Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(01-12-2009, 05:09 PM)anandandhy2009 Wrote: Guys...kayanya aku dah pernah liat trit ini deh... Seingetku kang Asep ato siapa yah, ngasih gambar potongan dari Google Earth pas pertigaan / perpisahan jalurnya...
Punya picsnya?
Posts: 3,218
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
44
ini pengalaman Blusukan saya ke jalur Tasikmalaya-Singaparna bersama Mas Intrias (cerita ini sambungan dari Blusukan pada hari itu dari Banjar-Batulawang, Tasik-Singaparna dan Bayongbong-Garut-Cibatu HANYA SATU HARI 3 JALUR MATI.......!)
Pukul 11.03 WIB kami meneruskan perjalanan menuju Tasikmalaya untuk trekking jalur mati selanjutnya yakni JALUR KA TASIK-SINGAPARNA, kendali motor saya serahkan kepada mas Intrias………
Bersambung…….
Pukul 11.55 WIB kami tiba di Stasiun Tasikmalaya. Kami langsung menyusuri bekas jalur KA Tasik-Singaparna. Kini bekas jalur KA tersebut sudah menjadi jalan raya. Jadi kami akhirnya menyusuri jalan raya yang menurut peta dan warga sekitar memang dulunya adalah jalur KA Tasik-Singaparna
Pukul 12.16 WIB kami tiba di sebuah pasar, kami mencari masjid untuk melaksanakan Sholat Dzuhur dan beristirahat sejenak. Ketika kami bertanya kepada seorang bapak tua tentang bekas jalur KA Tasik-Singaparna, si bpk bilang ya pasar dan jalan itu dulunya bekas jalur KA. Pasar ini bernama pasar rel, jalan rayanya bernama jalan rel dan didaerah situ juga ada sebuah stasiun yang kini berubah jadi sebuah mall, sayang kami lupa menanyakan nama stasiunnya (gimana mas Intrias ada di peta ndak nama stasiunnya????).
Setelah pamitan, kami meneruskan perjalanan menuju Singaparna dengan menyusuri jln Mustopa dan jln SL Tobing yang dulunya bekas jalur KA menuju Singaparna. Kami beristirahat dulu di Jl. SL Tobing untuk makan siang. Setelah makan siang kami meneruskan perjalanan dengan menyusuri Jln. Mangkubumi. Di Km 6 tepatnya di perbatasan kelurahan Linggajaya Kec. Mangkubumi, kami menemukan bekas jembatan dan juga patok Perumka. Setelah mengabadikannya, kami meneruskan perjalanan. Masih di Jln Mangkubumi, di Km 8 kami tiba di Kantor PDAM Tirta Sukapura Kab. Tasikmalaya. yang menurut orang-orang dulunya adalah Halte Mangkubumi, sayang bangunan halte tersebut kini sudah dihancurkan dan diganti dengan bangunan kantor PDAM tersebut.
Di daerah Cikunir kami menemukan sebuah jembatan yang kami duga dulunya adalah bekas jembatan KA. Sekarang bekas jembatan KA tersebut di manfaatkan oleh PDAM untuk pipa-pipa saluran air bersih. Sayang sekali jembatan tersebut kini hanya menyisakan tiang-tiang yang terbuat dari batu saja, baik rel, bantalan dan besi penyangganya sudah raib. Menurut orang tua di sekitar situ, dulunya di daerah itu ada sebuah halte dan banyak sekali wesel karena memang di situ banyak terdapat pabrik dan tambang batu, jadi kendati KA angkutan penumpang ditutup, tetapi KA angkutan batu masih jalan.
Pukul 13.50 WIB kami tiba di atas jembatan Cianda yang persis dipinggir jalan terdapat bekas jembatan KA juga, ternyata bekas jembatan KA itu dipergunakan juga oleh PDAM. Cuma 3 menit kami berjalan, kami menemukan bekas sebuah jembatan lagi. Nama jembatannya adalah Jembatan Cisaruni, lagi-lagi PDAM memanfaatkannya. Ketika kami perhatikan ternyata dulunya jalur KA lebih tinggi daripada jalan raya.
