Posts: 222
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
10
(19-03-2010, 08:44 PM)Muhammad Dhafin Khomsah Wrote: Fungsi pilot wheel buat apa ya om soni? 
Wah jadi OOT nih, ok fungsi dari pilot wheels (depan) dan trailing wheels (belakang) adalah sbb:
The front pilot wheels/axle(s) acts as a guide to better help the locomotive negotiate its way into a curve without jumping the track, which was especially helpful as locomotives grew larger and heavier. The rear or trailing wheels/axle(s) served mainly in a supporting role as locomotives grew larger to bear the weight of the heavier cabs and fireboxes. These front and rear wheels/axle(s) also served a secondary function in displacing the weight of the locomotive more evenly over the rails, which produced less wear on them. (sumber: http://www.american-rails.com/steam-locomotives.html)
OK, sekarang
Soni
Posts: 1,934
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
9
Kalo TC, atau TD, yang ada tambahan huruf T berarti tram ya bos?
Loco Project Designer for better Indonesian Railways
Posts: 52
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
5
28-04-2010, 11:34 AM
(This post was last modified: 28-04-2010, 11:35 AM by bintangsendja.)
Sistem penomoran lok uap (yang juga digunakan untuk lok diesel) di Indonesia, sebenarnya mulai digunakan sejak masa penjajahan Jepang, dan memang meniru sistem yang dipergunakan di negara Matahari Terbit tersebut.
Sistem tersebut adalah menggunakan huruf kapital (B, C, D, E, F) sesuai roda penggerak lok uap, dan angka, dimulai dari 10 untuk lok tanpa tender dan 50 untuk lok dengan tender.
Jadi seperti ini:
B10-B27
B50-B53
C10-C33
C50-C54
D10-D18
D50-D52
E10
F10
Untuk lok Mallet digunakan dua huruf kapital, jadi:
BB10
CC10
CC50
DD50-D52
TC 10 dan TD10, benar, huruf T merujuk ke Tram.
Nah untuk lok diesel, seri angka menunjukkan transmisi: 200 untuk elektrik, 300 untuk hidraulik.
Lok eks Deli Spoorweg tidak dinomor ulang, dan lok di Aceh hanya diberikan huruf kapital penanda jumlah penggerak.
Semoga bisa membantu menjelaskan.
Posts: 222
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
10
(28-04-2010, 11:34 AM)bintangsendja Wrote: Sistem penomoran lok uap (yang juga digunakan untuk lok diesel) di Indonesia, sebenarnya mulai digunakan sejak masa penjajahan Jepang, dan memang meniru sistem yang dipergunakan di negara Matahari Terbit tersebut.
Sistem tersebut adalah menggunakan huruf kapital (B, C, D, E, F) sesuai roda penggerak lok uap, dan angka, dimulai dari 10 untuk lok tanpa tender dan 50 untuk lok dengan tender.
Jadi seperti ini:
B10-B27
B50-B53
C10-C33
C50-C54
D10-D18
D50-D52
E10
F10
Untuk lok Mallet digunakan dua huruf kapital, jadi:
BB10
CC10
CC50
DD50-D52
TC 10 dan TD10, benar, huruf T merujuk ke Tram.
Nah untuk lok diesel, seri angka menunjukkan transmisi: 200 untuk elektrik, 300 untuk hidraulik.
Lok eks Deli Spoorweg tidak dinomor ulang, dan lok di Aceh hanya diberikan huruf kapital penanda jumlah penggerak.
Semoga bisa membantu menjelaskan.
Matur nuwun mbah Bintang Sendja, kalo ada ilmunya dibagi-bagi ke sini lagi donk...
Soni
Posts: 1,200
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
19
(22-03-2010, 09:56 AM)antimon40 Wrote: Kalo TC, atau TD, yang ada tambahan huruf T berarti tram ya bos? 
iya betul itu... 
T= Tram, D= apa ya? 4 gandar?
Posts: 52
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
5
Kan di atas udah disebutkan, huruf B, C, D, E, F ini menunjukkan jumlah gandar penggerak....
bintang
(29-04-2010, 12:43 PM)ajuy Wrote: (22-03-2010, 09:56 AM)antimon40 Wrote: Kalo TC, atau TD, yang ada tambahan huruf T berarti tram ya bos? 
iya betul itu... 
T= Tram, D= apa ya? 4 gandar?
