Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Wonogiri
Sekedar catatan: akses ruas jalan Yos Sudarso Solo (dari dan ke Sukoharjo/Wonogiri) sekarang ini sudah tidak nyaman lagi alias padat merayap, mobil, sepeda motor, truk, bus antar kota lewat jalan ini. Timer penghitung traffic light warna merah di perempatan Jl Yos Sudarso-Veteran waktu kadang kala mencapai 1 menit. Saatnya dioperasikan KRD & Railbus Solo-Wonogiri (PP). Ngikik
.
Reply
wartwannya kayak sengaja datang nemuin supir supir bus n ngompr ngomporin, masa di negara ini kebaikan di cegah cegah..
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
payah pengusaha bus, takut bersaing sama kereta
bus=kaleng krupuk.....
Batu Bata Batu Bata Batu Bata

Reply
nggak ada urusan sama pengusaha bis ...
justru mereka (pengusaha) harus berfikir agar langkah PT KA tsb memotivasi mereka untuk bisa menjadi mitra / kompetitor PT KA yang positif
pokoknya rencana revitalisasi PWS - WNG harus jalan terus ... titik
Reply
Edisi : Jum'at, 06 Mei 2011 , Hal.8
Bocah 15 tahun dalangi pencurian pengait rel KA

Solo (Espos) Terhimpit ekonomi, kakak-beradik nekat mencuri puluhan pedrol (pengait) bantalan rel kereta api (KA) jurusan Solo-Wonogiri, Senin (2/5) malam.
Aksi pencurian fasilitas umum (Fasum) yang didalangi anak di bawah umur itu sangat membahayakan nyawa orang lain karena bisa membuat KA tergelincir.

Menurut Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Sis Raniwati, didampingi Kanitreskrim, Iptu Teguh Sujadi, mewakili Kapolresta Solo, AKBP Listyo Sigit Prabowo, kedua tersangka tersebut adalah Purwanto alias Panut, 27, warga Losari, Semanggi dan Kr, 15, warga Wirun, Mojolaban, Sukoharjo. Kakak-beradik itu ditangkap saat beraksi di jalur rel KA Wonogiri-Sangkrah, tepatnya di rel jembatan Losari RT 4/RW III, Semanggi, Pasar Kliwon. Saat diringkus, polisi menyita pedrol bantalan rel KA sebanyak 24 buah yang sudah dibungkus dalam karung.

“Saat ditangkap, para tersangka ini sudah tidak dapat berkutik lagi,” tegasnya saat ditemui wartawan di Mapolsek Pasar Kliwon, Kamis (5/5).

Dia mengatakan, modus para tersangka cukup sederhana. Saat menjalankan aksinya, tersangka hanya berbekal sebuah palu kecil. Panut sering berperan sebagai eksekutor, sedangkan Kr bertugas mengemas barang hasil curian sekaligus mengamati situasi di sekitar TKP.

“Jadi, Panut ini memukul ujung pedrol bantalan rel hingga empat kali. Setelah itu, pedrol itu menjadi sedikit kendur. Selanjutnya, pedrol itu diambil Rk dan dimasukkan ke dalam karung,” ulasnya.

Menurut dia, kedua tersangka sudah enam kali beraksi mencuri Fasum di jalur rel KA jurusan Solo-Wonogiri. Tak tanggung-tanggung, hasil pengembangan petugas diperoleh barang bukti (BB) berupa pedrol bantalan rel sebanyak 31 buah di rumah Panut.

“Awalnya, ada warga sekitar yang curiga dengan ulah kedua tersangka. Begitu kami dilapori kasus ini, anggota langsung terjun ke TKP. Total BB berupa pedrol bantalan rel yang disita ada 55 buah. Biasanya per kilogram dijual senilai Rp 3.700,” katanya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun. Kedua tersangka juga terancam tentang tindakan sabotase terhadap Fasum milik negara.

