-11-2013, 09:04 PM)bramoy Wrote: ^^ Madiun - Solo udah bikin tubuh baan, DT Kutoarjo - Purwokerto mlempem., nunggu ape lagi tuh.

Betul Mas, DT Kutoarjo - Purwokerto melempem, padahal kereta-kereta dari barat (Jakarta & Bandung) banyak bersilang dengan kereta-kereta dari timur (Solo, Jogja, Malang, Surabaya) di petak Kutoarjo - Purwokerto tapi nggak tau kenapa pemerintah mendahulukan petak Madiun - Solo yang relatif lebih sepi. Bethe
Menurut saya sih di jalur selatan setidaknya ada beberapa petak yang lebih membutuhkan DT daripada Madiun - Solo seperti:

1. DT Kiaracondong - Cicalengka
2. DT Surabaya - Mojokerto

Tapi tetep DT Kutoarjo - Purwokerto atau seenggaknya DT Kutoarjo - Kroya harus segera direalisasikan

It's just my opinion, Mungkin ada yang bisa kasih saya pencerahan?? Xie Xie
Reply
#46
(17-11-2013, 01:44 PM)DiasWU Wrote:
(11-11-2013, 09:04 PM)bramoy Wrote: ^^ Madiun - Solo udah bikin tubuh baan, DT Kutoarjo - Purwokerto mlempem., nunggu ape lagi tuh.

Betul Mas, DT Kutoarjo - Purwokerto melempem, padahal kereta-kereta dari barat (Jakarta & Bandung) banyak bersilang dengan kereta-kereta dari timur (Solo, Jogja, Malang, Surabaya) di petak Kutoarjo - Purwokerto tapi nggak tau kenapa pemerintah mendahulukan petak Madiun - Solo yang relatif lebih sepi. Bethe
Menurut saya sih di jalur selatan setidaknya ada beberapa petak yang lebih membutuhkan DT daripada Madiun - Solo seperti:

1. DT Kiaracondong - Cicalengka
2. DT Surabaya - Mojokerto

Tapi tetep DT Kutoarjo - Purwokerto atau seenggaknya DT Kutoarjo - Kroya harus segera direalisasikan

It's just my opinion, Mungkin ada yang bisa kasih saya pencerahan?? Xie Xie

Semua jalur aktif nantinya pasti akan didouble track mas. Bahkan bisa saja dielektrifikasi semua. Tapi semuanya butuh proses yang tidak gampang.

Ane pernah denger dari berita kalo ga salah pemerintah/KAI melakukan double tracking jalur selatan dimulai dari yang gampang dulu. Selain medannya yang gampang juga masalah kepemilikan tanahnya jelas.

Di sebelah selatan jalur eksisting petak Solo-Madiun itu tanahnya sebagian besar sudah milik negara (atau milik KAI? CMIIW) dan tidak ada bangunan, hanya sawah saja, jadi tinggal nguruk ga usah pake bongkar-bongkaran, kecuali di beberapa titik saja (termasuk SLO-SK). Petak Madiun-Surabaya pun juga demikian. Mungkin double tracking jalur di sini akan segera menyusul, tapi kayanya cuma sampe KTS dulu.

Sedangkan petak Kutoarjo-Kroya itu kan medannya pegunungan, pasti bikinnya akan lebih susah. Selain itu dana yang dibutuhkan pasti juga lebih besar. Makanya butuh persiapan yang lebih lama dan lebih matang untuk DT jalur ini.

Untuk petak KAC-CCL dan WO-MR mungkin banyak berdiri bangunan atau gimana, ane kurang tau. Tapi yang ane denger petak-petak di Bandung mungkin akan segera di DT bahkan dipasang LAA untuk KRL. Jadi kita sebaiknya bersabar saja. Semua pasti akan indah pada waktunya.. Playboy

[Image: 1234950_663433870335352_1568179729_n.jpg]
MN | 8.12.'96
Reply
#47
(17-11-2013, 04:16 PM)UQIXpakeX Wrote:
(17-11-2013, 01:44 PM)DiasWU Wrote:
(11-11-2013, 09:04 PM)bramoy Wrote: ^^ Madiun - Solo udah bikin tubuh baan, DT Kutoarjo - Purwokerto mlempem., nunggu ape lagi tuh.

