Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Subway atau MRT buat Jakarta?
#81
(31-03-2010, 01:19 PM)m_ilhami Wrote: subway aja deh, nggak repot bikin tiangnya, LAA nya jadi LAB (listrik aliran bawah) kali ya?

paling-paling repot mindahin kabel FO, PLN, telekom yg dibawah tanah.
kalau soal pemandangan...facebookan 30-60 menit gak berasa deh.

lagipula jalurnya bisa utk tempat tinggal gelandangan....upss...

Kalau subway di negara Eropa biasanya menggunakan rel ketiga (third rail) yang menggantikan LAA, kemungkinan di Indonesia masih menggunakan sistem LAA seperti di Jepang.

Untuk pemindahan galian kabel-kabel perusahaan PLN, Telkom dan sebagainya, sepertinya tak diperlukan jika kedalaman tanah tempat subway berada melebihi kedalaman tempat galian-galian tersebut berada.

CMIIW
Reply
#82
kalau begitu pembangunannya jauh lebih mudah karena tidak berhadapan dengan kabel PLN dan telkom tsb. Mungkin bisa dibangun dibawah jalan yang sudah ada, sehingga tidak bertemu pondasi bangunan gedung.
Reply
#83
(27-03-2010, 09:41 AM)Ryzky_Widi Wrote: Halah, jakarta dibuatin Subway. Jadi ndak bisa menikmati pemandangan dong. Membelah pemukiman, dan melihat Monas dari Gambir lebih bagus daripada lihat kanan-kiri, cuma terowongan bawah tanah doang. Sad

Lagipula, katanya ibukota akan pindah ke Palangkaraya. Jadi sia-sia dong.

sensasi naik subway memang bukan pada pemandangannya. tapi pada arsitektur stasiun2 bawah tanahnya yang bagus dan indah. dan yang pasti, cepat untuk menembus pusat kota dan pusat bisnis.

pemindahan ibukota gak pengaruh bos. jakarta akan tetap menjadi pusat bisnis dan ekonomi indonesia. justru dengan pindahnya pusat pemerintahan, akan membuat jakarta agak longgar sedikit. lumayan lah kalo istana dan kantor2 departemen2 boyongan ke kalimantan. paling tidak 1 juta orang akan ikut ke sana.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#84
(27-09-2009, 06:05 PM)Ruben Wicaksono Wrote: apakah masyarakat kita bisa merawat MRT (kalo misalkan ada).. menurut saya, ragu2.. bisa2 MRTnya anjlog deh.. KRL yg sekarang aja tidak dirawat secara sempurna.. (ga semua). bisa2 armada MRT baru beberapa bulan udah bermasalah.

ini yang juga menjadi pertanyaan saya kang, ane ngebayangin kalo ada supporter bola ngamuk di senayan karena tim kesayangannya kalah, mudah2an PT. MRT bisa mencari solusinya...


[Image: overstappen.png]
trus yang jadi pertanyaan saya lagi, jalur MRT ini kan di fatmawati kan lewat jalur atas, sementara di fatmawati itu kan jalannya cuma empat lajur untuk dua arah, nah pada saat pembangunan jalur MRT, otomatis harus nutup sebagian jalan, kalo pembangunannya lama, ane gak kebayang kemacetan yang terjadi disana.....
Reply
#85
^
dulu waktu bikin jalan tol cawang priok yang diatasnya by pass juga bikin macet. tapi rampung juga akhirnya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#86
ya harus selesai, dan kalo dah selesai jadi pengen nyobain naek MRT itu, waktu itu pernah ikutan diklat en yang jadi pembicaranya adalah pak edy santosa, salah seorang direktur dari PT. MRT dari video2 yang ditayangin beliau, fasilitas2nya sepertinya nyaman, dan kata beliau lagi jarak antar kereta itu gak terlalu lama
Reply
#87
Yang saya bingung kata Pemda lebar spoor yg digunakan 1435mm . Kenapa gak 1067 mm supaya Tokyu 8500 dan TM 7000 bisa bolak-balik di lintas tsb. Sambil berharap dapet lungsuran lagi KRL2 ex Jepang nantinya he..he
Reply
#88
banyakan mrt dan subway modern gaugenya sudah standar. barangkali pertimbangan kenyamanan dan kecepatan yang lebih baik. barangkali juga lebar gerbongnya bisa lebih lebar kayak mrt di singapura yang lebarnya 3,2 m.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#89
(23-05-2010, 10:23 AM)ady_mcady Wrote: banyakan mrt dan subway modern gaugenya sudah standar. barangkali pertimbangan kenyamanan dan kecepatan yang lebih baik. barangkali juga lebar gerbongnya bisa lebih lebar kayak mrt di singapura yang lebarnya 3,2 m.


Di Jepang rangkaian TM 7000 sepertinya bisa beroperasi baik di lintas atas atau bawah tanah...Desain TM 7000 malah pintu depan ketika dibuka seperti tangga pesawat..untuk memudahkan penumpang turun jika terjadi keadaan darurat.
Reply
#90
^

tapi gak masalah beda gauge. di tokyo saja metro ada 3 ukuran gauge bukan? lagipula karena proyek mrt jakarta ini ownernya adalah pemda dki. barangkali lain cerita kalo ownernya dephub maka akan disesuaikan dengan gauge milik dephub yang sudah eksis.

cmiiw.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)