Pukul 14.00 WIB kami tiba di sebuah jembatan yang di sisi kanan terdapat juga bekas Jembatan KA. Warga sana menyebutkan jembatan Cibadak Paeh (mati). Jembatan tersebut persisi di depan sebuah mushola. Pukul 14.11 WIB akhirnya kami tiba di bekas Stasiun Singaparna, ternyata bekas stasiun tersebut kini menjadi markas Polsek Singaparna. Kami tidak melihat corak bangunan bekas stasiun dan juga kami tidak bisa masuk ke dalamnya karena markas polisi boo…….(ngeri ntar ditanya macem-macem). Akhirnya setelah mengambil gambar dari kejauhan, kami memutuskan untuk meneruskan trekking ke jalur mati yang terakhir BAYONGBONG-GARUT-CIBATU……
foto-foto nyusul...
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(01-12-2009, 05:57 PM)asep_0907 Wrote: ini pengalaman Blusukan saya ke jalur Tasikmalaya-Singaparna bersama Mas Intrias (cerita ini sambungan dari Blusukan pada hari itu dari Banjar-Batulawang, Tasik-Singaparna dan Bayongbong-Garut-Cibatu HANYA SATU HARI 3 JALUR MATI.......!)
Pukul 11.03 WIB kami meneruskan perjalanan menuju Tasikmalaya untuk trekking jalur mati selanjutnya yakni JALUR KA TASIK-SINGAPARNA, kendali motor saya serahkan kepada mas Intrias………
Bersambung…….
Pukul 11.55 WIB kami tiba di Stasiun Tasikmalaya. Kami langsung menyusuri bekas jalur KA Tasik-Singaparna. Kini bekas jalur KA tersebut sudah menjadi jalan raya. Jadi kami akhirnya menyusuri jalan raya yang menurut peta dan warga sekitar memang dulunya adalah jalur KA Tasik-Singaparna
Pukul 12.16 WIB kami tiba di sebuah pasar, kami mencari masjid untuk melaksanakan Sholat Dzuhur dan beristirahat sejenak. Ketika kami bertanya kepada seorang bapak tua tentang bekas jalur KA Tasik-Singaparna, si bpk bilang ya pasar dan jalan itu dulunya bekas jalur KA. Pasar ini bernama pasar rel, jalan rayanya bernama jalan rel dan didaerah situ juga ada sebuah stasiun yang kini berubah jadi sebuah mall, sayang kami lupa menanyakan nama stasiunnya (gimana mas Intrias ada di peta ndak nama stasiunnya????).
Setelah pamitan, kami meneruskan perjalanan menuju Singaparna dengan menyusuri jln Mustopa dan jln SL Tobing yang dulunya bekas jalur KA menuju Singaparna. Kami beristirahat dulu di Jl. SL Tobing untuk makan siang. Setelah makan siang kami meneruskan perjalanan dengan menyusuri Jln. Mangkubumi. Di Km 6 tepatnya di perbatasan kelurahan Linggajaya Kec. Mangkubumi, kami menemukan bekas jembatan dan juga patok Perumka. Setelah mengabadikannya, kami meneruskan perjalanan. Masih di Jln Mangkubumi, di Km 8 kami tiba di Kantor PDAM Tirta Sukapura Kab. Tasikmalaya. yang menurut orang-orang dulunya adalah Halte Mangkubumi, sayang bangunan halte tersebut kini sudah dihancurkan dan diganti dengan bangunan kantor PDAM tersebut.