Betul Mas, DT Kutoarjo - Purwokerto melempem, padahal kereta-kereta dari barat (Jakarta & Bandung) banyak bersilang dengan kereta-kereta dari timur (Solo, Jogja, Malang, Surabaya) di petak Kutoarjo - Purwokerto tapi nggak tau kenapa pemerintah mendahulukan petak Madiun - Solo yang relatif lebih sepi. Bethe
Menurut saya sih di jalur selatan setidaknya ada beberapa petak yang lebih membutuhkan DT daripada Madiun - Solo seperti:

1. DT Kiaracondong - Cicalengka
2. DT Surabaya - Mojokerto

Tapi tetep DT Kutoarjo - Purwokerto atau seenggaknya DT Kutoarjo - Kroya harus segera direalisasikan

It's just my opinion, Mungkin ada yang bisa kasih saya pencerahan?? Xie Xie

Semua jalur aktif nantinya pasti akan didouble track mas. Bahkan bisa saja dielektrifikasi semua. Tapi semuanya butuh proses yang tidak gampang.

Ane pernah denger dari berita kalo ga salah pemerintah/KAI melakukan double tracking jalur selatan dimulai dari yang gampang dulu. Selain medannya yang gampang juga masalah kepemilikan tanahnya jelas.

Di sebelah selatan jalur eksisting petak Solo-Madiun itu tanahnya sebagian besar sudah milik negara (atau milik KAI? CMIIW) dan tidak ada bangunan, hanya sawah saja, jadi tinggal nguruk ga usah pake bongkar-bongkaran, kecuali di beberapa titik saja (termasuk SLO-SK). Petak Madiun-Surabaya pun juga demikian. Mungkin double tracking jalur di sini akan segera menyusul, tapi kayanya cuma sampe KTS dulu.

Sedangkan petak Kutoarjo-Kroya itu kan medannya pegunungan, pasti bikinnya akan lebih susah. Selain itu dana yang dibutuhkan pasti juga lebih besar. Makanya butuh persiapan yang lebih lama dan lebih matang untuk DT jalur ini.

Untuk petak KAC-CCL dan WO-MR mungkin banyak berdiri bangunan atau gimana, ane kurang tau. Tapi yang ane denger petak-petak di Bandung mungkin akan segera di DT bahkan dipasang LAA untuk KRL. Jadi kita sebaiknya bersabar saja. Semua pasti akan indah pada waktunya.. Playboy

Tinggal kita tunggu perkembangannya ..
Reply
#48
(17-11-2013, 05:05 PM)Rail_Ram Wrote:
(17-11-2013, 04:16 PM)UQIXpakeX Wrote:
(17-11-2013, 01:44 PM)DiasWU Wrote:
(11-11-2013, 09:04 PM)bramoy Wrote: ^^ Madiun - Solo udah bikin tubuh baan, DT Kutoarjo - Purwokerto mlempem., nunggu ape lagi tuh.

Betul Mas, DT Kutoarjo - Purwokerto melempem, padahal kereta-kereta dari barat (Jakarta & Bandung) banyak bersilang dengan kereta-kereta dari timur (Solo, Jogja, Malang, Surabaya) di petak Kutoarjo - Purwokerto tapi nggak tau kenapa pemerintah mendahulukan petak Madiun - Solo yang relatif lebih sepi. Bethe
Menurut saya sih di jalur selatan setidaknya ada beberapa petak yang lebih membutuhkan DT daripada Madiun - Solo seperti:

1. DT Kiaracondong - Cicalengka
2. DT Surabaya - Mojokerto

Tapi tetep DT Kutoarjo - Purwokerto atau seenggaknya DT Kutoarjo - Kroya harus segera direalisasikan

It's just my opinion, Mungkin ada yang bisa kasih saya pencerahan?? Xie Xie

Semua jalur aktif nantinya pasti akan didouble track mas. Bahkan bisa saja dielektrifikasi semua. Tapi semuanya butuh proses yang tidak gampang.

Ane pernah denger dari berita kalo ga salah pemerintah/KAI melakukan double tracking jalur selatan dimulai dari yang gampang dulu. Selain medannya yang gampang juga masalah kepemilikan tanahnya jelas.

Di sebelah selatan jalur eksisting petak Solo-Madiun itu tanahnya sebagian besar sudah milik negara (atau milik KAI? CMIIW) dan tidak ada bangunan, hanya sawah saja, jadi tinggal nguruk ga usah pake bongkar-bongkaran, kecuali di beberapa titik saja (termasuk SLO-SK). Petak Madiun-Surabaya pun juga demikian. Mungkin double tracking jalur di sini akan segera menyusul, tapi kayanya cuma sampe KTS dulu.

