Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kalau sehari tanpa Ekspress AC
#1
Melihat trafik KA Jabotabek-Serpong memang sudah keterlaluan padatnya. Tapi kepadatan KA ini diharapkan bisa mengantar orang-orang komuter yang bertempat tinggal di sekitar Jakarta untuk mencari penghasilan di Jakarta. Diharapkan KA Komuter2 ini bisa mengantar orang dengan nyaman dan tepat waktu sehingga kalau sudah ditempat kerja bisa bekerja dengan baik begitu juga sesampainya di rumah bisa istirahat dengan enak. Tapi KA komuter yang diharapkan itu masih morat-marit perjalanannya khususnya petak Bogor-Jakarta. Setelah saya mengamati bahwa keterlambatan kereta baik Eko, Eko AC, dan ekpress adalah penggunaan jalur yang sama. Ekspress telat gara-gara Ekonomi begitu juga sebaliknya. Belum lagi ketahan2 di Gambir dan Manggarai sehingga di jalur layang saja membutuhkan waktu 30 menit bila tidak beruntung
Nah, bagaimana pendapat temen2 kalau 1 hari saja tanpa ada kereta Ekspress pada umumnya dan jalur Bogor-Jakarta pada khususnya?
Reply
#2
(17-05-2010, 12:48 PM)JaY Wrote: Melihat trafik KA Jabotabek-Serpong memang sudah keterlaluan padatnya. Tapi kepadatan KA ini diharapkan bisa mengantar orang-orang komuter yang bertempat tinggal di sekitar Jakarta untuk mencari penghasilan di Jakarta. Diharapkan KA Komuter2 ini bisa mengantar orang dengan nyaman dan tepat waktu sehingga kalau sudah ditempat kerja bisa bekerja dengan baik begitu juga sesampainya di rumah bisa istirahat dengan enak. Tapi KA komuter yang diharapkan itu masih morat-marit perjalanannya khususnya petak Bogor-Jakarta. Setelah saya mengamati bahwa keterlambatan kereta baik Eko, Eko AC, dan ekpress adalah penggunaan jalur yang sama. Ekspress telat gara-gara Ekonomi begitu juga sebaliknya. Belum lagi ketahan2 di Gambir dan Manggarai sehingga di jalur layang saja membutuhkan waktu 30 menit bila tidak beruntung
Nah, bagaimana pendapat temen2 kalau 1 hari saja tanpa ada kereta Ekspress pada umumnya dan jalur Bogor-Jakarta pada khususnya?

kalau tanpa ekspress di hari sabtu atau minggu bagi saya tidak masalah, tapi kalau di hari kerja, ini KRL andalan untuk berangkat kerja ..... terutama untuk jalur depok tanahabang yang jarang ekonomi (eko jam 7 sering batal) dan ekoac yg jadwalnya kurang bersahabat bagi saya pribadi ... Tersenyuum
Reply
#3
meurut saya jadi lebih lancar. seharusnya komuter itu memang 1 kelas saja.
I'm no Magiciant, but I'm RailFans...
Reply
#4
waduh kalo sehari tanpa ekspress bisa2 jakarta tambah macet, kayak bos ane yang tinggal di bogor, dulu kalo berangkat kerja selalu bawa mobil, tapi lama2 ngerasain juga capenya, trus dikasih tau temennya untuk naek kereta aja, akhirnya sekarang beliau naek pakuan, pulang pergi, kalo ekspress gak ada berarti dia akan naik mobil lagi...
Reply
#5
Makanya waktu itu aku bikin thread seandainya petak rel Manggarai - Bogor jadi dwiganda. Ternyata masih belum diperlukan karena memang secara bersama2 cuma dilaluin KRL komuter dalam hal ini mayoritas Jakarta - Bogor. Gapekanya pun bisa dipastikan tidak banyak terganggu kalau saja tiada gangguan sinyal dan wesel. Itu pun kalau di Manggarai dan Gambir tidak bermasalah atau bentrok dg KA2 luar kota. Yang jadi problem cuma di kawasan Manggarai sebagai pertemuan antar KA dari segala arah. Tapi kalau dari segi keuangan, warga Jabodetabek tidak keberatan tuh soal tarif yang mungkin dinilai cukup mahal atau biasa2 saja dg Pakuan Rp 11.000,00 kalau dari Bogor ke Jakarta dan Rp 9.000,00 kalau dari UI ke Bogor atau pun Jakarta.

Jadi, kalau tanpa Ekspress AC menurut aku kurang setuju. Karena warga Jabodetabek ingin merelakan isi kantongnya dikeluarkan utk secepatnya tiba ditujuan dg si Eskpres. Sama sekali tidak terganggu karena tidak bentrok dg KA2 luar kota yang notabene tidak begitu jelas kalau selama di perjalanan masing2 ada rinja / rintangan perjalanan atau tidaknya. Makanya mungkin petak rel Jakarta - Bekasi suka terhambat yah karena itu salah satunya... bentrok dg KA2 luar kota yg gapekanya jadi rada kacau.

Makanya kalau aku sih menikmatinya Ekonomi AC kalau dari arah Bogor. Soalnya tiba di Mgr begitu kena gangguan wesel, gapeka atau pun sinyal bisa langsung turun dan ke halte busway Manggarai, ojek atau pun bus2 yg melintas di kolong jembatan KA.

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)