“Yang membuat aneh justru dalang pencurian ini dilakukan adik Panut yang baru berusia anak sekolah. Kr ini sudah cukup lihai dalam mengawasi lokasi TKP. Saat ada orang yang mendekat, dirinya mengajak Panut untuk berpura-pura tiduran di dekat rel KA. Hal itu guna mengelabuhi masyarakat,” katanya. - Oleh : pso

.
Reply
jd inget wktu itu jauh2 ke wonogiri karna pengen naik KA fider WNG tp gagal naik gara2 si lok mbahnya lg ada yg rusak Nangis Nangis Nangis
KA PURWOJAYA Lok Merah Biru PURWOKERTO BERJAYA
Reply
(06-05-2011, 07:44 AM)Narendro Anindito Wrote:
(05-05-2011, 04:19 AM)Narendro Anindito Wrote: kalo kecepatan seharusnya meningkat lah, kan akan menyaingi bus kota. dan rel udah bagus kok sekarang... dan mudah²an ga di demo para awak bus
Xie Xie

akhirnya terjadi juga yang saya khawatirkan Sakit
Quote:Pengusaha bus Wonogiri khawatirkan rencana KRD Solo-Wonogiri
By on 5 Mei 2011

Wonogiri (Solopos.com) – Kalangan pengusaha bus terutama jurusan Wonogiri-Solo mengaku merasa terancam dengan rencana pengoperasian kereta rel diesel (KRD) untuk menggantikan kereta api (KA) feeder.

Salah satu pengusaha bus jurusan Wonogiri-Solo, Hendro, saat dihubungi Espos, Kamis (5/5) mengungkapkan, saat ini saja penumpang bus jurusan Wonogiri-Solo sudah sepi. Dengan dioperasikannya kereta sekelas Prameks pada jalur Wonogiri-Solo, maka bisa dipastikan penumpang bus akan semakin berkurang.

“Wah, bisa remuk kami nanti kalau kereta sekelas Prameks beroperasi di jalur Wonogiri-Solo. Apalagi kalau sampai dijadwal seperti Prameks yang setiap beberapa jam sekali lewat. Saya yakin para penumpang yang biasanya naik bus akan memilih beralih ke kereta karena lebih cepat dan murah,” kata Hendro.

Terkait itu, Hendro berharap kalaupun hendak dioperasikan, KRD itu hanya untuk kereta wisata atau seperti kereta feeder yang hanya dijadwalkan sekali dalam sehari.

Ungkapan senada disampaikan pengusaha bus lainnya, Edy Purwanto. Pria yang terkenal dengan nama Edy Sumba ini mengatakan menyambut baik rencana pengoperasian KRD itu asalkan hanya untuk kereta wisata yang jalan sekali sehari.

Akan tetapi jika pengoperasiannya rutin tiap beberapa jam, Edy terang-terangan mengaku tidak setuju. Menurutnya, hal itu akan membuat kalangan pengusaha bus lokal terpuruk.

“Kalau kereta itu untuk wisata sih tidak masalah. Justru hal itu akan berdampak baik bagi perekonomian Wonogiri. Tapi kalau dioperasikan rutin untuk penumpang umum beberapa kali sehari, saya rasa rencana itu perlu ditinjau kembali,”

Diberitakan sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan uji coba dan inspeksi rel sepanjang 37 km dari Purwosari , Solo ke Wonogiri yang baru diperbaiki. Inspeksi itu terkait rencana pengoperasian KRD untuk menggantikan KA feeder yang selama ini beroperasi di jalur tersebut.

Dalam inspeksi yang dipimpin langsung oleh Kepala PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Bambang Eko Martono itu, kereta yang digunakan adalah jenis KRD yang biasa digunakan pada rangkaian gerbong Prameks. Setelah berjalan dari Solo ke Wonogiri, tim inspeksi mendapati jalur yang sudah diperbaiki itu cukup kuat dan nyaman dilewati KRD.