Di daerah Cikunir kami menemukan sebuah jembatan yang kami duga dulunya adalah bekas jembatan KA. Sekarang bekas jembatan KA tersebut di manfaatkan oleh PDAM untuk pipa-pipa saluran air bersih. Sayang sekali jembatan tersebut kini hanya menyisakan tiang-tiang yang terbuat dari batu saja, baik rel, bantalan dan besi penyangganya sudah raib. Menurut orang tua di sekitar situ, dulunya di daerah itu ada sebuah halte dan banyak sekali wesel karena memang di situ banyak terdapat pabrik dan tambang batu, jadi kendati KA angkutan penumpang ditutup, tetapi KA angkutan batu masih jalan.
Pukul 13.50 WIB kami tiba di atas jembatan Cianda yang persis dipinggir jalan terdapat bekas jembatan KA juga, ternyata bekas jembatan KA itu dipergunakan juga oleh PDAM. Cuma 3 menit kami berjalan, kami menemukan bekas sebuah jembatan lagi. Nama jembatannya adalah Jembatan Cisaruni, lagi-lagi PDAM memanfaatkannya. Ketika kami perhatikan ternyata dulunya jalur KA lebih tinggi daripada jalan raya.
Pukul 14.00 WIB kami tiba di sebuah jembatan yang di sisi kanan terdapat juga bekas Jembatan KA. Warga sana menyebutkan jembatan Cibadak Paeh (mati). Jembatan tersebut persisi di depan sebuah mushola. Pukul 14.11 WIB akhirnya kami tiba di bekas Stasiun Singaparna, ternyata bekas stasiun tersebut kini menjadi markas Polsek Singaparna. Kami tidak melihat corak bangunan bekas stasiun dan juga kami tidak bisa masuk ke dalamnya karena markas polisi boo…….(ngeri ntar ditanya macem-macem). Akhirnya setelah mengambil gambar dari kejauhan, kami memutuskan untuk meneruskan trekking ke jalur mati yang terakhir BAYONGBONG-GARUT-CIBATU……
foto-foto nyusul...
Ditunggu ya, mas, soalnya sangat dibutuhkan RF yg lain.
Posts: 353
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
1
memangnya ada yg sampai singaparna ya? apa mungkin jalurnya lori?
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(02-12-2009, 12:56 PM)H4R15 0N Wrote: memangnya ada yg sampai singaparna ya? apa mungkin jalurnya lori?
Ada, lebarnya 1067mm seperti jalur KA.
Posts: 646
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
6
(01-12-2009, 11:43 AM)denzuko Wrote: ada jalur tasik - singaparna rencananya jalur itu itu tdnya akan nyambung ke cikajang dan dr arah cijulang akan melalui pesisir pantai selatan tapi karena keburu merdeka tau SS udah ehabisan uang maka tidak terlaksana, dan bahkan ditutup, soal penutupan jalur tersebut kurang adanya informasi.mungkin ada yg mengetahui, kang Asep gmn punya infonya?
betul, di peta Spoor en Tramwegen 1931, ada jalurnya dari Tasikmalaya ke Singaparna. Jalur milik SS dengan gauge 1067mm. Tapi ndak tahu, kapan jalur Tasikmalaya - Singaparna ini terakhir digunakan.
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(02-12-2009, 01:16 PM)artja Wrote: betul, di peta Spoor en Tramwegen 1931, ada jalurnya dari Tasikmalaya ke Singaparna. Jalur milik SS dengan gauge 1067mm. Tapi ndak tahu, kapan jalur Tasikmalaya - Singaparna ini terakhir digunakan.
![[Image: show.php?photo=20091202131432_singaparna...819d8b.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20091202131432_singaparna_4b1605c819d8b.jpg)
Pertanyaan saya, kenapa tidak diteruskan saja ke Cikajang, biar menjadi jalur alternatif jika jalur Tasikmalaya-Cibatu mengalami gangguan?
