Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pemerintah Stop Impor KRL Bekas Tahun 2012
#21
(08-04-2010, 09:31 PM)Logawa_exp Wrote: akhir tahun ini insya Allah 1 set dari 10 set KRL baru akan jadi dan dikirim dari INKA ke jabotabek...
tim KRL sedang bekerja keras agar KRL ini jauh lebih baik dari KRL HOLEC...setelah 1 set ini, rencananya akan berdatangan terus KRL baru hingga tercapai jumlah 10 set...

Mohon dukungan & doa restu dari para RF
salam dari tim KRL-KFW

semoga INKA makin banyak memproduksi KRL-KRL yang bagus dan handal Xie Xie
[Image: Siggy.jpg]
Reply
#22
semoga bener bener terwujud,
sehingga nantinya liwat 2012 ad angkutan masal yang murah buat kita semua
Reply
#23
gak hanya murah, banyak keuntungan dari kereta komuter...
asal KCJ gesit aja beli ke INKA dan impor KRL eks-Jepang sebelum 2012
[Image: Siggy.jpg]
Reply
#24
Alhamdulillah semoga peraturan ini benar2 dijalankan, dengan 250 juta penduduk (bandingkan dengan singapur yang hanya 2 juta atau malaysia hanya 20 juta) industri kereta mestinya bisa berkembang pesat dan punya multiplier efek sehingga sedikit banyak bisa kurangin jumlah pengangguran.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nya sendiri juga harus profesional, harus transparan, masyarakat harus tahu laporan keuangannya sehingga suatu saat masyarakat bisa memiliki saham PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melalui bursa (seperti telkom dan indosat), sehingga tidak begitu membebani pemerintah walaupun kewajiban pemerintah untuk membiayai sistem transportasi masal melalui pajak dan keuntungan SDA Indonesia.

Ok deh semoga Kereta Indonesia bisa menjadi kereta super cepat Indonesia... thanks
Reply
#25
berita yang sangat bagus, dan mudah2an bisa terealisasi..
lagian kita kan udah bisa bikin sendiri, ngapain beli second lagi???
buang2 duit aja !!!!
Reply
#26
Paling-paling itu cuma lelucon.
Reply
#27
Angin segar bagi INKA, dan semoga INKA dapat meningkatkan lagi kapasitas produksinya dan dapat mempertimbangkan keadaan lintas yang ada di Jabodetabek. Sebab salah satu alasan mengapa PT.KCJ tidak mau dulu membeli ke INKA adalah karena kapasitas produksi di INKA saat ini masih sangat sedikit (hanya 8 cars per tahun) dan dengan harga yang mahal. Jumlah seperti ini jelas sangat tidak memadai untuk Jabodetabek, oleh karenanya PT.KCJ memesan KRL ready stock (tinggal pakai) dari Jepang, karena dalam setahun berarti PT.KCJ dapat memesan 40 cars, dan cukup untuk mengganti beberapa jadwal KRL ekonomi non AC yang sudah tidak andal lagi dengan KRL ekonomi AC. INKA saat ini masih kebanjiran pesanan dari luar negeri, namun karena banyaknya pesanan itu, mereka agak kesulitan memproduksi untuk kebutuhan dalam negeri. Mudah-mudahan berita INKA akan membangun beberapa workshop lagi itu adalah berita benar, dengan harapan setelah dibangunnya beberapa workshop baru, kapasitas produksi INKA meningkat.
AT-CAP車両 せいぞ 膾炙 Ltd.
Provide contents of :
openBVE Indonesia, Official manufacturer of JSB RailCorp TRS2009 trains, Commuter, EMU, and DMU news, and railway novels.

In subsidiary of GM-MarKA and Balai Yasa openBVE GM-MarKA
Reply
#28
Tahun 2012 sebentar lagi... terhitung dari aku ketik... 5 bulan lagi menghitung waktu, apa bener pemerintah menghentikan impor KRL bekas dari Jepang yang sepanjang 11 tahun terakhir ini slalu kita lakuin?

Reply
#29
Artinya JR-203 bisa jadi the last KRL imported by KCJ..
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
#30
Kalo DC ke AC namanya inverter mas Xie Xie
Kalo AC ke DC baru rectifier
bagus lah lagian KRL buatan inka lebih terlihat kokoh bodinya


(07-04-2010, 03:32 PM)Charles Wrote: Memang bagus untuk INKA, tetapi saat ini kita masih kekurangan armada cukup banyak untuk menampung keseluruhan penumpang di Jabotabek, oleh karena itu kabarnya setelah TM 6000 akan didatangkan Tokyu 9000 sebagai KRL impor penutup, dan sesudahnya tak ada lagi impor KRL bekas dari Jepang yang mana kebutuhan armada KRL akan dipenuhi sendiri oleh INKA.

BTW, mengubah LAA jenis arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) cukup sulit dilakukan mengingat seluruh KRL di Jabotabek menggunakan sistem arus DC, tidak terkecuali KRL impor eks Jepang. Oleh karena itu sepertinya ke depannya lintas Jabotabek tetap akan menggunakan sistem arus DC, karena perubahan arus DC ke AC membutuhkan penambahan rangkaian rectifier/penyearah pada transformator yang menuju motor traksi listrik.

CMIIW.

My Train Frequent Passanger Card

[spoiler][Image: 0951262e89bc11e1a92a1231381b6f02_7.jpg]
[/spoiler]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)