denzuko Wrote:waktu itu ada yang bilang sama saya lupa diforum mana, gimana klo CC205 ini diilhami dari CC200 biar mengingatkan kita sm lokomotif diesel pertama indonesia. mungkin ini desain dari sebagian kecil dari harapan itu.
![[Image: 2bxu11.jpg]](http://i30.tinypic.com/2bxu11.jpg)
Krem-Ijo memang manteb.
Salah satu kelebihan CC201-204 adalah pintu kabin yang menghadap ke arah depan/belakang loko, sehingga ruang kabin bisa lebih otimal. Sementara untuk design CC205 yang mengadopsi CC200, terpaksa memasang pintu menghadap ke sisi loko, sehingga ada ruang terbuang yang cukup luas di daerah kabin.
Jika dilihat dari design, jendela samping mungkin dapat diperkecil sehingga ruang kabin menjadi lebih efisien dan ruang mesin dapat lebih maksimal lagi. Lihat image CC20015 dengan jendela kabin yang tidak terlalu lebar.
Kabin yang sempit tidak harus mengorbankan kenyamanan masinis, tinggal design kursi dan meja pelayanan yang baik pasti akan membuat kabin lebih nyaman, apalagi diberi AC yang tahan banting.
Pendapat mas Soni memang benar sekali, di daerah tropis memang memerlukan radiator yang super besar untuk mesin diesel dan tentu saja kipas yang juga besar.
Apakah dalam model CC205, dapat memindahkan radiator ke sisi kiri-kanan sehingga udara panas dapat langsung terbuang keluar selain oleh kipas radiator juga oleh gerakan loko itu sendiri.