Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
BLUSUKAN KAVALERI-CIBANGKONG-CIKUDAPATEUH-SAMOJA/KAREES-PINDAD
#1
Pada hari Selasa, 02 Februari 2010 saya blusukan jalur mati di sekitaran Kota Bandung. Jalur mati yang saya telusuri adalah Kavaleri, percabangan ke Ciwidey dan Kavaleri Divisi Tank di daerah Cibangkong, Percabangan ke Karees, Samoja, Cikudapateuh, Kiaracondong, dan jalur ke PT Pindad. Terakhir saya menelusuri jalur ini sewaktu mengantar wartawan dari sebuah majalah tahun 2007.
[spoiler]
[Image: Rel_Samoja.jpg][/spoiler]
Karena blusukan dilakukan pada hari kerja maka banyak teman-teman dari Bandung yang berhalangan untuk ikut, alhasil saya hanya di temani oleh 2 rekan IRPS BD itupun tidak full. Pukul 08.00 WIB, Saya langsung menuju Markas Batalyon Tank di jalan Salak untuk memotret keberadaan bekas jalur dan gerbong yang dulu mengangkut tank-tank untuk di kirim ke Timtim melalui Pelabuhan Tanjungpriok ataupun mau diperbaiki di PT Pindad. Tadinya saya blusukan sendirian, ketika nyuri-nyuri foto (Markas TNI soale he...he...) Mas Pura nelpon mau join, ya udah saya menunggu beliau.
[spoiler]

kapanlagi

20100212071851_IMG_0055_copy_4b749e6ba7b3b.jpg

kapanlagi

20100212071851_IMG_0056_copy_4b749e6baf0ff.jpg
[/spoiler]
Pukul 08.15 WIB Mas Pura datang, kami hanya ngobrol-ngobrol di depan markas (mau motret takut diomelin…). Mas Pura menceritakan sewaktu masih SMA, dia dan teman-temannya suka maen futsal di dalam markas tersebut dan suka maen juga menaiki gerbong-gerbong PPW yang pada waktu itu masih berjalan aktif. 5 menit kemudian kami menuju Jl. Turangga, karena penasaran banyak motor yang keluar masuk melalui jalur arah ke markas, akhirnya kami juga ikut menyusuri rel tersebut.
[spoiler]

kapanlagi

20100212072507_IMG_0726_copy_4b749fe3cdca8.jpg

kapanlagi

20100212071851_IMG_0060_copy_4b749e6bbdaec.jpg
[/spoiler]

BERSAMBUNG....

Reply
#2
Di tunggu sambungannya kang asep Top Banget
Reply
#3
kelihatannya masih aktif jalur ini ya cuma sekarang posisi tidur karena di dalam Markas Batalion Yonkav2 Divisi I kostrad adalah tempat pelatihan dan gudang Tank AMX 30 serbu dan SCORPION, karena di dalam masih banyak gerbong datar yang siap 24 jam
untuk bergerak. Harusnya jalur ini tetap dipertahankan.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#4
(12-02-2010, 08:41 AM)eko winarno Wrote: kelihatannya masih aktif jalur ini ya cuma sekarang posisi tidur karena di dalam Markas Batalion Yonkav2 Divisi I kostrad adalah tempat pelatihan dan gudang Tank AMX 30 serbu dan SCORPION, karena di dalam masih banyak gerbong datar yang siap 24 jam
untuk bergerak. Harusnya jalur ini tetap dipertahankan.

agaknya iya kata kang asep terakhir melintas itu taun 2003...kang asep kalo salah tolong koreksi...Bye Bye
Reply
#5
Ternyata jalan disisian rel tersebut langsung masuk ke dalam markas……dikira kami ada semacam gerbang atau tembok. Setelah celingak-celinguk saya motret beberapa obyek. Ketika selesai motret dan berniat untuk masukin kamera, datang menghampiri seorang bapak-bapak berambut cepak (mate akuuu….). Beliau menanyakan dari mana??? Ada izin motret tidak??? Ya kami jawab kami pencinta (edan) sepur, pokoke suka yang berbau sepur termasuk jalur-jalur mati. Eh si bapak malah ketawa..(sialan…) ndak ada kerjaan, benda mati disenengin, kalau suka kereta api yo kereta hidup misal kereta uap. Kami menjelaskan panjang lebar juga tidak ada gunakannya. Dia tetap minta untuk segera pergi, sebab motret-motret di kawasan militer nanti di sangka mata-mata?????. Akhirnya kami minta maaf dan bergegas pergi (soale sudah dapat fotone he…he….)