Posts: 646
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
6
(02-12-2009, 01:22 PM)stasiunkastephanie Wrote: (02-12-2009, 01:16 PM)artja Wrote: betul, di peta Spoor en Tramwegen 1931, ada jalurnya dari Tasikmalaya ke Singaparna. Jalur milik SS dengan gauge 1067mm. Tapi ndak tahu, kapan jalur Tasikmalaya - Singaparna ini terakhir digunakan.
[spoiler]
![[Image: show.php?photo=20091202131432_singaparna...819d8b.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20091202131432_singaparna_4b1605c819d8b.jpg) [/spoiler]
Pertanyaan saya, kenapa tidak diteruskan saja ke Cikajang, biar menjadi jalur alternatif jika jalur Tasikmalaya-Cibatu mengalami gangguan?
mungkin benar seperti kata kang deden: indonesia keburu merdeka. sedangkan pemerintah republik belum punya dana untuk menlanjutkan jalur tersebut
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(02-12-2009, 02:59 PM)artja Wrote: (02-12-2009, 01:22 PM)stasiunkastephanie Wrote: (02-12-2009, 01:16 PM)artja Wrote: betul, di peta Spoor en Tramwegen 1931, ada jalurnya dari Tasikmalaya ke Singaparna. Jalur milik SS dengan gauge 1067mm. Tapi ndak tahu, kapan jalur Tasikmalaya - Singaparna ini terakhir digunakan.
[spoiler]
![[Image: show.php?photo=20091202131432_singaparna...819d8b.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20091202131432_singaparna_4b1605c819d8b.jpg)
[/spoiler]
Pertanyaan saya, kenapa tidak diteruskan saja ke Cikajang, biar menjadi jalur alternatif jika jalur Tasikmalaya-Cibatu mengalami gangguan?
mungkin benar seperti kata kang deden: indonesia keburu merdeka. sedangkan pemerintah republik belum punya dana untuk menlanjutkan jalur tersebut
Berarti prediksi mas hampir sama donk dengan kang deden.
Posts: 3,218
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
44
[spoiler] (01-12-2009, 05:57 PM)asep_0907 Wrote: ini pengalaman Blusukan saya ke jalur Tasikmalaya-Singaparna bersama Mas Intrias (cerita ini sambungan dari Blusukan pada hari itu dari Banjar-Batulawang, Tasik-Singaparna dan Bayongbong-Garut-Cibatu HANYA SATU HARI 3 JALUR MATI.......!)
Pukul 11.03 WIB kami meneruskan perjalanan menuju Tasikmalaya untuk trekking jalur mati selanjutnya yakni JALUR KA TASIK-SINGAPARNA, kendali motor saya serahkan kepada mas Intrias………
Bersambung…….
Pukul 11.55 WIB kami tiba di Stasiun Tasikmalaya. Kami langsung menyusuri bekas jalur KA Tasik-Singaparna. Kini bekas jalur KA tersebut sudah menjadi jalan raya. Jadi kami akhirnya menyusuri jalan raya yang menurut peta dan warga sekitar memang dulunya adalah jalur KA Tasik-Singaparna
Pukul 12.16 WIB kami tiba di sebuah pasar, kami mencari masjid untuk melaksanakan Sholat Dzuhur dan beristirahat sejenak. Ketika kami bertanya kepada seorang bapak tua tentang bekas jalur KA Tasik-Singaparna, si bpk bilang ya pasar dan jalan itu dulunya bekas jalur KA. Pasar ini bernama pasar rel, jalan rayanya bernama jalan rel dan didaerah situ juga ada sebuah stasiun yang kini berubah jadi sebuah mall, sayang kami lupa menanyakan nama stasiunnya (gimana mas Intrias ada di peta ndak nama stasiunnya????).
