Posts: 144
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
5
Sebenarnya kalau mau berpikir, busway yg "murah" dan dibayar pake duit dalam negeri aja nasibnya seperti sekarang. Gimana MRT yg mahal dan dibayar pake duit luar negeri??? Makanya pesimisnya warga itu dapat dimaklumi kalau pemerintah masih sperti ini. Semestinya kalau proyek busway dijalankan dengan serius dan optimal (jalur steril, headway teratur) itu artinya bisa membuktikan bahwa pemerintah MAMPU membuat transportasi massal yang berkualitas, sehingga akhirnya masyarakat pun bisa percaya ke pemerintah bahwa pembangunan MRT akan berjalan baik dengan hasil yang baik. Idealnya sih begitu.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
nyebut tol kalimalang yg terlantar jd berpikir, knp ga di bangun MRT di bekas proyek tol kalimalang, pondasinya msh uth dan layak, sepanjang jalur tersbut jg sudah di bebaskan ..
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 3,295
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
23
24-02-2010, 01:16 PM
(This post was last modified: 24-02-2010, 01:25 PM by ouilevio.)
mengapa jalur krl yg sekarang ga dibikin melayang, itukan sama aja mrt.
Keep Fighting Never Give
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
dibikin melayang pun, tetap saja krl tak melewati kawasan tersibuk sepanjang blok m-kota. jadi butuh moda lain kayak busway, atau mrt kelak.
kalo saya pikir, busway sulit untuk dibuat steril. kebiasaan berlalulintas di jakarta yang sudah bertahun2 seperti itu susah untuk diubah kayak di luar sana. maksud saya, busway mesti korban duit buat bikin jalur baru yang terpisah dulu dari jalanan umum, baru bisa steril.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 138
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
0
24-03-2010, 03:20 PM
Jangan pake subway, nanti kalo banjir malah kemasukan air lebih parah dibandingkan di permukaan, mending kita pake MRT aja, tapi bukan monorail, justru seperti jalur layang di petak MRI-GMR-JAKK saja, agar bisa bersifat universal alias bisa dipakai semua jenis KA sepur 1067 mm. Kalo kota Jakarta rawan banjir, mending pake sistem transportasi masal di atas tanah saja.
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
27-03-2010, 09:02 AM
(This post was last modified: 27-03-2010, 09:05 AM by ady_mcady.)
^
bodoh saja seandainya membuat subway tapi tidak memperhitungkan sistem drainasenya. lagipula kan mau bikin mrt, bukannya kereta selam. maksud saya, pastilah sudah diperhitungkan hal2 seperti itu. jadi dipastikan bebas banjir.
kalo dibikin jalan layang, bakalan merusak pemandangan kota dengan adanya pilar2 dan gelagar beton. belum lagi stasiunnya yang perlu area lebih besar. kesannya pemandangan jadi "penuh" dan sumpek.
apalagi sudah ada 2 flyover jalan raya di semanggi dan setiabudi. nanti jalan layang mrt nya mau dilewatin mana?
lagipula gak semua section itu underground. dari lebak bulus ke blok m dibikin melayang kok.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 1,488
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
27
Halah, jakarta dibuatin Subway. Jadi ndak bisa menikmati pemandangan dong. Membelah pemukiman, dan melihat Monas dari Gambir lebih bagus daripada lihat kanan-kiri, cuma terowongan bawah tanah doang.
Lagipula, katanya ibukota akan pindah ke Palangkaraya. Jadi sia-sia dong.
- R y z k y W i d i A T m a j a -
Posts: 163
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
1
(27-03-2010, 09:41 AM)Ryzky_Widi Wrote: Halah, jakarta dibuatin Subway. Jadi ndak bisa menikmati pemandangan dong. Membelah pemukiman, dan melihat Monas dari Gambir lebih bagus daripada lihat kanan-kiri, cuma terowongan bawah tanah doang. 
Lagipula, katanya ibukota akan pindah ke Palangkaraya. Jadi sia-sia dong. Resiko Om. Yang penting cepet dan muat banyak. Itulah MRT, bukan sightseeing coach.
Biar mau ibukotanya dipindah ke Meroke juga teuteup urusan business mah di Jakarta, cuman nanti bukan DKI lagi tapi Prokom (Provinsi Kota Metropolitan).
Posts: 313
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
1
setuju ajalah asal jadi....
saya mening subway.. bebas bising, nggak menuhin lahan,bebas dari panasnya matahari Jakarta dan bebas yang namanya perlintasan sebidang liar... memang biaya mahal, tapi kenyamanan yg didapat lebih maksimal...
Senangnya kulihat para petani melepas lelah dan berhenti sejenak untuk melihat Kereta Api melewati ladang mereka.....
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
subway aja deh, nggak repot bikin tiangnya, LAA nya jadi LAB (listrik aliran bawah) kali ya?
paling-paling repot mindahin kabel FO, PLN, telekom yg dibawah tanah.
kalau soal pemandangan...facebookan 30-60 menit gak berasa deh.
lagipula jalurnya bisa utk tempat tinggal gelandangan....upss...
|