Kendati demikian, belum bisa dipastikan kapan KRD itu akan mulai dioperasikan. Hal itu masih menunggu kebijakan pemerintah daerah yang bersangkutan.

wah, ini sih sudah biasa terjadi lah....
harusnya pihak pemda bisa memfasilitasi hal ini biar dicari jalan yang terbaik.Xie Xie

tapi jangan sampai merugikan KA juga ya....Ngeledek
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
Narendro Anindito Wrote:[spoiler] ]kalo kecepatan seharusnya meningkat lah, kan akan menyaingi bus kota. dan rel udah bagus kok sekarang... dan mudah²an ga di demo para awak bus


akhirnya terjadi juga yang saya khawatirkan

QuoteWekengusaha bus Wonogiri khawatirkan rencana KRD Solo-Wonogiri
By on 5 Mei 2011

Wonogiri (Solopos.com) – Kalangan pengusaha bus terutama jurusan Wonogiri-Solo mengaku merasa terancam dengan rencana pengoperasian kereta rel diesel (KRD) untuk menggantikan kereta api (KA) feeder.

Salah satu pengusaha bus jurusan Wonogiri-Solo, Hendro, saat dihubungi Espos, Kamis (5/5) mengungkapkan, saat ini saja penumpang bus jurusan Wonogiri-Solo sudah sepi. Dengan dioperasikannya kereta sekelas Prameks pada jalur Wonogiri-Solo, maka bisa dipastikan penumpang bus akan semakin berkurang.

“Wah, bisa remuk kami nanti kalau kereta sekelas Prameks beroperasi di jalur Wonogiri-Solo. Apalagi kalau sampai dijadwal seperti Prameks yang setiap beberapa jam sekali lewat. Saya yakin para penumpang yang biasanya naik bus akan memilih beralih ke kereta karena lebih cepat dan murah,” kata Hendro.

Terkait itu, Hendro berharap kalaupun hendak dioperasikan, KRD itu hanya untuk kereta wisata atau seperti kereta feeder yang hanya dijadwalkan sekali dalam sehari.

Ungkapan senada disampaikan pengusaha bus lainnya, Edy Purwanto. Pria yang terkenal dengan nama Edy Sumba ini mengatakan menyambut baik rencana pengoperasian KRD itu asalkan hanya untuk kereta wisata yang jalan sekali sehari.

Akan tetapi jika pengoperasiannya rutin tiap beberapa jam, Edy terang-terangan mengaku tidak setuju. Menurutnya, hal itu akan membuat kalangan pengusaha bus lokal terpuruk.

“Kalau kereta itu untuk wisata sih tidak masalah. Justru hal itu akan berdampak baik bagi perekonomian Wonogiri. Tapi kalau dioperasikan rutin untuk penumpang umum beberapa kali sehari, saya rasa rencana itu perlu ditinjau kembali,”

Diberitakan sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan uji coba dan inspeksi rel sepanjang 37 km dari Purwosari , Solo ke Wonogiri yang baru diperbaiki. Inspeksi itu terkait rencana pengoperasian KRD untuk menggantikan KA feeder yang selama ini beroperasi di jalur tersebut.

Dalam inspeksi yang dipimpin langsung oleh Kepala PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Bambang Eko Martono itu, kereta yang digunakan adalah jenis KRD yang biasa digunakan pada rangkaian gerbong Prameks. Setelah berjalan dari Solo ke Wonogiri, tim inspeksi mendapati jalur yang sudah diperbaiki itu cukup kuat dan nyaman dilewati KRD.

Kendati demikian, belum bisa dipastikan kapan KRD itu akan mulai dioperasikan. Hal itu masih menunggu kebijakan pemerintah daerah yang bersangkutan.

wah, ini sih sudah biasa terjadi lah....
harusnya pihak pemda bisa memfasilitasi hal ini biar dicari jalan yang terbaik.

tapi jangan sampai merugikan KA juga ya....
[/spoiler]

Harapannya sih KRD beroperasi tanpa harus menggusur grafik KA Fider.
Juga bila sehari hanya 1 x PP kayaknya nggak bakal bisa untung , btw KRDI ini kan dibeli dengan uang perolehan karcis penumpang juga , jadi kalau jalan hanya 1 x kapan mau balik modal , boro2 untung , beda halnya jika untuk Wonogiri - Solo 1 x PP selebihnya dioperasikan di trayek lain , mungkin BEP nya bisa diharapkan segera kembali modal.
Reply
(06-05-2011, 04:46 PM)enrico Wrote: [spoiler]
(06-05-2011, 07:44 AM)Narendro Anindito Wrote:
(05-05-2011, 04:19 AM)Narendro Anindito Wrote: kalo kecepatan seharusnya meningkat lah, kan akan menyaingi bus kota. dan rel udah bagus kok sekarang... dan mudah²an ga di demo para awak bus
Xie Xie

akhirnya terjadi juga yang saya khawatirkan Sakit
Quote:Pengusaha bus Wonogiri khawatirkan rencana KRD Solo-Wonogiri
By on 5 Mei 2011