Setelah pamitan, kami meneruskan perjalanan menuju Singaparna dengan menyusuri jln Mustopa dan jln SL Tobing yang dulunya bekas jalur KA menuju Singaparna. Kami beristirahat dulu di Jl. SL Tobing untuk makan siang. Setelah makan siang kami meneruskan perjalanan dengan menyusuri Jln. Mangkubumi. Di Km 6 tepatnya di perbatasan kelurahan Linggajaya Kec. Mangkubumi, kami menemukan bekas jembatan dan juga patok Perumka. Setelah mengabadikannya, kami meneruskan perjalanan. Masih di Jln Mangkubumi, di Km 8 kami tiba di Kantor PDAM Tirta Sukapura Kab. Tasikmalaya. yang menurut orang-orang dulunya adalah Halte Mangkubumi, sayang bangunan halte tersebut kini sudah dihancurkan dan diganti dengan bangunan kantor PDAM tersebut.
Di daerah Cikunir kami menemukan sebuah jembatan yang kami duga dulunya adalah bekas jembatan KA. Sekarang bekas jembatan KA tersebut di manfaatkan oleh PDAM untuk pipa-pipa saluran air bersih. Sayang sekali jembatan tersebut kini hanya menyisakan tiang-tiang yang terbuat dari batu saja, baik rel, bantalan dan besi penyangganya sudah raib. Menurut orang tua di sekitar situ, dulunya di daerah itu ada sebuah halte dan banyak sekali wesel karena memang di situ banyak terdapat pabrik dan tambang batu, jadi kendati KA angkutan penumpang ditutup, tetapi KA angkutan batu masih jalan.
Pukul 13.50 WIB kami tiba di atas jembatan Cianda yang persis dipinggir jalan terdapat bekas jembatan KA juga, ternyata bekas jembatan KA itu dipergunakan juga oleh PDAM. Cuma 3 menit kami berjalan, kami menemukan bekas sebuah jembatan lagi. Nama jembatannya adalah Jembatan Cisaruni, lagi-lagi PDAM memanfaatkannya. Ketika kami perhatikan ternyata dulunya jalur KA lebih tinggi daripada jalan raya.
Pukul 14.00 WIB kami tiba di sebuah jembatan yang di sisi kanan terdapat juga bekas Jembatan KA. Warga sana menyebutkan jembatan Cibadak Paeh (mati). Jembatan tersebut persisi di depan sebuah mushola. Pukul 14.11 WIB akhirnya kami tiba di bekas Stasiun Singaparna, ternyata bekas stasiun tersebut kini menjadi markas Polsek Singaparna. Kami tidak melihat corak bangunan bekas stasiun dan juga kami tidak bisa masuk ke dalamnya karena markas polisi boo…….(ngeri ntar ditanya macem-macem). Akhirnya setelah mengambil gambar dari kejauhan, kami memutuskan untuk meneruskan trekking ke jalur mati yang terakhir BAYONGBONG-GARUT-CIBATU……
foto-foto nyusul... [/spoiler]
Peta Jalur KA Tasikmalaya-Singaparna
kapanlagi
20091203064404_Peta_jalur_KA_TasikSingaparna_4b16fbc4777e6.jpg
Peta Jalur KA Tasikmalaya-Singaparna di dalam kota Tasik, tampak jalur KA dari St. Tasikmalaya terus ke bawah (perhatikan dengan seksama mulai dari St. Tasik, ada garis putih)
kapanlagi
20091203065411_Peta_jalur_KA_di_tengah_kota_4b16fe236649f.jpg
Bekas BH di dalam kota dekat dgn St. Tasikmalaya arah Singaparna
kapanlagi
20091203064404_IMG_9769__4b16fbc488969.jpg
Bekas rel melintasi tugu piagam Adipura ini berbelok ke kanan mengitari Masjid Agung Tasikmalaya
kapanlagi
20091203064404_IMG_9770_jpg_4b16fbc48feb0.jpg
Bekas jalur KA sudah menjadi Pasar, orang-orang sekitar menyebutnya Pasar Rel
kapanlagi
20091203064404_IMG_9773_4b16fbc497417.jpg
BERSAMBUNG....
|