Ada 3 jalur didalam markas yang kesemuanya terisi oleh gerbong PPW Angad (Angkatan Darat), saya liat sepintas gerbong-gerbong tersebut sudah dimakan usia, tapi secara rutin di cat. Rel dan bandul wesel masih ada (siapa yang berani nyuri….) dan sebagian tertutup rumput. Rel arah Cibangkong masih ada cuma mungkin sebentar lagi akan raib karena ternyata bangunan-bangunan di sekitarnya sudah rata dengan tanah dan kabarnya akan di bangun sebuah apartemen!!!!!.
[spoiler]

kapanlagi

20100212083604_IMG_0727_copy_4b74b084b9aeb.jpg
[/spoiler]


NB : MINGGU LALU SAYA DAPAT INFO DARI DAOP II BAHWA AKAN ADA ANGKUTAN PANZER DARI KAVALERI (ENTAH KEMANA), PANZER SUDAH DI CAT DI DALAM KAVALERI, CUMA KATA ORANG DIPO MASIH TINGGAL NUNGGU TELEX, JALUR INI SIAP DI BERSIHKAN....GERBONG KEMUNGKINAN PAKE PKPKW DAN DI MODIF DIKIT


Sebelum melanjutkan penelusuran kami berdiskusi dulu dan sefakat akan menaruh kendaraan di BSM motor saya dan di bekas depo Pertamina Samoja motor Mas Pura. Setelah sampai di Samoja, tiba-tiba saya dapat panggilan dinas harus pulang dahulu (kacau dah....), akhirnya acara blusukan diakhiri dulu dan Mas Purapun tidak bisa lagi menemani karena harus jemput dan antar anak-anaknya bersekolah. Setelah urusan selesai kembali saya berniat untuk melanjutkan blusukan dan kali ini di temenin oleh Arka yang kebetulan masih libur.

Pukul 10.30 WIB kami menuju arah selatan untuk melihat wesel awal percabangan ke Ciwidey/Soreang/Majalaya dan Kavaleri. Jika kita melihat dari arah BSM, jalur yang lurus menuju Ciwidey/Soreang/Majalaya sedangkan jalur yang belok ke kanan menuju Kavaleri.
[spoiler]
Arah Kavaleri

kapanlagi

20100212083604_IMG_0067_copy_4b74b084cb0be.jpg
Arah Ciwidey

kapanlagi

20100212084917_IMG_0065_4b74b39d75d7d.jpg
[/spoiler]
Rel dan tiang-tiang sejauh 500 meter masih dapat terlihat, hanya pas di wesel percabangan bandul weselnya sudah raib dan hanya menyisakan tiang penunjuk arah saja.
[spoiler]

kapanlagi

20100212083604_IMG_0074_copy_4b74b084c1035.jpg

kapanlagi

20100212084917_IMG_0064_4b74b39d64c09.jpg
[/spoiler]

BERSAMBUNG....

Reply
#6
"NB" itu gw kira buat nganter pesanan Panser buatan Pindad utk beberapa negara, pernah baca juga di running text tipi swasta, PT Pindad untuk pengadaan bahan baku akan di pasok continue oleh Krakatau Steel, bisa jadi jalur mati tersebut bakal di hidupkan seterusnya..
ditunggu sambungan blusukannya kang asep....
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#7
semoga bisa liad ada sepur bawa-bawa tank.. panzer.. wah seru...seru...NgilerTepuk TanganAsik..
Reply
#8
Mantep kang Asep! Top Banget Klo bener ntar panzer bakal diangkut lagi ama kereta, bakal jadi objek foto menarik tuhNgiler
WAHAI PAK PRESIDEN SAYA MEMOHON DENGAN SANGAT AGAR PT KA DIPRIVATISASI SAJA, SOALNYA BILA SWASTA TIDAK MASUK KE INDONESIA MAKA JALAN KEHANCURAN BAGI PERKERETAAPIAN KITA MAKIN TERBUKA LEBAR...
Reply
#9
jadi neh jalur bakal aktif lagi....
kereta bawa panser? sesuatu yang gua nantikan dari lama....
Reply
#10
Kami sempet diskusi sebentar, di setiap percabangan pasti ada stasiun/halte atau rumah wesel, setelah kami celingak-celinguk akhirnya kami menemukan sebuah bangunan persis dipinggir jalan. Bangunan tersebut terdiri dari dua bagian, yang depan kayaknya bangunan tambahan sedangkan yang belakang bangunan tua. Bangunan tersebut Rumah Makan Padang “TAKANAJUO”.

Kami sempat ngobrol-ngobrol dengan warga sekitar tentang jalur kereta ini, trus kami juga menanyakan tentang bangunan tersebut. Menurut beliau-beliau memang itu bekas halte namanya Cibangkong, dari jaman dulu genting dan bangunan masih asli. Kami mendekati bangunan tersebut, ternyata dindingnya terbuat dari tembok dan sebagian lagi dari kayu serta anyaman bambu.
[spoiler]

kapanlagi

20100212171345_IMG_0078_copy_4b7529d928828.jpg
[/spoiler]
Masih terlihat bekas loket juga.
[spoiler]

kapanlagi

20100212171345_IMG_0079_copy_4b7529d934752.jpg
[/spoiler]
Tapi bukti otentik yang menyatakan bahwa memang benar bangunan tersebut adalah bekas halte adalah masih menempelnya nameplate dibagian atas bangunan tersebut yang hanya bisa dilihat dari sebrang bangunan (dari BSM).
[spoiler]

kapanlagi

20100212171345_IMG_0062_copy_4b7529d91bcfb.jpg
[/spoiler]
Untuk melihat isinya, kami makan siang di RM tersebut. Sambil makan, kami celingak-celinguk liat-liat kondisi dalam bangunan tersebut. Bagian depan ternyata adalah bangunan tambahan, sedangkan bangunan bekas haltenya dijadikan dapur dan gudang. Ketika ditanyakan kepada pemilik warung, beliau mengiyakan dan agak gelagapan dan menerangkan bahwa bekas bangunan halte adalah yang paling belakang.

BERSAMBUNG........

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)