Posts: 2,236
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
14
(28-04-2010, 11:34 AM)bintangsendja Wrote: Sistem penomoran lok uap (yang juga digunakan untuk lok diesel) di Indonesia, sebenarnya mulai digunakan sejak masa penjajahan Jepang, dan memang meniru sistem yang dipergunakan di negara Matahari Terbit tersebut.
Sistem tersebut adalah menggunakan huruf kapital (B, C, D, E, F) sesuai roda penggerak lok uap, dan angka, dimulai dari 10 untuk lok tanpa tender dan 50 untuk lok dengan tender.
Jadi seperti ini:
B10-B27
B50-B53
C10-C33
C50-C54
D10-D18
D50-D52
E10
F10
Untuk lok Mallet digunakan dua huruf kapital, jadi:
BB10
CC10
CC50
DD50-D52
TC 10 dan TD10, benar, huruf T merujuk ke Tram.
Nah untuk lok diesel, seri angka menunjukkan transmisi: 200 untuk elektrik, 300 untuk hidraulik.
Lok eks Deli Spoorweg tidak dinomor ulang, dan lok di Aceh hanya diberikan huruf kapital penanda jumlah penggerak.
Semoga bisa membantu menjelaskan.
kalo angka setelah hurup "2" tu artinya apa?
misalnya yan di lawang sewu tu C 2301, madiun C 2606, ambarawa B 2503
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .
Posts: 1,813
Threads: 0
Joined: Mar 2010
Reputation:
23
(06-05-2010, 06:39 PM)nino Wrote: (28-04-2010, 11:34 AM)bintangsendja Wrote: Sistem penomoran lok uap (yang juga digunakan untuk lok diesel) di Indonesia, sebenarnya mulai digunakan sejak masa penjajahan Jepang, dan memang meniru sistem yang dipergunakan di negara Matahari Terbit tersebut.
Sistem tersebut adalah menggunakan huruf kapital (B, C, D, E, F) sesuai roda penggerak lok uap, dan angka, dimulai dari 10 untuk lok tanpa tender dan 50 untuk lok dengan tender.
Jadi seperti ini:
B10-B27
B50-B53
C10-C33
C50-C54
D10-D18
D50-D52
E10
F10
Untuk lok Mallet digunakan dua huruf kapital, jadi:
BB10
CC10
CC50
DD50-D52
TC 10 dan TD10, benar, huruf T merujuk ke Tram.
Nah untuk lok diesel, seri angka menunjukkan transmisi: 200 untuk elektrik, 300 untuk hidraulik.
Lok eks Deli Spoorweg tidak dinomor ulang, dan lok di Aceh hanya diberikan huruf kapital penanda jumlah penggerak.
Semoga bisa membantu menjelaskan.
kalo angka setelah hurup "2" tu artinya apa?
misalnya yan di lawang sewu tu C2301, madiun C2606, ambarawa B2503
kalau angka setelah huruf "2" itu menunjukkan nomer seri lokomotifnya, spt B 21, B 22, B 25, B 27, C 21, C 25, C 28. nomer 2 itu berarti setelah kelas 10, C 19 lalu C 20 kemudian C 21 dst. lalu (sbg contoh) C 21 01 ini menunjukkan urutan lokomotifnya, mulai dari nomer 1 sampai seterusnya
Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
baru mudeng saya arti2 angka2 di belakan kode penggerak....
trims,
Posts: 282
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
16
Saya urun rembug ya...
Selain jumlah penggerak, ternyata penomoran lok uap juga menunjukkan apakah lok tersebut punya tender atau tidak.
Lok uap jenis "tank engine" atau yang punya wadah air dan bahan bakar menempel di badan lok selalu punya angka digit pertama kurang dari 5.
Contoh:
B 1xxx, C 1xxx, D 1xxx, E 1xxx, F1xxx, B 2xxx, C 2xxx, C 3xxx, BB 1xxx, CC 1xxx semuanya adalah jenis tank engine.
Lok uap jenis "tender locomotive" atau yang wadah air dan bahan bakarnya dalam terletak di badan yang terpisah dari boby utama dan selalu digandeng kemana-mana selalu punya angka digit pertama sama dengan 5. Mungkin seandainya kita punya lebih banyak jenis lok ini angkanya bisa lebih dari 5.
Contoh:
B 5xxx, C 5xxx, D 5xxx, CC 5xxx, DD 5xxx semuanya adalah tender locomotive
Salam kami
Nurcahyo
*******
|