Sedangkan petak Kutoarjo-Kroya itu kan medannya pegunungan, pasti bikinnya akan lebih susah. Selain itu dana yang dibutuhkan pasti juga lebih besar. Makanya butuh persiapan yang lebih lama dan lebih matang untuk DT jalur ini.

Untuk petak KAC-CCL dan WO-MR mungkin banyak berdiri bangunan atau gimana, ane kurang tau. Tapi yang ane denger petak-petak di Bandung mungkin akan segera di DT bahkan dipasang LAA untuk KRL. Jadi kita sebaiknya bersabar saja. Semua pasti akan indah pada waktunya.. Playboy

Tinggal kita tunggu perkembangannya ..

Untuk petak Kiaracondong - Cicalengka tanahnya relatif kosong dan available jika dibangun double track, yang agak ribet mungkin kawasan padat penduduk di petak Kiaracondong - Gedebage.
Kalo petak WO - MR seinget ane juga sama, relatif masih kosong dan available untuk dibangun DT. Tapi ane terakhir lewat WO-MR sih bulan Mei 2013 kemarin, nggak tau kalo sekarang.. Xie Xie
Kenapa petak KAC - CCL dan WO - MR penting buat dikasih DT? Krn di petak-petak itu KA2 Ekspress Siang dari Jkt/Bdg/Jogja bersilang dengan KA2 Ekspress Malam dari Sby dan sebaliknya. Belum lagi KA-KA lokalan Daop 2 dan Daop 8.Bye Bye
Reply
#49
sedikit bocoran .. di mulai dari Griya Karya Madiun yang ada di samping sinyal langsir itu akan di libas habis bangunannya sampai ke hampir jembatan , dan model jembatan yang kanan tidak di rubah , namun besi untuk sepeda motor / pejalan kaki akan di ganti .. untuk PJL 1 akan mundur / berganti bangunan , serta bangunan bangunan di dekat rel sebelah kiri akan di ratakan dulu . untuk railbaan di dekat ringroad ada yang sudah jadi , sekarang sering juga KLB Rel yang riwa-riwi dari Madiun ke Walikukun ...
Reply
#50
(17-11-2013, 06:41 PM)DiasWU Wrote: Untuk petak Kiaracondong - Cicalengka tanahnya relatif kosong dan available jika dibangun double track, yang agak ribet mungkin kawasan padat penduduk di petak Kiaracondong - Gedebage.
Kalo petak WO - MR seinget ane juga sama, relatif masih kosong dan available untuk dibangun DT. Tapi ane terakhir lewat WO-MR sih bulan Mei 2013 kemarin, nggak tau kalo sekarang.. Xie Xie
Kenapa petak KAC - CCL dan WO - MR penting buat dikasih DT? Krn di petak-petak itu KA2 Ekspress Siang dari Jkt/Bdg/Jogja bersilang dengan KA2 Ekspress Malam dari Sby dan sebaliknya. Belum lagi KA-KA lokalan Daop 2 dan Daop 8.Bye Bye

Untuk petak WO-MR relatif kosong, kanan kiri sawah dan status kepemilikan lahnnya jelas milik KAI. Antara WO-TRK dulu memang aslinya udah double track tapi pas jaman Jepang track satunya di copotin. Posisi yg dicopot ada di sebelah kiri rel existing kalo dari WO. Kecuali ada beberapa problem;

1. Antara WO-SPJ mulai belakang Royal Plaza banyak berdiri rumah penduduk baik yg semi permanen dan bahkan permanen yg berdiri di lahan milik KAI.
2. Jembatan layang Jl. A. Yani yg terlalu mepet ama rel existing ga cukup untuk DT.
3. Jembatan layang antara SPJ-BH juga terlalu mepet, ga cukup untuk DT.
4. Buat jembatan super panjang diatas sungai brantas antara TRK-MR.

Lalu lanjut MR-KTS relatif kosong, kanan kiri sawah. Beberapa hambatan:
1. MR ke barat mepet dg rumah penduduk, harus gusur dulu dan pake ganti untung.
2. Harus buat jembatan super lebar diatas sungai Brantas antara SMB-KTS.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)