Wonogiri (Solopos.com) – Kalangan pengusaha bus terutama jurusan Wonogiri-Solo mengaku merasa terancam dengan rencana pengoperasian kereta rel diesel (KRD) untuk menggantikan kereta api (KA) feeder.

Salah satu pengusaha bus jurusan Wonogiri-Solo, Hendro, saat dihubungi Espos, Kamis (5/5) mengungkapkan, saat ini saja penumpang bus jurusan Wonogiri-Solo sudah sepi. Dengan dioperasikannya kereta sekelas Prameks pada jalur Wonogiri-Solo, maka bisa dipastikan penumpang bus akan semakin berkurang.

“Wah, bisa remuk kami nanti kalau kereta sekelas Prameks beroperasi di jalur Wonogiri-Solo. Apalagi kalau sampai dijadwal seperti Prameks yang setiap beberapa jam sekali lewat. Saya yakin para penumpang yang biasanya naik bus akan memilih beralih ke kereta karena lebih cepat dan murah,” kata Hendro.

Terkait itu, Hendro berharap kalaupun hendak dioperasikan, KRD itu hanya untuk kereta wisata atau seperti kereta feeder yang hanya dijadwalkan sekali dalam sehari.

Ungkapan senada disampaikan pengusaha bus lainnya, Edy Purwanto. Pria yang terkenal dengan nama Edy Sumba ini mengatakan menyambut baik rencana pengoperasian KRD itu asalkan hanya untuk kereta wisata yang jalan sekali sehari.

Akan tetapi jika pengoperasiannya rutin tiap beberapa jam, Edy terang-terangan mengaku tidak setuju. Menurutnya, hal itu akan membuat kalangan pengusaha bus lokal terpuruk.

“Kalau kereta itu untuk wisata sih tidak masalah. Justru hal itu akan berdampak baik bagi perekonomian Wonogiri. Tapi kalau dioperasikan rutin untuk penumpang umum beberapa kali sehari, saya rasa rencana itu perlu ditinjau kembali,”

Diberitakan sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan uji coba dan inspeksi rel sepanjang 37 km dari Purwosari , Solo ke Wonogiri yang baru diperbaiki. Inspeksi itu terkait rencana pengoperasian KRD untuk menggantikan KA feeder yang selama ini beroperasi di jalur tersebut.

Dalam inspeksi yang dipimpin langsung oleh Kepala PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Bambang Eko Martono itu, kereta yang digunakan adalah jenis KRD yang biasa digunakan pada rangkaian gerbong Prameks. Setelah berjalan dari Solo ke Wonogiri, tim inspeksi mendapati jalur yang sudah diperbaiki itu cukup kuat dan nyaman dilewati KRD.

Kendati demikian, belum bisa dipastikan kapan KRD itu akan mulai dioperasikan. Hal itu masih menunggu kebijakan pemerintah daerah yang bersangkutan.
[/spoiler]

wah, ini sih sudah biasa terjadi lah....
harusnya pihak pemda bisa memfasilitasi hal ini biar dicari jalan yang terbaik.Xie Xie

tapi jangan sampai merugikan KA juga ya....Ngeledek

harapannya sih memang begitu. tapi selama ini adakah win-win solution untuk masalah seperti ini?

kalau sepengetahuan saya, tidak ada.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
PT KA perlu aktif koordinasi pemkab Wonogiri, Sukoharjo, Solo. bisa juga ke pemerintah pusat (Kementerian Perhubungan).

Ingat kasus bus Batik Solo Trans yg sulit masuk ke bandara karena sopir2 taksi disana tidak setuju akhirnya sekarang sudah mendapat lampu hijau. Kasus BST agar bisa masuk bandara, pemkot Solo melobi sampai pemerintah pusat.
.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 6 Guest(s)